
Setelah Maira selesai Mandi bahkan sudah lengkap dengan seragamnya, sedangkan Malvin sibuk dengan ponselnya entah apa yang di lakukannya pikir maira.
"Enaknya aku manggil apa ya kepada suamiku sendiri??" gumam Maira dalam hati, karena kebingungan jadi Maira memutuskan untuk duduk di meja rias sambil menyisir rambutnya. Ketika Malvin melihat Maira yang sudah di depan meja rias tersenyum lalu menghampirnya dan memeluknya dari belakang. Sontak Maira kaget dengan perlakuan Malvin padanya meski sudah menikah Maira masih malu-malu akan perlakuan Malvin terhadapnya.
"Makasih untuk semalam ya sayang!!" ucap Malvin sambil mencium pucuk kepala Maira, sedangkan Maira sudah jangan di tanyakan lagi malu sejadi-jadinya akibat perkataan Malvin
Maira benar-benar sudah menaklukan hati Malvin padahal di luar sana banyak wanita yang lebih segala-galanya dari Maira, tapi tidak bisa menaklukan hati Malvin. Sedangkan Maira hanya dalam beberapa dari pernihan sudah membuat Malvin menjadi budak cinta Maira.
"Hari ini aku anterin kamu ya sayang sekalian aku mau langsung pergi ke kantor!!" ucap Malvin yang masih dalam keadaan memeluk Maira.
"Tapi kalau ada yang liat gimana??"
"Bukannya kemaren emang ada yang liat?? dan bahkan dia tau kamu itu tunangan ku jadi katakan saja kalau aku ini tunangan mu ok!!"ucap Malvin yang mencium pucuk kepala Maira lagi sedangkan Maira yang mendaoat perlakuan itu hanya tersenyum malu.
"Baiklah suami ku jika itu mau mu!!" mendengar perkataan itu Malvin tersenyum karena Maira memanggilnya dengan sebutan suami.
"Manggilnya pake sayang dong biar romantis!!" goda Malvin kepada Maira sedangkan Maira yang mendengar keinginan Malvin hanya tertawa.
"Enggak ah males mending panggil kakak aja ya??" Malvin mendengar penuturan Maira langsung melepas pelukannya, jangan di tanya sudah wajah Malvin memerah bukan karena malu atau alergi melainkan marah karena Maira tidak mau memanggilnya dengan sebutan sayang seperti keinginan Malvin.
"Terserah!!" ucap Malvin yang langsung pergi ke ruang kerjanya dengan wajah yang kesal terhadap Maira. Maira yang melihat Malvin kesal menghela nafas karena Malvin seperti anak kecil dikit-dikit marah kalau sedang berduaan bersama Maira.
Tok..........Tok.......Tok.......
Mendengar suara ketokan pintu Malvin menoleh dan membuka Malvin kaget karena Maira menghampirinya.
"Ada apa??" jawab Malvin ketus sehingga Maira tidak habis pikir akan pikiran Malvin saat ini.
"Aku memanggilmu kakak karena mereka taunya kamu itu tunangan!!" Maira berusaha menjelaskan kepada Malvin agar Malvin tidak cemberut lagi pikir Maira.
"Terserah!!"
"Ya baiklah jika kamu enggak mau aku mau berangkat kesekolah takut telat!!"
"Cuman gitu doang?? seharusnya dia bujuk kek apa kek ini malah dia yang ikut-ikutan marah!!" batin Malvin yang sambil melihat Maira keluar dari dalam kamar. Malvin benar-benar kesal akan pekataan Maira, karena Malvin inginnya Maira mengucapkan apa yang Malvin inginkan tapi sayangnya Malah tidak sesuai harapannya. Sedangkan Maira yang sudah di meja makan, yang lain melihatnya meresa ke heranan karena Maira turunnya sendirian ke meja makan.
"Cantik suami kamu mana??" tanya sang mama karena Mair turun tanpa di temani Malvin.
__ADS_1
"Oh dia lagi di ruang kerjanya mah, nanti dia nyusul katanya!!" mendengar ucapan itu mereka hanya mengangguk, karena mereka sudah tau kalau masalah kerjaan Malvin memang tidak bisa di ganggu.
"Oh ya ra, kamu kesekolah di anterin sama siapa??" tanya Lina, ingin tau jawaban dari Maira.
"Aku yang akan antar Maira sekolah!!" sontak mereka langsung melihat kesumber suara, Malvin yang mendengar pertanyaan itu untuk Maira langsung menjawab karena Malvin yakin kalau Maira akan kebingungan akan jawabannya.
"Memangnya kamu enggak ke kantor?? aku bisa berangkat sendiri kok!!"
"Naik apa??" tanya Malvin ketus.
"Ya kalau enggak naik bis paling angkot!!"
"Pokoknya kamu aku yang akan anterin ke sekolah titik enggak ada penolakan!!" yang lain melihatnya hanya menggeleng-geleng kepala pasalnya mereka memang tidak bisa akur menurut mereka. Tapi siapa sangka pertengkaran mereka hanya saat di depan keluarganya ataupun tempat umum, berbeda jika mereka sudah berduaan pasti mereka akan bermesra-mesraan. Setelah selesai darapan Maira langsung pamit kepada mama dan papanya untuk berangkat ke sekolah.
"Mah, pah Maira ke sekolah dulu ya!!" ucapnya sambil mencium punggung tangan mereka sedangkan Devan dan Lina langsung masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang hati-hati ya di jalan, inget belajar yang rajin ya!!" ucapnya sambil mencium kening maira. Setelah berpamitan Mairapun berangkat ke sekolah dengan di antar sama Malvin.
Sedangkan Devan dan Malvin bermesra-mesraan di dalam kamar apalagi sekarang sudah ada calon anggota keluarga yang baru dalam kehidupan mereka.
"Sayang nanti kamu ke kantor??"
"Nanti temenin aku jalan-jalan ya sayang?? udah lama kita enggak jalan berdua!!"
"Baiklah nanti siang kita akan jalan-jalan, baby jangan merepotkan momy ya!!" Lina tersenyum mendengar perkataan Devan apalagi perlakuan Devan yang sambil mengusap perut istrinya yang masih rata.
"Baik dedy!!" ucap Lina sambil menirukan suara bayi.
Sedangkan Maira dan Malvin saling diam selama perjalanan menuju ke sekolah Maira hingga akhirnya Malvin membuka pembicaraan kebih awal.
"Mai nanti kamu pulangnya aku jemput ya!!"
"Iya baiklah!!"
"Kamu masih marah??" tanya Malvin yang ragu untuk menanyakan hal itu pasalnya yang Malvin tidak melakukan kesalahan hanya saja ingin Maira memahami keinginannya namun tak sesuai harapan Malvin.
"Enggak buat apa aku marah sama kakak!!" Malvin kaget mendengar Maira menyebut namanya dengan sebutan kakak. Malvin menghembuskan nafasnya dengan kasar, Maira benar-benar membuatnya kesal.
__ADS_1
"Kali aja kamu marah?? karena kakak mau jemput kamu!!" Malvin mau tidak mau menerima panggilan dari Maira dengan panggilan kakak terhadapnya.
"Enggak kok aku enggak marah kalau kakak jemput aku!!"
"Baiklah nanti kakak menjemput mu, ngomong-ngomong jam berapa kamu pulang??"
"Jam satu!!" ucap Maira yang masih enggan untuk melihat ke arah Malvin.
"Ok nanti jam satu aku jemput ok cantik??"
"Ok!!" ucap Maira sambil senyum-senyum karena Malvin memanggilnya dengan sebutan cantik. Hingga tanpa Maira sadari kalau mobil Malvin sudah berhenti tapi Maira malah senyam senyum tidak jelas. Malvin merasa heran akan ke adaan Maira yang senyum sedari tadi, Malvin melihat jam tangan yang dia pakai mengerutkan keningnya, karena setengah jam lagi Maira akan masuk kelas tapi malah diam bukannya turun hingga Malvin memikiki ide untuk menjahilinya.
"Sayang aku tau kalau kamu tidak mau kesekolahkan?? supaya sayang ku ini selalu bersama suaminya iya kan??" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya, sedangkan Maira masih mencerna perkataan Malvin.
"Ya ampun ternyata udah nyampek??"
"Ehemmm!!"
"Sejak kapan kak??" tanya Maira keheranan karena dia tidak menyadari kapan tibanya, bahkan Malvin tidak memberi taunya kalau sudah tiba di depan gerbang sekolah.
"Sudah hampir setengah jam kita nyampek!!"
"Lalu kenapa kakak tidak memberi tau ku??" ucap Maira sambil membuka sabuk pengaman dengan tergesa-gesa sehingga sulit terbuka, Malvin yang melihatnya merasa geram terhadap Maira.
"Kenapa kamu terburu-buru?? lagian masih setengah jam lagi kamu masuk kelas!!" ucap Malvin sambil membuka sabuk pengamannya, Maira mendengar perkataan Malvin merasa malu karena gara-gara sabuk pengaman.
"Hehehe!!"
"Sudah jangan senyum manis seperti itu!! (cup)" ucap Malvin sambil mencium bibir Maira sekilas, sehingga membuat Maira benar-benar malu sejadi-jadinya.
Semoga kalian suka sama ceritanya ya, maaf kalau ceritanya agak aneh author tak terlalu pandai dalam menghayal 😊😊
Maaf ya semuanya jika ada kesalahan kata atau ejaan mohon di maklumi author masih pemula 😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Like, komen, vote sama love ❤❤nya juga ya
__ADS_1
Maaf kalau author banyak mintanya