
Maira yang terus menunduk dan diam tanpa menjawab perkataan suaminya, Lina yang menyadari hal itu langsung angkat bicara.
"Vin lo yakin??"
"Emangnya kenapa?? lagian kan aku cuman mau jenguk nenek, emang ada yang salah??" ucap Malvin yang tidak suka jika di bantah, dan melihat ke arah Maira yang hanya diam saja.
"Sayang kamu kenapa??" tanya sang mama yang melihat menantu kesayangannya bersedih.
"Enggak papah kok ma!!"
"Sayang kamu kenapa?? kamu enggak biasanya kayak gini??" ucap Malvin yang sudah berada di depan istrinya sambil memegang tangannya.
"Aku??....... Aku?? hiks..........Hiks...........Hiks..........." Maira tak berani menatap wajah suaminya, karena Maira tau jika saat menatap wajah Malvin pasti dia akan menangis jika ia melakukannya.
"Sayang tatap aku!!" ucap Malvin sambil me nakup wajah Maira dengan kedua tangannya agar menatap wajah suaminya.
Dan benar ketika Maira melihat wajah Malvin kedua mata mereka saling bertatap-tatapan sehingga Maira tidak bisa membohongi diri sendiri ataupun suaminya diapun menangis.
"Maafkan aku kak!!" sontak Maira langsung memeluk suaminya dan akhirnya Maira menangis di pelukan suaminya.
Sedangkan yang lain merasa kasihan terhadap Maira yang kehidupannya tidak seindah kehidupan orang lain.
"Sayang kenapa kamu minta maaf?? memangnya apa yang sudah terjadi sayang??" karena Malvin tidak ingin istrinya bersedih, dia membalas pelukan istrinya.
__ADS_1
"Kak, apa kakak bisa membatalkan rencana kakak ke rumah sakit??" ucap Maira di sela tangisnya, Maira tidak ingin Malvin tau jika paman dan bibinya telah melarangnya untuk menemui neneknya.
"Memangnya kenapa sayang??"
"Aku mohon kak, hiks..........Hiks..........Hiks.........Hiks!!" melihat istrinya yang menangis Malvin tidak tega melihatnya.
"Baiklah aku batalkan rencana ke rumah sakitnya tapi kamu harus janji untuk tidak menangis lagi??" ucap Malvin sambil mengusap air mata istrinya agar tidak bersedih lagi.
"Maira gue tau apa yang lo rasain saat ini, pasti berat buat lo untuk menerima semuanya. Gue harap lo tetap tegar menjalani semuanya!!" batin Lina yang tidak tega melihat Maira bersedih. Devan kebingungan dengan perkataan Malvin akan kembalinya Dara sang mantan kekasihnya itu.
Pasalnya Devan akan selalu ikut campur dalam urusan Malvin, apalagi kali ini bersangkutan dengan Maira.
"Sayang kamu kenapa melamun??" tanya Lina kepada Devan yang sedari tadi sedang melamun.
"Eh iya sayang ada apa??"
"Enggak kok sayang!!" ucap Devan sambil tersenyum manis kepada istrinya agar tidak penasaran jika ada masalah.
"Syukurlah kalau gitu!!" ucap Lina sambil memeluk suaminya, sedangkan Devan hanya tersenyum. Malvin tau apa yang ada dalam pikirannya Devan, Malvin yang melihat Devan berusaha menyembunyikan masalah itu.
Maira yang sudah mulai tenang, melihat tingkah Lina dan suaminya merasa bahagia karena telah di pertemukan dengan keluarga yang benar-benar menyayanginya.
"Aku sangat bersyukur bertemu mereka papa mertua dan mama mertua ku menyayangi ku suami ku, Lina dan Devan juga menganggap ku ada dalam keluarga ini. Aku tidak tau harus membalas kebaikan mereka dengan apa, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kalian dan teruntuk suami ku!!" batin Maira sambil memerhatikan wajah keluarganya satu persatu tanpa pengetahuan mereka kecuali Malvin.
__ADS_1
Ketika Maira sedang memerhatikan suaminya tiba-tiba.
"Sayang aku tau kalau kau mencintaiku sampai-sampai kau memerhatikan ku sedari tadi!!" bisik Malvin ke telinga Maira sehingga Maira terkejut akan perkataan Malvin yang secara tiba-tiba.
"Aduuuuuh ke tahuan lagi, dia enggak bakal marah hanya saja dia pasti besar kepala karena aku memandangnya sedari tadi!!" batin Maira sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Sayang kamu kenapa??" tanya sang mama sontak Maira langsung membuka tangannya dari wajahnya dan melihat ke arah mamanya lalu tersenyum.
"Enggak papah kok ma!!" Malvin mendengar jawaban sang istri saat di tanya oleh mertuanya hanya senyum-senyum.
"Aku punya rencana gimana kalau kita jalan-jalan, mumpung Maira lagi libur!!" usul Devan kepada semuanya, Malvin tau kenapa Devan memberi usulan seperti itu terhadap keluarganya.
"Gue setuju sama ide lo, kira-kira mau jalan-jalan kemana??" tanya Malvin yang langsung melihat ke arah istrinya.
"Mmmm kemana ya?? pasalnya kita sudah mencoba semua wisata liburan jadi gimana dong??"
"Iya sayang kamu benar lalu bagaimana ini?? mau liburan kemana dong??" Maira yang tidak tau apa-apa hanya diam yang mendengar diskusi mereka.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€