Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 86


__ADS_3

Baron tersenyum melihat tingkah laku Naura yang menggemaskan saat sedang kesal.


"Udah jangan kesel terus mending nemenin om makan!!" ucapnya sambil meminum pesanannya yang baru saja tiba.


"Udah enggak nafsu buat makan om!!"


"Hmmm baiklah om makan sendiri!!" sedangkan Naura sudah tidak mwnghiraukan omongan dari Baron dan masih memikirkan apa yang di lakukan oleh Zyan terhadapnya.


Disisi lain Zyan senyum-senyum sendiri mengingat apa yang baru saja terjadi.


"Ternyata dia lucu juga kalau lagi kesel seperti tadi🀭!!" ucapnya tanpa henti terus tersenyum.


"Kenapa saat melihat nya mengingatkan ku terhadap nya, ada apa ini?? Mana mungkin, itu hanya pikiranku saja!!" ucapnya menepis semua yang dia pikirkan tentang Naura.


"Baiklah Naura jika kau tetap keras kepala maka itu akan ku anggap itu tantangan untuk mendapatkan mu!!" Zyan menentapkan hatinya untuk Menerima Naura di kehidupan nya.


Tak lama kemudian Zyan tiba di taman di mana dia bertemu dengannya bersama ibundanya, dia mengingat pertama kalinya bertemu dengannya.


"Dari pertama kali bertemu dia memang manis sekarang pun dia masih manis!!" ucapnya senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajahnya.


Sedangkan Naura sendiri masih berada di tempat di mana bertemu dengan Zyan Baron hanya geleng-geleng kepala melihat sikap Naura yang sedari tadi melamun sambil manyun.


"Kenapa lagi hemm??"


"Ya ampun om bikin kaget aja 😴!!" sedangkan Baron hanya tersenyum melihat Naura ngomel-ngomel.


"Lagian kamu dari tadi ngomel-ngomel terus melamun lagi emangnya kenapa hemm??" yang di tanya bukan menjawab tapi malah memandang Baron. "Kenapa kamu liat om kayak gitu??" tanya Baron merasa ada yang aneh karena terus di lihat oleh Naura.

__ADS_1


"Om Naura pergi dulu ya dah!!!!" ucap naura dengan buru-buru meninggalkan Baron.


Entah apa yang di pikirkan oleh Naura sehingga buru-buru pergi, tiba-tiba di perjalanan Naura tidak sengaja melihat seseorang yang hampir saja ketabrak.


Naura yang melihat itu langsung lari untuk menyelamatkannya namun naas lengan Naura kesenggol spion motor tersebut sehingga terjatuh.


Hal yang di lakukan Naura tidak sengaja terlihat oleh Zyan tanpa fikir panjang Zyan langsung menghampiri Naura sedangkan anak kecil yang sudah dia selamatkan di bantu oleh para warga.


"Lo enggak papa??" tanya Zyan sambil membantu membangunkannya, sedangkan Naura hanya diam saja tatapannya lurus terhadap anak kecil yang dia tolong.


Zyan yang melihat itupun mengikuti arah pandangan Naura, dan menghela nafas karena dirinya lebih penting namun masih memandang orang yang dia tolong.


"Sudah lo tenang aja dia sudah di bantu oleh para warga sekitar sini lebih baik sekarang lo obati dulu luka lo tu!!" ucapnya masih memandang Naura yang sedari tadi pandangan nya masih sama. "Baiklah jika lo tidak mau mendengarkan ucapan gue, dasar keras kepala!!πŸ€¦πŸ»β€β™€" tanpa Zyan sadari perkataan nya yang terakhir membuat Naura menatapnya dengan tatapan tajam.


"Apa lo bilang tadi??" sontak membuat Zyan menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan aneh.


"Lo tadi bilang apa??" mendengar itu Zyan semakin merinding mendengar suara Naura.


"Bukan apa-apa, tadi gue cuman nyuruh lo buat ngobatin tu luka!!" ucapnya pura-pura acuh terhadap nya dan pura-pura tenang agar tidak tau bahwa dirinya sedang ketakutan jika melihat Naura yang sedang marah.


"Apa urusannya sama lo?? Terserah gue dong mau ngapain aja??" ucapnya sambil melangkah ingin pergi namun langkahnya di hentikan oleh Zyan.


"Mau kemana lo??"


"Apa urusannya sama lo?? Lepas enggak??" ucapnya Naura yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Zyan namun sayangnya tenaga Zyan lebih kuat daripada dirinya.


"Enggak usah banyak omong, jadi cewek itu harus kalem!!" ucap Zyan sambil menarik tangan Naura menuju bangku yang berada di taman. "Tunggu disini jangan kemana-mana!" ucapnya meninggalkan Naura tanpa mendengarkan ocehannya.

__ADS_1


"Kenapa gue jadi deg degan gini ya?? Hmm udahlah pusing gue!!" ucapnya sambil menyenderkan kepalanya di senderan kursi taman.


Sedangkan Zyan mencari apotik terdekat dan membeli beberapa alat penyembuh luka, setelah semuanya di dapat Zyan langsung pergi ketempat Naura yang sedang menunggu nya.


"Lama banget si lo!!" ucap Naura yang melihat Zyan baru datang dengan satu kantong kresek kecil.


"Bawel banget si lo, bisa enggak se hari aja lo diem!!" ucap Zyan membuka satu persatu obat yang akan dia gunakan.


Lalu Zyan tersenyum jahil saat ingin mengobati lukanya, sedangkan Naura melihat Zyan tersenyum mencurigainya.


"Kenapa lo senyum-senyum gitu??"


"Enggak papa!!" ucapnya tetap tersenyum sambil membuka beberapa obatnya.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘

__ADS_1


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2