Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 85


__ADS_3

Selama perjalanan Zyan dengan santai nya tanpa ada rasa akan terlambat.


Tak lama kemudian Zyan pun tiba di mana dia akan bertemu dengan yang di telfon tadi.


Saat dia masuk ke dalam resto itu Zyan kaget karena di sana dia tidak sendiri melainkan mengajak teman nya.


"Ternyata lo konsisten juga!!" ucapnya sambil memasukkan potato ke dalam mulutnya.


"Ada apa lo pengen ketemu sama gue??"


"Santai dulu napa?? Baru juga lo nyampek!!" Zyan berusaha untuk tetap tenang walau gadis yang dia temui saat ini membuatnya kesal.


"Iya tapi gue enggak punya waktu banyak, cepetan ada perlu apa??"


"Sok sibuk lo!!" ucapan gadis itu membuat Zyan kesal.


"Mau lo tu apa sih??"


"Ehemmm, maaf ya kak temen aku memang suka kayak gitu!!" mendengar suara itu mereka berdua yang sedari tadi berdebat langsung menoleh ke sumber suara secara bersamaan.


"Kenapa lo ngomong kayak gitu??" ucapnya tidak terima.


"Enggak papa itu sudah kebiasaan kami saat bertemu ya kan sayang!!" ucap Zyan sambil menggenggam tangan Naura.


Ya gadis yang di temui oleh Zyan adalah Naura, Naura mendengar ucapan Zyan tercengang.


Begitu juga dengan gadis yang di sebelah Naura juga terkejut dengan pengakuan Zyan terhadap Naura, dia mendengar itu sangat kesal.


"Sayang apa kamu tidak merindukan ku??" Naura tidak percaya dengan ucapan Zyan yang semakin tidak jelas menurutnya.


"Jadi kalian udah jadian??"


"Iya!!" ucap Zyan tapi tidak bagi Naura.


"Tidak!!" Zyan tidak habis pikir karena Naura tidak bisa di ajak kompromi sama sekali.

__ADS_1


"Sayang kamu kebiasaan ya setiap di tanya udah jadian kamu jawab seperti itu terus nakal ya kamu!!" ucapnya sambil mencoel hidung Naura, sehingga Naura semakin tidak menyangka kalau Zyan akan melakukan hal itu.


"Apa maksud lo ngomong kayak gitu??" Naura tidak terima dengan perlakuan Zyan, sedangkan Zyan menatap Naura dan memberi isyarat agar dia tetap tenang.


"Sayang udah ya jangan ngambek lagi, emang enggak kangen hemmm??" mendengar ucapan Zyan naura semakin tidak suka dengan perlakuan zyan.


Naura pun berdiri ingin menghajar Zyan tapi kalah cepat oleh Zyan langsung memeluknya, sehingga yang berada di samping Naura terkejut dengan perlakuan Zyan.


"Sayang udah ya ngambeknya!!" entah apa yang di ucapkan Zyan sehingga Naura menuruti semua ucapan Zyan.


"Janji ya jangan ulangi lagi??" Zyan melepas pelukan dari Naura sambil menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal.


Karena tidak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Zyan, Zyan melirikke gadis yang di sebelah Naura menatap ke arah Naura dengan kebencian.


"Baiklah sayang aku janji tidak akan mengulangi nya lagi😁😁!!" tanpa basa basi gadis yang di sebelah Naura itu langsung berdiri sehingga membuat Naura dan Zyan kaget.


Naura menatap yang berada di sebelahnya itu dengan tatapan heran, hingga gadis itu hilang dari pandangan mereka.


"Kenapa lo tiba-tiba berfikiran kayak gitu??"


"Gue temenan sama dia?? MimpiπŸ˜’!!" ucapnya sambil tersenyum meremehkan. "Mustahil dia bisa jadi temen gue!!" ucap Naura sambil meminum jus yang sudah dia pesan tadi.


"Emmm gitu ya, ngomong-ngomong ada apa lo ngajak ketemuan?? Lo kepoin gue ya sama temen-temen gue??" ucap Zyan sambil menaik turunkan alisnya.


"Ciih najis!!!" mendengar ucapan itu Zyan heran dengan gadis yang ada di depannya itu.


"Terus ada apa lo ngajak ketemuan??"


"Gue juga ogah kali ketemu sama lo, kalau bukan di suruh sama sama dosen ogah gue!!!" Zyan tersenyum dengan tingkah laku Naura yang membuat Zyan tersenyum.


"Jadi karena di suruh dosen?? Emang apa yang dosen perintahkan??"


"Dosen nitip ini ke gue kayanya suruh kasih ke elo dan gue heran kenapa harus gue coba??" ucapnya dengan kesalnya sampai tanpa ia sadari kalau minumannya telah habis.


"Emmm, ok gue terima!!" ucap Zyan langsung berdiri tanpa mengucapkan ucapan terima kasih atau apalah buat Naura.

__ADS_1


"Woi gila ni orang enggak tau terima kasih main pegi-pegi aja😑😑!!" sedangkan Zyan mendengar ocehan Naura tersenyum karena dia telah berhasil membuat Naura marah.


Entah kenapa membuat naura marah itu hiburan tersendiri baginya, tapi tidak bagi Naura.


"Bener-bener ya tu orang enggak tau terima kasih, tau kayak gini gue bakal nolak tadi!!" meski Zyan telah pergi tapi Naura tetap ngoceh karena kesal.


Akibat kesal tanpa ia sadari kalau di depannya sudah ada orang yang sedari tadi memperhatikannya.


"Kenapa?? Kayaknya lagi kesal hemm!!" mendengar ucapan itu membuat Naura tersadar dan langsung menoleh ke sumber suara.


"Om Baron?? Sejak kapan om ada disitu??"


"Om sudah dari tadi disini semenjak kamu ngomel-ngomel, memangnya kamu kenapa kok ngomel-ngomel??" tanya Baron sambil melambaikan tangan kepada para pelayan.


"Bukan apa-apa kok om!!"


"Om tau kalau kamu sedang kesal, siapa sih yang sudah bikin ponaan om ini kesel hemm 🀭!!" tanya baron sambil membuka buku menu mencari menu yang dia inginkan.


"Tau lah om, masa iya om aku tu udah buru-buru dari rumah buat kasih titipan dosen tapi apa dia malah enggak tau terima kasih main pegi-pegi aja tu orang 😑!!" lagi-lagi Naura kesal setiap mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2