CINTA AKIRA

CINTA AKIRA
Tentang cita-cita kami


__ADS_3

Aku dan Hiroaki punya cita-cita yang kami bahas saat kecil. Aku ingin menjadi petinju dunia, dan Hiroaki ingin menjadi penembak jitu.


Menjadi seorang petinju adalah keinginan terbesar dalam hidupku. Aku ingin menjadi bagian dari negara ini, dan mengharumkan namanya lewat olimpiade dan Hiroaki ingin menjadi bagian dari penjaga perbatasan. Seorang squadron angkatan udara.


Ini adalah mimpi masa anak-anak. Itulah alasanku dan Hiroaki mengikuti eskul selama ini.


Jiwa keras yang ada di dalam hatiku, berbanding terbalik dengan fisikku. Kami sangat menyukai film-film action dan suka menghabiskan akhir pekan dengan menonton bioskop.


Umur Hiroaki hanya satu tahun lebih tua dariku, kami adalah dua sahabat, yang bahkan tak bisa membedakan mana persahabatan dan mana cinta.


Kami bahkan tak perduli jika salah satu dari kami nantinya akan jatuh cinta dengan orang lain. Yang pasti, di hati kami saling mencintai dan menyayangi tanpa syarat dan mengikat. Tak ada kata pacaran ataupun status pasangan kekasih. hati kami, hubungan ini lebih dari sekedar rasa ingin memiliki.


Seandainyapun nanti, kami harus menikah dengan pasangan yang berbeda, hati kami takan berubah. Itu janji yang kami buat bersama.


"Aaaaaaa!"


Pagi ini, setelah selesai mandi, Aku dikejutkan dengan kedatangan Hiroaki yang dengan santainya tiduran di kasur.


'Darimana makhluk ini masuk? bukankah pintu sudah aku kunci?'


"Hei! ngapain kamu di kamarku? ini kamar cewek tau. Main selonong masuk! "

__ADS_1


"Mau numpang mandi," ucap hiroaki cuek.


"Memang, air di kamar mandi kamu kenapa?


"Ada. Tapi pengin mandi sambil liat kamu aja," ucapnya sambil tertawa meledek.


Pandangannya tak lepas dariku yang hanya mengenakan Bathrobe. Dia menelan salivanya.


"Apa? Katanya mau mandi? ngapain kamu liatin aku kaya gitu? dasar mesum! Udah sana gih, masuk kamar mandi! daripada nanti imanmu goyah karena aku. Aku mo pake seragam ini!" ucapku sambil mendorongnya ke kamar mandi lalu menutup pintu.


" Eh, tenang aja. Meskipun kamu telanjang di depanku, aku gak bakal tergoda. Kamu sama aku kan sama. Sama-sama gila maksudnya. Hahaha," ucapnya dengan seenaknya.


"Rese! Dah sana ! Mandi. Orang gila!"


Setelah selesai memakai seragam sekolah, aku mengambil sepatu samping pintu kamar mandi.


Bruk!


Hiroaki meleparkan handuknya ke arah mukaku. Eits, jangan porno dulu ya?, dia itu langsung ganti seragam sekolah di kamar mandi. Jadi pas lempar handuk, dia gak telanjang, dan, kita ini bukan orang -orang mesum ya.


"Apaan sih kamu Hiroaki! handukmu bakal aku jadikan keset kamarku baru tau rasa nanti! "

__ADS_1


"Boleh. Gak masalah. Yang penting, nanti, tiap mandi aku pinjem handuk kamu, hahaha,"


"Ngarep!" jawabku sambil menjemurkan handuknya di hanger.


Tiba-tiba, dia mendekat ke arahku, memojokkan tubuhku hingga menempel di pintu, kemudian mengunciku dengan kedua tangannya.


Aku tersenyum licik, mengarahkan sebuah pukulan ke arah lambungnya.


"Aw! sakit tau. Kamu mau membunuhku ya?" ucapnya masih dengan memegangi lambungnya.


"Siapa suruh, pagi-pagi usil!" ucapku dengan tawa puas.


"Sudahlah! cepetan, nanti telat!"


Kami berangkat ke sekolah dengan menggunakan motor besar milik Hiroaki.


Setelah helm terpasang dengan aman. Diapun menjalankan motor dengan kecepatan sedang.


"Kamu jadi? nanti setelah lulus, mencoba maduk sekolah kedinasan?


"Aku masih belum tau Ra. Kalau nanti kamu gak bisa masuk ke sana, aku bakalan pindah haluan. Mungkin aku akan memilih kuliah, atau malah akan mencoba melamar perkerjaan di perusahaan otomotif."

__ADS_1


"Jangan Hiroaki, paling gak, salah satu dari kita harus bisa memenuhi cita-cita kita berdua. Jika nanti aku gagal karena aku kurang berprestasi, kamu harus berjuang, karena kamu memiliki segudang prestasi. "


"Entahlah Akira, " jawabnya sambil pesimis.


__ADS_2