CINTA AKIRA

CINTA AKIRA
Ultah Caty


__ADS_3

Hari ini adalah hari ulang tahun Caty. Dia memesan seluruh kedai untuk mengundang teman-temannya. Caty sangat cantik dengan gaun warna hitam di atas lutut. Hiasan rambut yang sangat manis, mengeankan dia adalah boneka barbie tercantik yang pernah ada. Memang, tubuhnya cukup berisi, tetapi, tak mengurangi kecantian wajahnya sedikitpun. Sungguh dia adalah bidadari tercantik yang pernah aku temui. Sungguh, jika dia mau sedikit saja mengurangi berat badannya, maka jika dia berdiri di sampingku, dia akan bersinar dan aku akan meredup karena malu.


Leo datang dengan membawa rombongannya, jika saja bukan karena akulah penanggung jawab acara, maka aku akan lebih memilih pergi dari pesta ini, daripada harus melihat tingkah Leo yang sok paling keren. Entah Caty yang benar-benar sudah dibutakan oleh cinta? atau memang dia itu benar-benar bodoh hingga tak menyadari sifat Leo yang sebenarnya.


Dika tampak sibuk meracik minuman, dia benar-benar sudah seperti bartender yang profesional. Gadis-gadis mengerubunginya dan menikmati atraksinya. Sedangkan empat karyawan yang lain, sibuk mengantarkan makanan dan minuman pada para tamu undangan.


"Dika, aku ke halaman belakang sebentar ya, kaki dan tanganku terasa pegal."


"Baiklah, kamu istirahat saja dulu, jika memang, aku akan menghandle semuanya."


"Um, terima kasih Ka."


Aku berjalan di atas rumput yang tumbuh dengan baik di halaman belakang. Duduk di sebuah kursi panjang bercat putih. Menikmati segarnya udara malam yang dingin dihujani dengan daun-daun dari pohon-pohon besar yang tumbuh ditepian pagar.

__ADS_1


PRANG!!


Tetiba terdengar keributan dari dalam kedai. Aku segera kembali untuk mengecek keadaan. Tampak Caty menangis sesengukan, dan Dika memeluk Caty. Seorang wanita sexy sedang mengamuk memecahkan gelas minuman sambil berteriak mengeluarkan cacian dan makian kasar terhadap Caty. Dia ternyata adalah kekasih Leo sang casanova. Aku segera melerai pertengkaran. Mereka menjadi tontonan yang menarik untuk para tamu. Aku menghalau tangan wanita sexy tadi yang hampir saja menampar Caty.


"Maaf, Nona, saya mohon jangan buat keributan di sini. Kita bisa selesaikan dengan baik di ruangan saya. Mari saya antarkan!"


Wanita itu tampak naik pitam, wajahnya memerah bahkan rahangnyapun mengeras. Leo tampak biasa saja menyaksikan Caty dihina dihadapannya. Dari hasil pertemuan kami, Leo lebih memilih pergi bersama wanita itu daripada menenangkan Caty.


Dika coba menenangkan Caty dengan jurus rayuan dewanya. Alhasil Caty pun akhirnya tertawa.


Dika mengambil gitar di panggung, duduk di kursi, kemudian memetik gitarnya, dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kami bertiga bernyanyi bersama diiringi petikan gitar.


Kami minum bersama, melupakan semua insiden tadi.

__ADS_1


Waktu telah menunjukkan pukul 02.00, Caty sudah tertidur di sudut sofa. Aku dan Dika membereskan sisa keacauan pesta tadi, lelah sekali rasanya. Aku duduk di atas rumput, memandangi bintang-bintang di atas langit, bulan bersembunyi di sela-sela dedaunan.


"Kamu pasti lelah Ra," ucap Dika sambil menyodorkan air mineral kemasan.


Dika duduk persis di sampingku. Memandang langit, meluruskan kakinya, berbaring dan memejamkan mata.


"Untuk apa Kak Rean datang kemaren, Ra?" tanya Dika tiba-tiba.


Aku tersentak, memandang kearahnya, tanpa menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.


Hening.


" Dia memintaku, kembali padanya, Ka."

__ADS_1


__ADS_2