
Maira yang mendengar perkataan suaminya itu tersenyum.
"Kakak tu lucu, kalau lagi ngambek π€π€π€" batin Maira sambil menikmati wajah suaminya itu tanpa sadar tangan Maira membelai rambut suaminya, Malvin yang mendapat perlakuan itu langsung membuka mata dan melihat wajah istrinya.
"Kamu kenapa sayang??? Kok senyum-senyum gitu??"
"Enggak papa!!" ucap Maira yang pura-pura biasa saja, sedangkan suaminya hanya menghela nafas setelah mendengar jawaban dari istrinya itu.
"Idiih, kayaknya minta di hukum ni!!" mendengar itu Maira terkejut yang awalnya hanya biasa saja menjadi takut akan ucapan suaminya.
Karena kalau sampek Malvin menghukum maka akan panjang lagi ceritanya seperti tadi di kamar mandi.
"Ampun kak, jangan hukum aku!!ππ"
"Kalau mau aku maaf kan cium dong!!" ucap Malvin yang masih di posisi yang sama sambil menunjuk ke arah pipinya, Maira bingung karena Malvin memintanya untuk mencium karena Maira tak berani melakukannya.
"Harus ya??"
"Yap!!" ucap Malvin menutup mata agar Mair menciumnya tapi tak sesuai harapan Malvin Maira tak melakukan apa yang di inginkan suaminya itu.
Karena tidak terjadi apa-apa jadi Malvin membuka matanya dan melihat istrinya ternyata masih diam saja.
Malvin pun bangun dan duduk sambil memandang istrinya yang tengah berfikir itu.
"Kalau melamun terus kapan mau ciumnya??" ucap Malvin membuat Maira tersadar dari lamunannya dan tanpa ia sadari saat menoleh ke suaminya langsung mencium sehingga membuat Malvin terkejut begitu juga Maira.
Karena tanpa sengaja ciuman itu terjadi dengan begitu saja, Maira segera mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak kelihatan sedang gugup.
Suasana mulai hening gara-gara kejadian tadi, Malvin hanya senyum-senyum sendiri mengingat apa yang telah terjadi terhadapnya barusan.
__ADS_1
Sedangkan Maira menetralkan kegugupannya agar tidak gugup saat menatap Malvin ataupun berbicara.
Sebenarnya Maira dan Malvin sama-sama senang dengan kejadian itu hanya saja mereka belum terbiasa apa lagi Maira yang selalu gugup setelah terjadi sesuatu dengan mereka.
Tak lama kemudian suara ketukan dari luar membuat mereka menoleh ke arah pintu bersamaan.
Tok.............Tok............Tok...........
"Siapa??" tanya Malvin yang masih berada di sofa kamarnya.
"Saya tuan bik Ina, di suruh nyonya untuk manggil tuan untuk makan malam!!"
"Baiklah kami akan segera turun!!" setelah itu Malvin melirik istrinya yang masih tertunduk, Malvin melihatnya pun tersenyum dan membelai kepala istrinya sehingga membuat istrinya terkejut dan menoleh.
"Ayo kita turun, yang lain sudah nunggu kita!!" ucapnya sambil menggenggam tangan istrinya.
"Mmmm!!" merekapun turun menuju meja makan, setelah tiba di meja makan mama sama papanya tersenyum melihat kedatangan Malvin dan Maira yang saling menggenggam tangan.
"Wiiiiih pengantin!!" mendengar itu Malvin melirik istrinya ternyata rambutnya masih basah.
"Aduuuuh bakal jadi bahan bulian Devan nih!!" batin Malvin sambil tersenyum kepada istrinya, sedangkan istrinya tidak mengerti dengan perkataan Devan terhadapnya.
"Lo kenapa Vin??"
"Enggak papa!!" ucapnya sambil duduk di meja makan yang di ikuti oleh istrinya itu.
"Ehem!!" setelah itu merekapun melanjutkan makan malam mereka tanpa ada yang berbicara yang ada hanya suara garpu dan sendok.
Maira seperti tak selera makan dan terlihat oleh mertuanya merasa heran terhadap menantunya karena tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Cantik kok makannya cuman sedikit?? apa kurang enak masakannya??"
"Enggak kok mah ini enak!!" Malvin yang mendengar ucapan mamanya langsung menoleh ke arah istrinya.
"Sayang kamu kenapa?? kok dikit banget makannya??"
"Enggak papa kok kak, aku udah kenyang soalnya!!" ucapnya sambil tersenyum kepada suaminya agar tidak khawatir.
"Yakin kamu udah kenyang??"
"Iya kak, oh iya semuanya aku pamit ke kamar dulu!!" Maira pamit kepada yang lainnya agar tidak terjadi ke salah pahaman.
"Baiklah cantik!!" sedangkan yang lain menganggukkan kepala tandanya menyetujui ucapannya. Setelah pamit Maira langsung pergi menuju ke kamarnya, sedangkan yang di meja makan bingung akan Maira yang makannya sedikit.
"Vin istri kamu kenapa??"
"Malvin juga enggak tau mam!!" Ucap Malvin sambil memasukkan buah jeruk ke dalam mulutnya.
"Kayaknya Maira kecapean deh tante soalnya rambut Maira basah, dan dugaan Devan si kayaknya mereka abis tempur!!" Malvin yang mendengarkan perkataan Devan tersedak akibat terkejut.
(Tau lah ya tempur yang di maksud ama Devan tadi hahaha, yang itu tu hihihi)
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€