Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 56


__ADS_3

Singkat cerita author bingung mau bikin cerita apa jadi di persingkat πŸ€—


Kandungan Maira menginjak 9 bulan sedangkan Lina sudah melahirkan, anaknya Devan dan Lina memiliki seorang putri yang bernama Nanda Alifya yang sudah berumur 1 tahun.


Sedangkan Maira hanya tinggal menunggu hari dan waktu yang akan tiba.


"Ayah bisakah ayah berhenti tertawa??" ucap Maira sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal terhadap suaminya.


"Maaf bunda ayah tak bisa menahan tawa, Hahahaha!!"


"Ayah menyebalkan!!" ucap Maira ingin berdiri untuk meninggalkan suaminya tetapi dengan sigap Malvin langsung memeluknya dari belakang.


"Maaf sayang, ayah tidak bermaksud untuk menertawakan perkataan bunda!!(cup)" Malvin mencium pipi istrinya dari samping, sedangkan Maira masih terdiam.


Malvin yang tidak melihat reaksi istrinya langsung membalik tubuh istrinya.


"Bunda, ayah minta maaf!!" jawab Malvin sambil menakup pipi istrinya sedangkan Maira hanya menutup mata nya."Bunda apakah kau menginginkan ciuman dari ayah??" tanya Malvin yang melihat istrinya menutup mata nya.


"Ayah perut ku sakit!!" mendengar ucapan istri Malvin panik.


"Sayang apakah kau akan melahirkan sekarang??" tanya Malvin panik melihat istrinya kesakitan tetapi tiba-tiba Maira terdiam dan melihat ke arah suaminya.


"Ayah sepertinya ini hanya kontraksi saja!!" mendengar itu Malvin langsung duduk lemas, Maira melihat suaminya seperti itu merasa kasihan pasalnya dia tak ada niatan untuk mengerjai suaminya."Ayah, ayah marah??" ucap Maira sedikit takut karena suaminya tadi sangat panik tetapi seketika Malvin terdiam setelah mendengar perkataan istrinya jika hanya kontraksi saja.


Malvin tersadar jika saat ini telah membuat istrinya khawatir jadi Malvin mendongak melihat ke arah istrinya.


"Tidak bun, ayah tidak marah sama bunda!!" Malvin langsung berdiri dan duduk di pinggir ranjang lalu melihat ke arah istrinya."Kemari lah bun!!" ucap Malvin sambil merentangkan tangannya.

__ADS_1


"Maaf ayah bunda tidak bermaksud buat ngerjain ayah tapi tadi memang sakit setelah itu hilang!!" ucap Maira sambil tertunduk, karena takut jika suaminya marah.


"Sayang, ayah enggak marah tadi ayah cuman terkejut aja!!!(cup)" Malvin mencium istrinya sekilas agar tidak merasa bersalah.


"Sepertinya nanti anak kita akan seperti mu sifatnya yah, nyebelin!!" mendengar ucapan istrinya Malvin hanya tersenyum.


"Seperti apapun sifatnya nanti kita didik bareng-bareng ya bun!!" mendengar ucapan suaminya Maira pun mengangguk dan langsung memeluk suaminya sambil terisak."Bun, bunda kenapa nangis??" ucap Malvin sambil meregangkan pelukannya dan berusaha melihat wajah istrinya.


"Maaf kan bunda ayah!!"


"Kenapa bunda meminta maaf?? bunda tidak salah!!" jawab Malvin sambil mengusap air mata nya dengan ibu jarinya.


"Bunda selalu merepotkan ayah!!" masih dalam terisak karena tak kuat menahan air matanya yang keluar terus-menerus.


"Bunda tidak pernah merepotkan ayah, justru ayah seneng bisa menjadi suami siaga untuk keluarga kecil ayah!!(cup)" lagi-lagi Malvin mencium istrinya agar tidak bersedih lagi, dan kenyataannya benar Maira langsung luluh dan tersenyum lagi.


"Nah gitu dong bun senyum jangan sedih lagi ya!!"


Melihat tingkah istrinya Malvin langsung menggelitik istrinya karena merasa gemas, sedangkan Maira tertawa karena merasa geli.


"Ayah udah hentikan geli!!"


"Baiklah tapi ada syaratnya!!" ucap Malvin dengan senyum jahilnya kepada istrinya.


"Memangnya syaratnya apa??"


"Syaratnya ini!!" ucap Malvin menunjukkan ke arah pipinya agar di cium oleh istrinya, mendengar permintaan suaminya Maira pun tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah ayah!!!(cup)"


"Lagi, karena yang disini belum bun!!" Malvin meminta di cium lagi oleh istrinya.


"Ayah kebiasaan deh!!(cup................Cup...............Cup..........)" Maira langsung meng hujami suaminya dengan bertubi-tubi ciuman.


Malvin senang saat melihat istrinya melakukan itu terhadapnya.


Hari semakin siang, Maira dan Malvin menghabiskan waktunya hanya berduaan di apartemen mereka, karena mereka takut terjadi kontraksi lagi jadi Malvin benar-benar sudah menyiapkan semuanya persiapan untuk istrinya lahiran.


Malvin membuat sesuatu agar istrinya tidak merasa bosan, Maira bahagia mendapatkan suami yang sebaik Malvin.


Walau Maira sering mimpi buruk tentang kehidupannya yang dulu tetapi itu tak membuat Malvin kehilangan akal.


Ketika istrinya mimpi buruk Malvin membelai rambut dan pipi istrinya agar lebih tenang, dan ternyata benar Maira lebih tenang dan mulai tersenyum dalam tidurnya.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.

__ADS_1


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2