CINTA AKIRA

CINTA AKIRA
Maafkan Akira, Tuhan


__ADS_3

Pagi ini terasa sangat tidak menyenangkan.


Pikiran Akira menerawang, mengingat pertama kali datang ke negara ini. Saat itu, tanggal tiga belas.


Akira duduk sendirian di sebuah kereta. Dia tak pernah tahu kursi yang dia duduki adalah kursi istimewa, yang membuatnya bertahan di negara ini. Membuatnya kehilangan segalanya, hampir tanpa tersisa. Mungkin jika dulu dia tak pernah datang ke negara ini, semuanya mungkin akan masih baik-baik saja.


Kekuatan sialan yang bersemayam dalam tubuhnya, telah memaksa Akira, Hiroaki dan Rea menemui hidup yang sangat sulit.


Akira berkeliling pantai untuk menghilangkan kejenuhan pikirannya. Dia bertemu dengan gadis kecil penjual ikan asin bernama Fatma. Gadis kecil itu mengingatkannya pada dirinya sendiri saat berusia sepuluh tahun.


"Teteh mau beli ikan asin?" tawar gadis kecil itu pada Akira.


Akira tersenyum melihat gadis itu, lalu mengeluarkan uang berwarna merah padanya.


"Ah, maaf Teh, teu aya kembalian. Eh, maaf, tak ada kembaliannya, belum dapat pembeli soalnya, Teh."


"Ah, gak pa-pa, Kakak hanya beli satu saja, kembaliannya buat kamu."

__ADS_1


"Tapi maaf, Teh, aku tidak sedang minta-minta."


"Gak pa-pa, Kakak bukan sedang memberi, tapi Kakak sedang membeli daganganmu dengan harga segitu. Lihat, apakah Kakak seperti penduduk asing? Berarti Kakak adalah turis kan? biasanya turis itu, akan membeli sesuka hati dia kan?"


Gadis itu tampak mengamati wajah Akira, kemudian tersenyum.


"Ah, benar, Teteh bukan orang sini ya, tapi... aku tidak mau menjual dengan harga yang begitu mahal. Meski pada orang asing."


Akira kembali tersenyum, celotehan gadis ini sangat berbeda dengan gadis seusianya.


"Baiklah, berapa akan kamu jual satu?'


"Baiklah, Kakak tak akan membeli daganganmu, tetapi akan menyewamu menjadi tour guide Kakak, gimana? kamu mau? Kakak akan bayar dua lembar seperti itu. Sekaligus kamu bisa tetap berjualan, sambil menemani Kakak," tawar Akira.


"Tour guide itu apa?"


Akira terpingkal dengan tingkah lucu untuk anak di sampingnya ini,

__ADS_1


"Pemandu wisata, adek sayang, Kakak bukan orang sini, dan tak bisa bahasa orang sini. Jadi, Kakak butuh orang yang bisa berkomunikasi dengan orang-orang sekitar. Kakak mau sewa jetsky, kamu bisa bantu? dan gimana kalau kamu ikut naik sama Kakak?" tawar Akira lagi.


Gadis itu memindai kembali wajah Akira. Kemudian setuju dengan tawaran Akira.


Mereka berjalan menuju tepi pantai, kemudian gadis itu menawar untuk menyewa jetsky, dia tampak sumringah karena berhasil membantu Akira untuk menyewa jetsky dengan harga sewa di bawah harga normal. Tentunya itu lebih murah dan bisa membuatnya menambah durasi bermain dengan harga yang sama.


Mereka tampak gembira, karena bisa bermain permainan itu dengan durasi yang cukup lama, bahkan ada beberapa menit bonus.


Gadis itu nampak sangat bahagia, baru pertama kalinya dia bisa terbang di atas air katanya. Seperti perjanjian awal, Akira memberi bayaran dua lembar untuk gadis tadi.


"Kamu, mau naik banana boot?" tawar Akira. tetapi, gadis itu menggeleng.


"Bagaimana kalau naik motor APV?"


Gadis itu nampak berpikir keras, tapi akhirnya dia juga setuju. Menyenangkan sekali ternyata, bermain dengan bocah kecil ini. Senyumnya tulus, tawanya membuat hati gembira.


Setelah mennghabiskan waktu , Akira makan di saung pinggiran pantai. Gadis itu bercerita banyak hal tentang dirinya.

__ADS_1


Akira tak pernah merasakan kesusahan seperti gadis ini, dia malu untuk mengeluh pada Tuhannya, hidupnya sangat beruntung, maka dia merasa pantas untuk bersyukur.


Tuhan, ampuni aku, bisik akira dalam hati


__ADS_2