
Maira yang mendengar kabar bahwa putrinya di culik menangis histeris bahkan Malvin hampir kewalahan saat menghibur nya.
"Mai lo tenang, gue yakin kok suami lo ini pasti nemuin anak lo!!" ucap Lina sambil memeluk Maira.
"Bun makan dulu ya!!" ucap Malvin sambil membawa makan ke depan istrinya.
"Bunda enggak mau yah, bunda maunya Kania!!" ucap Maira sambil menutup wajahnya dan menangis sejadi-jadinya Malvin yang tidak tega melihatnya langsung menghampiri nya dan memeluknya.
"Bunda percaya kan sama ayah??" Maira mendengar ucapan suaminya melepaskan tangannya dari wajahnya dan menatap suaminya.
"Kenapa mereka melakukan ini sama kania??" ucap Maira sambil memeluk suaminya.
"Permisi tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan!!"
"Suruh dia kesini!!" ucap Malvin kepada para pelayannya.
Tak lama kemudian pelayan tadi datang membawa tamu tersebut, Malvin menautkan alisnya setelah melihat tamu tersebut.
"Dion?? Ada perlu apa lo??" ucap Malvin dengan geram setelah melihat Dion, karena laporan yang di terima oleh nya dari anggotanya pera penculikan adalah salah satu anghotanya Dion.
Jadi semenjak itu lah Malvin geram setelah melihat Dion, walaupun Dion menjelaskan bahwa bukan dirinya yang menculik Kania.
__ADS_1
"Vin gue bersumpah itu bukan gue, dan foto yang lo kasih itu emang pernah jadi anak buah gue tapi ydah lama gue pecat karena dia tidak menuruti keinginan gue malahan mengikuti perintah sepupu gue!!" ucapnya sambil bersimpuh di hadapan Malvin agar mendapat maaf darinya.
"Kalau bukan kak Dion lalu siapa??" tanya Maira dengan rasa penasarannya Maira pun melepas pelukannya dari suaminya.
"Itu pasti ulah sepupu gue, ku mohon percayalah sama gue kali ini aja!!" ucap Dion yang kali ini bersimpuh sambil memegang kakinya Malvin.
Saat Malvin ingin bicara tiba-tiba Maira pingsan, Malvin yang melihat istrinya panik dan kebingungan.
"Bun bangun bun!!" ucapnya sambil menepuk pelan pipi istrinya, Dion yang melihat Maira pingsan langsung menghubungi dokter pribadi keluarga Malvin.
***********
Sedangkan di sisi lain Kania menangis histeris dengan posisi tangannya di ikat ke belakang.
"Ra mau apakan ni anak??"
"Lo telfon gih si Ririn, suruh dia kesini!!" ucap Dara kepada Gea.
Entah apa yang mereka rencanakan saat ini tidak ada yang tau hanya Dara lah yang tau semuanya.
"Sebenarnya apa yang lo rencanain?? Karena gue yakin bentar lagi pasti Dion bakal nemuin gue karena masalah ini!!" ucap Gea panik karena takut jika Dion menemuinya di saat mereka masih bersama Kania.
__ADS_1
"Lo tenang aja, setelah sepupu lo itu dateng kesini Kania sudah tidak bersama kita lagi!!" ucap Dara sambil senyum seringai, sambil melihat ke arah Kania yang sedang tertidur karena obat bius yang di berikan oleh nya agar tidak berteriak.
******
Malvin dan Arga terus mencari ke berbagai tempat untuk menemukan Kania, sedangkan Zyan yang mendengar kabar bahwa Kania hilang.
Zyan selalu menangis karena hilangnya Kania, bahkan Zyan sering kali telat makan karena setiap kali waktu makan Zyan menangis dan menolak untuk makan.
Sedangkan Arga yang bingung dengan keadaan anaknya dan di satu sisi dia memikirkan Kania, karena para pengawalnya tidak bisa menjaga.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
__ADS_1
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€