CINTA AKIRA

CINTA AKIRA
Malam pertama dengan Hiroaki


__ADS_3

Aku benar-benar bingung dengan keadaan ini. Apakah aku benar-benar harus menikah dengan Hiroaki? Tentu dia pria yang aku inginkan. Tetapi, aku telah menikah dengan Rean. Memang, tubuh ini bukan milikku. Tapi jiwa ini adalah aku. Bagaimana aku bisa menikah dengan dua pria?


"Akira"


Sebuah panggilan mengejutkanku. Dia lagi?


"Hei, kamu tahu, aku sekarang aku berada dalam masalah yang sulit. Aku harus menikah dengan tunanganmu," ucapku dengan nada sebal.


Dia tersenyum.


"Hanya tubuhku yang akan menikah dengannya Akira. Namun jiwamu yang bisa merasakan cintanya," ucap gadis itu dengan sedih.


"Menikahlah dengannya Akira, dia adalah pria yang kamu cintai, dan dia juga mencintaimu," tambahnya.


" Apa kau sudah gila! aku tak mungkin menikahi dua orang!"

__ADS_1


"Kamu hanya akan menikahi satu orang, Rean. dan Hiroaki menikah bukan denganmu, tapi dengan raga milikku, aku hanya meminjam jiwamu untuk menggerakkannya."


Konyol sekali. Gadis ini dengan mudahnya mengatakan ini padaku. Ah, aky akan memberinya pelajaran kali ini. Enak saja melibatkan aku dalam masalah yang sulit ini.


"Baiklah, aku akan menikah dengan Hiroaki untukmu. Tapi, apa kamu yakin, kamu merelakan malam pertamamu untukku? Akan kunikmati tubuh kekasihmu itu, dan akan kubuat dia takan melupakan malam itu," ucapku, untuk menggoda gadis ini.


"Lakukanlah, aku rela malam pertama Hiroaki dilakukan dengan orang yang dia cintai, meski dengan ragaku yang di gunakan."


Gadis itu menghilang dari hadapanku. Aku menelan ludah dengan kesulitan.


Aku didandani dengan sangat cantik, deretan anting di telingaku dilepaskan satu -persatu, berganti dengan sebuah anting panjang yang sangat manis. Beberapa kali aku bersin, karena berkali-kali kuas bedak disapukan. berganti dengan blush on. Perias wajah di hadapanku ini, tampak sangat kewalahan menghadapiku. Karena berkali-kali aku memprotes dan menyingkirkan tangannya. Setelah hampir kurang lebih satu jam, aku telah siap naik ke pelaminan. Aku mendengar Hiroaki melafalkan kalimat yang diucapkan oleh seorang muslim. Dan dia telah resmi menjadi seorang muslim sekarang. Sebab gadis ini dan Kakaknya adalah seorang muslim. Ah, begini ternyata, ritual pernikahan dalam islam.


Pesta telah usai. Karena aku sekarang adalah istri Hiroaki, maksudnya, raga gadis ini telah menjadi istri Hiroaki, maka Aku harus tinggal di apartemen miliknya.


pukul 10.30. Aku masih merasa sangat canggung dengan keadaan ini. Seharusnya, ini adalah malam yang aku tunggu. Tetapi, entah mengapa, aku menjadi ragu untuk melakukannya.

__ADS_1


Hiroaki keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di pinggangnya.


Tetesan air yang jatuh dari ujung rambutnya yang basah, meluncur membasahi dadanya yang berbentuk seperti roti sobek. **** sekali. Sulit sekali aku menelan saliva. Wajahnya, tampak lebih terang karena efek segar setelah mandi, semakin menggodaku untuk segera jatuh dalam pelukannya. Aku memejamkan mata, agar berhenti melihat pemandangan di hadapanku itu. Aku takut, fantasi liarku, akan membuatku kehilangan kontrol.


"Kamu tidak mandi Ra," ucapnya dengan masih mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Ah, benar juga, dengan berlama-lama di kamar mandi, pasti akan membuatnya lelah, kemudian tertidur. Ide bagus.


Aku segera meninggalkan Hiroaki, dan berlama-lama berendam dalam bathtub. Aku yakin setelah aku selesai, dia pasti sudah tertidur.


Setelah selesai berendam dan membasuh diri. Aku memakai banu longgar dalam rak baju yang ada di dalam kamar mandi Hiroaki. Ada beberapa kaus longgar dan celana pendek di dalamnya. Ah, ternyata Hiroaki telah menyiapkan pakaian dalamku di sini. Sehingga aku jadi lebih mudah untuk mengganti baju.


Hiroaki tampak masih sibuk dengan laptopnya.


Wajahnya semakin tampan dengan sebuah kacamata bertengger di hidungnya. Dengan kaus longgar dan celana hitam yang sama persis dengan yang aku kenakan, dia jadi terlihat santai.

__ADS_1


Aku tidak tahan dengan pemandangan itu. Aku duduk di pangkuannya, melilitkan tanganku di lehernya. Dia melepaskan kacamatanya dan menutup laptopnya. Kemudian memeluk pinggangku. Memberikan sebuah kecupa manis di keningku.


__ADS_2