Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 64


__ADS_3

"Anak gue emang suka bangun pagi-pagi!!" ucap Malvin sambil mengingat tingkah putrinya saat bersamanya.


"Ooo, pantes anak gue aja kalah, gue yang sering ngajarin dia bangun pagi tapi enggak pernah dia terapkan beda sama anak lo!!" ucap Arga kepada sahabatnya, berbeda dengan Malvin yang mendengar cerita Arga hanya tertawa terbahak-bahak.


"Udah enggak usah di pikirin namanya juga anak-anak kerjaannya masih males-malesan berbeda dengan kita!!" Arga mendengar perkataan sahabatnya itu malah kesal pasalanya ucapan Malvin dia juga sudah tau tanpa ia bilang.


"Yang lain pada kemana??" ucap Arga mengalihkan pembicaraan, agar Malvin tidak berbicara ngawur lagi.


"Mana gue tau??" ucapnya sambil menyeruput kopi yang sudah di sediakan di kantornya itu.


Sedangkan Arga kesal dengan perkataan sahabatnya yang selalu se enaknya saja, dan tidak memikirkan perasaan yang lain.


Tak lama kemudian terbuka sontak mereka berdua menoleh ke arah pintu, mereka terkejut saat melihat orang yang batu masuk itu.


"Dara???" ucap Malvin dan Arga secara bersamaan sehingga mereka kebingungan dengan datangnya sang mantan itu.


"Denger ya Vin gue enggak mau tau pokoknya properti yang lo janjikan itu harus terpenuhi saat ini juga, atau perjanjian kita BATAL!!" Malvin kebingungan dengan perkataan sahabatnya itu.


Karena Arga berbicara menggunakan nada tinggi, sehingga sahabatnya itu terkejut sekaligus bingung, Arga kesal pasalnya Malvin tidak menjawab ucapan Arga melainkan hanya diam.


"Gue tunggu sampai jam sepuluh siang, kalau lo enggak memenuhi properti itu perjanjian kita akan benar-benar BATAL!!" ucapnya Arga berlangsung pergi dari tempat duduknya."Dan lo cewek enggak jelas!!" ucapnya sambil meninggalkan mereka, Malvin kesal karena Arga pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Mau apa lagi lo datang kesini??" ucap Malvin datar karena dia tidak mau Dara besar kepala karena bisa masuk ke dalam kantor nya.


"Malvin, aku dateng kesini karena sayang sama kamu, aku rindu dimana kita saat menghabiskan waktu untuk berduaan!!" Malvin mengabaikan Dara, karena merasa terabaikan Dara mendengus kesal.


"Lo mau keluar sendiri atau keluar secara paksa?? dan gara-gara lo persahabatan gue hancur!!"


"Vin aku masih sayang sama kamu, tolong kasih kesempatan buat aku memperbaiki semuanya!!" ucap Dara dan berusaha menghampiri Malvin, tetapi langkahnya terhenti.


"Stop, satu langkah lagi jika lo melangkah ke depan lo jangan salahkan gue jika lo enggak akan ngerasain udara bebas. Sebaiknya lo pergi saja dari sini sebelum satpam yang akan menyeret mu keluar paksa dari kantor ku!!" ucap Malvin dengan datarnya tanpa menoleh ke arah Dara, Malvin benar-benar muak dengan kedatangan Dara.


Dara yang mendengar ucapan Malvin berdengus kesal, pasalnya dia sudah bersusah payah untuk bisa masuk ke kantornya Malvin tapi si pemilik kantor malah mengusirnya.


Karena kesabaran Dara sudah habis jadi terpaksa dia pergi, dia pergi bukan berarti menyerah melainkan akan mencari cara lain untuk menemui Malvin.


"Gue kan sudah bilang lo pergi dari ruangan gue atau???" belum menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh orang yang membuka pintu tadi.


"Atau apa??" mendengar suara itu Malvin langsung mendongak melihat siapa yang berbicara, Malvin terkejut karena yang membuka pintu adalah Arga.


"Hehehehe!! 😁😁!!" Malvin hanya cengengesan setelah mendengar perkataan sahabatnya itu."Sorry-sorry gue kira tu nenek lampir balik lagi!!" ucapnya sambil menutup berkas nya.


"Makanya di liat dulu siapa yang datang, jangan main ngomel-ngomel aja!!"

__ADS_1


"Iya sorry-sorry, tadi lo kenapa malah ngomong gitu sama gue??" mendengar ucapan sahabatnya itu di hanya terkekeh.


"Gue hanya becanda, abisnya gue kesel sama tu cewek enggak tau malu udah ninggalin lo dan sekarang malah ngejar-ngejar lo kayak orang kesurupan!!" ucapnya sambil terkekeh setelah mengingat kejadian tadi akan ucapannya yang melintas begitu saja di pikirannya.


"Gila lo punya rencana enggak bilang-bilang dulu sama gue?? main ninggalin gue gitu aja!!"


"Sorry-sorry hanya itu yang terlintas di pikiran gue, dan gue enggak mau dia tau kalau kita udah baikan jadi ya terpaksa gue bicara kayak gitu!!" ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘

__ADS_1


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2