Cinta Johanna

Cinta Johanna
Bagian 27


__ADS_3

...CINTA JOHANNA...


...Penulis : David Khanz...


...Bagian 27...


...------- o0o -------...


Setelah menunaikan ibadah salat Subuh, Ravi tidak langsung keluar Musala. Dia diam di sana sembari menunggui ruangan tersebut lengang kembali ditinggal pengunjung klinik. Setali dua uang, hal itu ternyata sama-sama diniatkan oleh Hanna. Kemudian gadis keturunan Tionghoa itu berkata, "Bacaan Al Qur'an Bapak tadi, saya denger sangat bagus. Kayak lagi dengerin imam-imam Mesjid di Mekah. He-he."


"Ah … masa, sih?" Lelaki itu tersipu.


Jawab Hanna sambil melipat mukena, "He-he. Beneran. Bapak jago baca Al Quran, ya?"


"Enggak juga. Bukan jago, tapi … mungkin bisa."


"Kayaknya Bapak juga banyak ilmu agamanya."


"Ah, enggak juga. Cuman dulu pernah nyantren aja."


"Nyantren?"


"Mondok."


"Mondok?" Alis Hanna kian meninggi.


Jawab Ravi sambil menahan tawa, "Maksudnya … ngikut pendidikan agama di pondok pesantren, Mbak."


"Ooohhh … itu maksudnya," ucap Hanna diiringi anggukan kepala. "Berarti jago juga dong, ilmu agamanya ya, Pak?"


Makin tersipu kini Ravi. "Ah, enggaklah. Masih perlu banyak belajar lagi kok, Mbak. Tapi kalo cuman buat bekel diri sendiri sih, seenggaknya … ada-lah. He-he."


"Alhamdulillah," timpal Hana. "Jadi kepengen banyak belajar ilmu agama lagi nih saya, Pak."


"Belajarlah, Mbak. Sekarang 'kan banyak kumpulan pengajian-pengajian umum khusus akhwat."

__ADS_1


"Akhwat? Apa tuh, Pak?"


"Akhwat itu artinya perempuan."


"Oohhh."


"Biasanya suka diikutin sama ibu-ibu rumah tangga. Eh, kaum millenial juga banyak, loh."


"Saya tahu itu."


"Bahkan kalo gak salah … suka ada juga yang diadain sama kader-kader partai politik berbasis Islam. Mereka sering ngadain pengajian semacam liqo."


"Liqo? Apa lagi tuh, Pak?" tanya Hanna dengan raut wajah ekspresif.


Jawab Ravi santai, "Liqo itu secara harfiah berarti pertemuan yang melingkar. Istilah itu digunakan oleh kader atau simpatisan partai tertentu dalam pegelaran acara temu wicara. Biasanya, dalam pertemuan itu sering diisi dengan penyampaian topik atau tema-tema tentang kerohanian. Ya, gak jauh beda sama acara Majlis Taklim atau forum-forum ilmiah lainnya. Bedanya, kalo di-liqo itu, semua anggota yang tergabung dalam circle mereka, diberi kesempatan dan diajarkan buat menjadi murabbi."


"Murabbi? Banyak banget istilahnya, Pak. He-he."


"Murabbi itu semacam sosok pembimbing. Tugasnya disamping sebagai penyampai bahasan keilmuan agama, juga mendidik anggota komunitas dalam segi rohani, jasmani, maupun mental. Yaaa … kayak-kayak 'gitulah. Jadi, konsep pengajian mereka agak berbeda dengan pengajian-pengajian atau majlis taklim pada umumnya."


"Kalo konsep pengajian umum, biasanya menggunakan metode 3D, yaitu jamaah hanya Datang, Duduk, dan Dengerin ceramah. Sedangkan liqo, kadang kala pihak jamaah diberi tugas tertentu buat bikin dan nyampein sebuah topik atau tema, terus didiskusikan di dalam acara itu. Jadi ada metode interaksi di antara mereka semua. Bukan hanya dua arah, sebagaimana umum antara pihak ustadz dengan pihak jamaah. Jumlah keanggotaan di dalam sebuah acara liqo pun di batasi. Tujuannya agar sesama anggota mampu membangun sebuah ikatan batin dan bisa saling mengisi atau melengkapi satu sama lain. Itu pun biasanya berjangka. Sekian waktu lokasi pertemuan atau liqo-nya di pihak A, setelah itu pindah ke B, C, dan seterusnya. Yaaa … biar sesama kader atau simpatisan bisa saling mengenal, 'gitu."


"Kalo begitu … berarti Bapak anggota partai itu, ya?"


"Enggak. Saya gak punya ikatan apa pun dengan mereka. Hanya sekedar tahu saja. Lagian ada banyak temen-temen saya yang ikut gabung sama mereka. Itu aja, sih."


"Oohhh. Jadi kepengen ikut pengajian-pengajian itu, Pak."


"Yang mana?"


"Yaaa … yang mana aja. Pokoknya ngaji 'gitu loh, Pak."


Ravi berpikir sejenak, kemudian berkata, "Boleh-boleh aja, sih. Tapi … harus hati-hati juga loh, Mbak."


Kening Hanna kembali berkerut, "Hati-hati? Maksudnya 'gimana ya, Pak. Saya jadi bingung."

__ADS_1


Jawab lelaki itu kemudian, "Hhmmm, yaaa … hal ini terpaksa harus saya sampein sama Mbak. Apalagi Mbak ini 'kan …. eh, mohon maaf nih, ya ….."


"Sampein aja, Pak. Bebas, kok," ujar Hanna penasaran.


"Maksud saya … Mbak ini 'kan, mualaf. Perlu bimbingan yang ekstra dan terarah dengan benar."


"Terus?"


"Teruusss … ada banyak khilafiyah atau perbedaan pendapat di dalam pembelajaran agama Islam. Terkadang, walaupun bermanhaj atau bermazhab sama, ada banyak perbedaan dalam mendefinisikan atau menafsirkan kaidah-kaidah keislaman."


"Manhaj itu apa, Pak? Bedanya dengan Mazhab apa?"


'Waduh, jadi panjang nih, pembahasannya. Tapi baguslah, Mbak Hanna jadi banyak belajar dan sekalian aku mengingat-ingat apa yang pernah dipelajari dulu waktu di ponpes."


Jawab Ravi, "Manhaj itu secara umum artinya adalah sebuah cara atau jalan yang ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dalam memahami dan mempelajari agama Islam. Manhaj itu sendiri terbagi ke dalam beberapa bagian, diantaranya; Manhaj Salaf, Manhaj Khawarij, Manhaj Sufi, Manhaj Syiah, dan Manhaj Ikhwanul Muslimin. Dari kesekian jenis Manhaj Salaf, terbagi lagi pada tiga komponen As-Salaf, yaitu; Satu … para sahabat yang hidup sebagai muslim pada masa Rasulullah, pernah bertemu dengan beliau serta wafat sebagai muslim. Kedua … Tabi’in atau umat Islam yang hidup di masa sahabat dan wafat sebagai muslim. Ketiga … Tabi’ut Tabi’in atau umat Islam yang hidup di masa tabi’in dan wafat dalam keadaan muslim."


Hanna mencerna setiap penuturan Ravi dengan raut bingung.


"Terus … tadi tentang Mazhab … secara umum bisa diartikan sebagai sebuah pandangan atau pendapat seorang imam atau tokoh besar umat Islam yang membahas tentang hukum yang berlaku dalam agama. Imam atau tokoh besar umat Islam yang saya maksud itu adalah Imam Syafe'i, Imam Hanafi, Imam Maliki, dan Imam Hambali. Sebenarnya masih ada banyak nama-nama Imam yang lain, tapi yang paling populer dan pendapat mereka yang digunakan di hampir setiap penjuru dunia keislaman itu … ya, yang empat orang itu."


Hanna manggut-manggut.


"Adapun perbedaan antara Manhaj dengan Mazhab itu adalah … kalo Manhaj itu adalah metodologi dalam memahami ajaran agama Islam, sedangkan Mazhab lebih umum membahas atau menguraikan perkara pedoman hukum dalam agama Islam. Ngerti gak kira-kira, Mbak?"


Jawab gadis tersebut pelan, "Saya malah bingung, Pak."


Ravi terkekeh.


"Ya, sudah …." pungkas lelaki itu akhirnya. "Emang perlu banyak belajar dan pemahaman tersendiri kok, Mbak. Tapi maksud saya ngebahas ini tadi adalah … kalo Mbak mau belajar tentang Islam, Mbak harus bisa memilih dan memilah guru pembimbing yang benar."


"Memangnya ada yang gak benar 'gitu, Pak?"


"Yaaa … maksudnya bukan berarti apa yang saya sampein tadi benar atau saya ini orang yang paling benar dalam memahami dan menjalankan syariat keislaman saya, tapi … seenggaknya … jangan mencari guru pembimbing yang mengajarkan sesuatu yang aneh."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2