Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 43


__ADS_3

Ketika Maira dan Malvin sedang duduk di ruang tamu terdengar suara bel berbunyi.


"Itu pasti Riko kak!!" ucap Maira dengan mata berbinar-binar, Malvin langsung membuka pintu apartemen saat membukanya Malvin kecewa dengan siapa yang datang kerumahnya.


"Hay bro!!" siapa lagi kalau bukan Devan yang menemui Malvin bersama sang istri.


"Ternyata kalian, ya udah masuk sana Maira ada di ruang tamu!!" jawab Malvin dengan datar, sedangkan Devan dan Lina terkekeh melihat sikap Malvin.


Ketika Malvin ingin menutup pintu tiba-tiba ada tangan yang menghentikan Malvin menutup pintunya.


"Bos tunggu!!" mendengar ucapan itu Malvin langsung melihat siapa yang memanggil nya.


"Oh kamu Rik, ternyata kamu sudah datang masuklah!!" ucap Malvin mempersilahkan masuk sambil tersenyum.


Sedangkan Maira mendengar suara langkah kaki dengan gembiranya.


"Akhirnya kak Riko dat............" Maira terkejut saat melihat yang datang bukan Riko."Kalian, huff!!" ucap Maira cemberut karena yang datang bukan Riko.


"Sayang lihat siapa yang datang!!" jawab Malvin sambil merangkul istrinya.


"Aku udah liat yang datang kak Devan sama kak Lina!!" ucap Maira sambil manyun sedangkan Malvin yang mendengar ucapan istrinya mengernyitkan dahi.


"Kok Devan si yang??"


"La terus siapa??" Devan dan Lina hanya memerhatikan sekaligus bingung karena ada Riko.


"Riko sayang!!"


"Benarkah??" ucap Maira dengan kegirangan.


"Halo nona!!"


"Halo kak!!" ucap Maira dengan senyuman merekah melihat ke datangan Riko.

__ADS_1


"Ini ada apa sebenarnya?? sampek Riko datang ke sini??" tanya Devan yang mengenal Riko sebagai sekretarisnya Malvin saat berada di kantor.


"Rik kamu udah bawa kan pesanan ku??"


"Iya bos!!" ucapnya sambil menyodorkan makanan yang di pesan tadi.


"Jadi gini kak, aku pengen liat kak Riko makan seblak itu di depan ku!!" mendengar perkataan istri bosnya Riko terkejut bukan main.


Pasalnya seblak yang di pesan tadi pedasnya enggak ke tulungan, Riko terdiam mendengar perintah itu.


"Riko??"


"I,,,,iya bos??" ucap Riko gelagapan karena Riko sama halnya dengan Malvin tidak suka makanan yang terlalu pedas.


"Ayolah kak aku mohon!!" ucap Maira dengan memelas. "Enggak sampai habis kok kak hanya separuh aja!!" Riko kebingungan ingin menolak tapi tak tau bagaimana cara menolaknya.


"Ya udah kalau enggak mau, kak Riko pulang aja!!" mendengar ucapan Maira yang sudah mulai sedih Malvin tidak tinggal diam langsung melihat ke arah Riko dengan tatapan tajam sehingga Riko tau dengan tatapan itu.


"Riko!!"


"Makasih kak!!" sedangkan Riko semakin ke takutan karena istri bosnya memeluknya, meski Maira dan Riko sejak kecil sudah bersahabat.


Riko membatasi untuk dekat dengan Maira karena bibinya melarang dan apalagi sekarang Maira sudah menjadi istri bosnya.


Riko berpisah dengan Maira sejak Maira kelas XI SMA, di karenakan Riko sudah kuliah.


Semenjak kuliah Riko jarang bertemu apalagi Maira sudah sibuk kerja sambil sekolah, mereka bertemu kembali ketika Malvin membawa Maira ke kantor dan pada saat itu Maira di temani Riko di karenakan Malvin sedang meeting.


Semenjak saat itulah Maira dan Riko berteman kembali dan memanggil Maira dengan sebutan kakak sama seperti suaminya.


Malvin melihat itu jangan di tanya sudah menatap Riko dengan tatapan ingin membunuh, Riko yang melihat itu langsung melepas pelukannya.


"Maaf nona!!"

__ADS_1


"Aku bener-bener bahagia banget karena kak Riko mau melakukannya!!" Riko mendengar itu hanya tersenyum getir.


Riko pun memakan seblak itu dengan sedikit ragu takut kepedasan, namun kenyataannya memanglah begitu.


Lima suapan sudah berhasil masuk ke dalam mulut Riko, Maira yang melihatnya merasa kasihan.


"Kak Riko udah, jangan di lanjutin lagi sudah cukup!!"


"Tapi nona ini belum habis separuh!!" ucap Riko karena takut kena omelan Malvin.


"Riko, istriku sudah menyuruhmu untuk berhenti jadi turuti lah!!"


"Baiklah!!" dengan segera meminum teh hangat yang berada di depannya karena merasa kepedasan.


"Gimana Rik??"


"Maksud tuan??" tanya Riko kepada Devan yang senyum-senyum melihat Riko.


"Riko ini sudah di luar jam kerja jangan terlalu formal!!" mendengar itu Riko menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Huff, Van lo mau tau rasanya gimana??" jika di luar jam kerja mereka bertiga menjadi layaknya sahabat.


"Ehem!!"


"Coba aja sendiri!!" ucap Riko dengan kesal kepada Devan.


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


__ADS_2