Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 66


__ADS_3

Arga bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Kania, alasan apa yang tepat untuknya dan tidak menyakiti perasaannya.


"Cantik, boleh papa ngomong sesuatu??"


"Apa itu pa??" mendengar Kania yang antusias membuat Arga semakin kebingungan akan mengatakan apa terhadap putri angkatnya itu.


"Huuffff!!" Arga menghela nafas sebelum menjelaskan semuanya kepada Kania."Cantik sebelum papa mengatakannya kamu harus janji untuk tidak marah!!" ucap Arga kepada putrinya Kania pun mengangguk, Arga yang melihat putrinya diam saja terkekeh.


"Papa??"


"Baiklah-baiklah, ayah dan bunda mu tidak bisa datang hari ini!!" Arga terdiam melihat reaksi Kania."Ayah sama bunda kamu punya alasan kenapa tidak datang!!" ucap nya lagi sambil memeluk putri angkatnya agar tidak bersedih.


"Papa!!"


"Iya cantik ada apa??" ucapnya sambil menakup pipi putrinya dan menatap putrinya melalui tatapan dari matanya.


"Emmm, papa mau telfon bunda??" Arga kaget saat Kania meminta untuk menghubungi sahabatnya.


"Baiklah kita video call ok!!" mendengar ucapan papanya Kania langsung tersenyum dan mengangguk.


Argapun menghubungi sahabatnya itu agar putrinya tidak merajuk, Arga sudah siap jika sahabatnya itu akan ngomel-ngomel nantinya.


Arga πŸ“²"Hallo Vin!!"


Malvin πŸ“²"Ada apa Ga??"


Kania πŸ“²"Ayaaah, aku merindukan ayah!!" (Malvin terkejut saat melihat wajah putrinya.)


Malvin πŸ“²"Hallo putri ayah, maaf ayah tidak bisa menjenguk mu karena??"


Arga πŸ“²"Kania dengarkan papa, ayah akan mengatakan alasannya kenapa tidak jadi tapi dengan satu syarat kamu tidak boleh sedih!!"


(Kania pun hanya mengangguk.)


Kania πŸ“²"Emmm, Kania janji enggak akan sedih!!"

__ADS_1


(Malvin tersenyum melihat tingkah putrinya itu, lalu Malvin pun mendekat ke arah Maira dan tampaklah Maira di layar ponsel itu.)


Maira πŸ“²"Hallo putri bun!!"


Kania πŸ“²"Bundaaa!!"


(Maira tersenyum melihat putrinya meski hanya di layar ponsel.)


Maira πŸ“²"Putri bunda enggak boleh nakal saat tinggal bersama papa!!"


(Gadis itupun mengangguk.)


Malvin πŸ“²"Ya sudah nanti ayah hubungi lagi soalnya bunda harus istirahat ok cantik!!"


Arga pun mematikan ponselnya agar Maira ataupun Malvin tidak menangis.


"Maaf tuan sudah sampai!!" ucap sang supir sehingga membuat Arga langsung melihat sekitar ternyata memang sudah tiba di depan sekolah putranya.


"Baik, cantik yuk kita turun!!" ucapnya sambil menggendong Kania, di sana banyak anak-anak yang sedang bermain-main.


"Papa itu kakak!!" Arga pun langsung mengikuti kemana arah yang di tunjuk oleh Kania.


"Baiklah kita kesana yuk!!" akhirnya mereka menghampiri Zyan yang sedang mencoret-coret bukunya.


"Kakak!!!" mendengar hal itu Zyan pun langsung menoleh ke arah suara dan betapa terkejutnya Zyan dengan kedatangan papa dan adeknya itu.


"Adek!!" ucapnya langsung memeluk adeknya.


"Kok cuman adek yang di peluk papa enggak nih??" mendengar ucapan papanya Zyan terkekeh dan langsung menghampiri papanya untuk memeluknya.


"Ini ada apa pa?? kok tiba-tiba dateng kesekolah aku?? Zyan enggak bikin masalah kok pa!!" ucapnya sambil menundukkan kepala karena takut.


"Hahaha, Zyan, Zyan papa kesini karena ada yang rindu sama Zyan!!"


"Siapa pah??" tanyanya kepada papanya yang tersenyum melihat kebingungan putranya.

__ADS_1


"Nih putri cantik nya papa!!" mendengar perkataan sang papa Zyan langsung menoleh ke arah Kania.


"Tapi pa bentar lagi kan aku masuk kelas!!" ucapnya masih memlihat kearah adeknya.


Sedangkan Arga hanya tersenyum melihat tingkah putranya yang senang dengan kenangan mereka.


"Putra papa tenang saja papa akan minta izin kepada pihak sekolah agar kamu bisa pulang lebih awal!!"


"Beneran pa??" ucapnya untuk meyakinkan ucapan papanya itu.


"Iya kali ini papa tidak berbohong, kalian tunggu disini dulu ya papa mau ke ruangan kepala sekolah dulu!!" Zyan dan Kania mengangguk, dan akhirnya Arga pun pergi ke ruang kepala sekolah dan membiarkan putra dan putrinya bermain di taman sekolah itu.


Kania dan Zyan terlihat sangat bahagia saat bermain dengan adeknya, mereka tertawa dan saling kejar-kejaran di taman.


"Kak udahan ya aku udah capek!!"


"Ya udah kita duduk di sana yuk sambil nungguin papa!!" Kania pun mengangguk dan mengikuti langkah kakaknya menuju kursi yang ada di taman sekolah itu.


"Kak aku haus!!"


"Ini minumlah!!" ucap Zyan sambil menyodorkan minuman kepada sang adek.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘

__ADS_1


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2