
Akira kembali ke penginapannya. Dika masih bersikap dingin karena pikirannya masih mangingat kata-kata Rean. Bahwa pernikahan itu membuat Akira menderita.
Semua tak akan kembali lagi seperti semula, hubungan, kasih sayang dan apapun itu. Semuanya berbeda. Dika tak pernah tahu, bahwa di hati Akira sekarang telah tumbuh cinta padanya. Tetapi karena masalah yang datang silih berganti, maka Akira tidak menyadari perasaannya itu.
Setelah kembali dari Anyer hari ini, maka dia akan mengubah seluruh dunianya. Tak akan lagi membiarkan siapapun mengisi hatinya. Dia harus bahagia.
Akira mendesign ulang rumahnya, dia menyingkirkan segala perabot yang berhubungan dengan Rean. menggantinya dengan yang baru. Menyingkirkan semua foto Rean, hingga tak ada lagi yang akan dia simpan. dia memasukannya dalam box dan mengirimnya pada Rean, sebagai peringatan, bahwa Akira akan melupakan Rean untuk selamanya.
Akira mendekor ulang kedai, menggantinya dengan nuansa kekinian. Menyediakan panggung musik untuk siapapun yang ingin menyalurkan hobi mereka. Drum, gitar listrik, keybord, dan berbagai alat musik. Membiarkan siapa saja main di panggungnya.
Hari ini, dia akan menjadi Akira yang baru. Akira yang takan lagi mau dilukai. Oleh siapapun. Tak lagi lemah, dan mudah ditindas.
__ADS_1
Rahasia hari kemarin akan dia simpan rapat. Biar hanya dia, Rean, dan Tuhan yang tahu. Wanita berhijab, bukan berarti lemah. Dia harus mengolah kembali tubuhnya, dia tak perlu pergi ke gim, cukup mengembangkan saja apa yang dulu pernah dia pelajari.
Halaman belakang yang luas di rubahnya menjadi arena panah. Dan membuka Dojo. Dia ingin banyak wanita bisa menjadi kuat, agar tak mengalami hal buruk karena keegoisan pria. Dia juga menyediakan samsak gantung dan samsak berdiri, untuk mereka yang ingin berlatih boxing.
Dika setuju dengan apapun yang Akira lakukan. Apapun asal Akira bahagia. Proses renovasi itu ternyata membuat hubungan Dika dan Akira menjadi lebih dekat.
...----------------...
Akira, Rean, Dika dan Biyan pada satu arena pertandingan. Mengawali hidup baru mereka dengan membukanya dengan balapan.
Pertandingan di mulai, motor masing-masing melaju dengan cepat. Semuanya saling bersaing untuk sampai ke garis finish, dan akhirnya pertandingan di menangkan oleh Akira. Sebenarnya Akira tahu, bahwa mereka semua melambatkan motor mereka dan membiarkan Akira menang.
__ADS_1
Mereka menutup acara dengan makan bersama. Disitu juga ada Aida, yang sekarang sudah tahu, pria yang disukainya adalah suami dari Akira. Meski ada rasa kecewa di hatinya, tapi, dia memang harus ikhlas menerima kenyataannya.
"Aida, boleh aku bicara berdua denganmu?" tanya Akira.
Aida mengangguk menyetujui untuk bicara dengan Akira, mereka menepi dari kerumunan, dan memilih tempat yang tersembunyi dari pandangan banyak orang.
"Aida, aku tahu, kamu mencintai Dika, dan aku juga tahu, perasaan kamu tumbuh, karena aku yang tak jujur mengakui Dika sebagai suamiku, hingga membuatmu berharap padanya. Tapi, maaf, aku mulai mencintainya. Apakah kamu mau memaafkanku, Ai?"
Aida mengangguk, disertai senyum, yang Akira sendiri sadar, itu senyum yang dipaksakan.
"Aida, jika Dika mau, aku akan membiarkanmu menjadi maduku. Tanyalah padanya. Siapa tahu Dika bersedia. Aku ingin punya putra yang hebat dari kalian."
__ADS_1
Akira bangkit dari kursinya, meninggalkan Aida yang masih tak percaya, bahwa ada wanita yang mau berbagi suaminya dengannya. Aida menatap punggung yang pergi itu dengan hati yang penuh tanda tanya.