Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 25


__ADS_3

Maira yang masih di dapur mengingat-ingat akan perkataan suaminya itu.


"Aduh bagaimana ini?? apa aku batalin aja ya acara ke villa nya??" ucap Maira kebingungan akan ucapan Malvin terhadapnya. Sedangkan Malvin yang baru selesai mandi tersenyum senang karena telah berhasil menggoda istrinya.


"Kali ini kehidupan ku benar-benar berbeda dari kehidupan ku yang dulu, terima kasih Maira kau sudah menjadi istri yang bisa membuat ku kembali ke jalan yang benar!!" batin Malvin sambil melihat foto-toto Maira yang dia ambil secara diam-diam tanpa pengetahuan istrinya.


Tok.............Tok...........Tok...........


"Kak, udah belom mandinya??" ucap Maira di depan pintu dia tidak berani masuk ke dalam kamar pasalnya Maira masih takut melihat Malvin tidak memakai baju.


Cekleekk.................


"Sayang kamu ini istri ku, kenapa pakai ketuk pintu segala sih hmmm??"


"Hehehehe 😁😁, kita sarapan dulu yuk kak!!" ajak Maira kepada Malvin yang masih berdiri di ambang pintu.


"Mmmmm!!" Malvin pun keluar kamar meninggalkan sambil menarik tangan istrinya menuju meja makan, Maira yang melihat Malvin melakukan itu hanya terdiam. Setalah tiba di meja makan Malvin menatap wajah istrinya yang begitu cantik, begitu juga Maira menatap suami tampannya sehingga tanpa mereka sadari wajah mereka sudah sangat begitu dekat nafas mereka sudah di rasakan oleh sepasang suami istri itu.


"Kau sangat cantik istri ku!! (cup)" Malvin mencium kening istrinya lalu menatapnya kembali.


"Kau juga suami ku sangat tampan!! (cup)" Malvin terkejut karena Maira kali ini sudah berani mencium Malvin lebih dulu.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, sudah bersedia menjadi istri ku!! (cup)" kali ini Malvin memberikan morning kiss kepada istri tercintanya. Tiba-tiba.......


"Oh romantis banget, ternyata si bos Malvin sudah bucin??" Maira dan Malvin kaget mendengar suara orang di dekat mereka karena yang mereka tau hanya ada Malvin dan Maira di apartemen. Mereka berdua pun melihat ke sumber suara, dan betapa terkejutnya Malvin dan Maira karena di seberang sana ada dua sejoli lagi yang sedang memerhatikan mereka.


"Lo berdua ngapain ke sini??" tanya Malvin dengan wajah penuh amarah kepada si pengganggu, ya siapa lagi yang berani mengganggu Malvin kalau bukan Devan dan Lina, sedangkan Maira menahan malu karena ke tahuan melakukan itu bersama Malvin.


"Sorry bro kita enggak tau kalau lo mau kayak gituan sama istri lo!!" ucap Devan sambil menahan tawa karena Devan tau sifat Malvin jika ada yang mengganggunya.


"Sialan lo!!" ucap Malvin sambil duduk di meja makan karena ada si tukang ganggu.


"Hay kak!!" ucap Maira sambil melambaikan tangan kepada tamu tak di undang (Devan dan Lina).


"Hay Maira, hari ini lo enggak sekolah??"


"Oh iya Mai hari ini lo ada rencana enggak??" tanya Lina yang sudah menghampiri Maira.


"Maira ada acara sama gue!!" ucap Malvin dengan jutek, karena Malvin tidak mau acara liburannya kali ini di ganggu.


"Jutek amat lo bro??" ucap Devan sambil menepuk pundak Malvin.


"Gue enggak nanya sama lo kenapa lo yang jawab??" Lina tak kalah jutek dari Malvin, sedangkan Maira melihat tingkah mereka seperti anak kecil Maira hanya geleng-geleng kepala. Karena sangat aneh bagi Maira apa lagi umur mereka diatas Maira tapi tidak ada satupun yang mau mengalah. Maira jengah melihat mereka saling pandang seperti ingin bermusuhan jadi tanpa memberi penawaran Maira langsung makan. Malvin yang menyadari itu langsung menoleh ke arah istrinya itu, begitu juga dengan Lina dan Devan menatap Maira yang seperti biasa saja.

__ADS_1


"Udah liatnya??" tanya Maira dengan tatapan tajam kepada mereka bertiga, sedangkan Malvin, Devan, Lina kebingungan melihat Maira yang menatap seperti itu.


"Sayang kenapa kamu makan duluan??" tanya Malvin karena Maira makan sendiri bahkan piring Malvin masih kosong biasanya Maira mengambilkan makanan untuk suaminya tapi kali ini tidak.


"Oh jadi kalian baru menyadari?? kalian itu seperti anak kecil tau enggak. Ingat umur, kalian lebih tua dari ku tapi kenapa sifat kalian belum berubah??" Maira menatap Malvin yang memulai lebih dulu perdebatan yang tadi.


"Kok gitu??" tanya Devan kebingungan karena di bilang seperti anak kecil.


"Iya lah kalian lebih tua dari aku masa cuman kayak gitu doang di perdebatkan kan aneh!!" ucap Maira dengan penekanan kata aneh.


"Sayang kamu enggak salah mengatakan bahwa suami mu ini aneh??"


"Enggak!!" lagi-lagi menjadi perdebatan, tapi meski berdebat Maira tetap melanjutkan sarapan sedangkan yang lain fokus akan perdebatan mereka.


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


__ADS_2