Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Alasan putus


__ADS_3

Selama bertahun-tahun Adrian memikirkan tentang alasan Alin memutuskannya, akhirnya kini terungkap. Memang dulu Adrian sering bangga jika disukai oleh banyak wanita.


Ia pikir, Alin tidak akan menanggapi serius ucapan Adrian soal itu. Tapi kenyataannya, Alin sangat cemburu.


Adrian memang bodoh. Harusnya sebagai pacar Alin, Adrian tidak usah membicarakan jika ada wanita yang menyukai dirinya.


Namun karena pada dasarnya Adrian terlalu sombong sebab mempunyai tampang yang rupawan, akhirnya ia malah bangga dengan kelebihannya itu.


"Mengenai hal waktu itu, aku minta maaf ya," ujar Adrian.


Alin menghela nafasnya. "Sebenarnya ada kesalahan yang lebih fatal dari itu."


"Kesalahan apa?"


"Waktu itu aku lihat video ciuman kamu sama Saskia."


Adrian mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak ingat jika ia dan Saskia pernah berciuman.


"Aku gak pernah ciuman sama Saskia," jelas Adrian.


"Pernah. Tapi kamu mungkin gak sadar karena kamu lagi mabuk."


"Saskia yang kirim videonya ke kamu?" tanya Adrian, lalu Alin hanya mengangguk.


Alin juga menceritakan bahwa Saskia suka dengan Adrian. Namun karena saat itu Alin tidak berpikir jika Saskia akan berbuat seperti itu, akhirnya Alin hanya diam saja.


Alin juga bercerita bahwa dulu Saskia yang menyebarkan tentang aib keluarga Alin. Saskia tahu bahwa dulu papah Alin selingkuh dari mamah Alin, makanya waktu itu Saskia berkata pada teman-teman bahwa Alin mengikuti jejak papahnya.


"Kamu kenapa gak kasih tahu aku tentang hal ini?"


"Karena waktu itu kita udah putus. Jadi untuk apa aku kasih tahu kamu. Lagian dulu kamu juga sempat mengira aku selingkuh sama Ardi, kan?"


"Enggak kok. Aku sama sekali gak berpikir bahwa kamu selingkuh."


Adrian tersadar bahwa dirinya memiliki banyak kesalahan kepada Alin.


"Aku minta maaf."


"Iya, aku maafkan. Lagipula kejadiannya udah lama juga."


Dilihat dari wajah Alin, sepertinya ia merasa lega karena sudah mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini.


"Sumpah, aku baru tahu kalau Saskia suka sama aku. Harusnya dari dulu kamu bilang, biar nantinya aku jauhi dia."


"Aku gak berhak bilang ke kamu. Karena bagaimanapun, aku gak mau ngerusak persahabatan kamu sama Saskia."


"Sebenarnya aku sama Saskia cuma sebatas teman, soalnya aku gak ngerasa sahabatan sama dia."


"Jahat banget kamu, masa cuma dibilang teman."

__ADS_1


...****************...


Selesai mengantar Alin pulang, Adrian buru-buru pergi ke rumahnya. Karena dirasa sudah terlambat, akhirnya Adrian ijin ke papahnya untuk tidak ke kantor hari ini.


Saat berkata seperti itu, papah sedikit marah kepada Adrian, karena Adrian sudah banyak mengambil cuti. Tapi apa boleh buat, Adrian memang sedang mengantarkan Alin pulang, jadi papahnya hanya bisa memakluminya.


Skip


Sesampainya di rumah, Adrian langsung menghampiri Mamahnya untuk menanyakan kado apa yang harus diberikan kepada perempuan. Lalu, Mamah menyarankan Adrian untuk pergi menuju butik milik Mamahnya.


Sebelum pergi kesana, Adrian memilih untuk mandi terlebih dahulu.


20 menit kemudian...


Adrian kembali menghampiri Mamahnya yang sedang melihat televisi.


Ketika Adrian melihat kearah televisi, ternyata Mamahnya sedang menonton film yang dibintangi oleh dirinya sendiri.


Sepertinya rasa mencintai diri itu diturunkan oleh Mamahnya. Makanya Adrian sangat percaya diri dengan segala hal yang ada didalam dirinya.


"Gimana menurut pendapat kamu tentang akting Mamah?"


"Bagus kok."


"Cuma gitu aja pendapatnya?"


"Mah, ayo berangkat! soalnya ulang tahunnya hari ini," ujar Adrian mengalihkan pembicaraan.


...****************...


Malam telah tiba, para asisten rumah tangga Adrian berdatangan ke kamar untuk memberikan beberapa pakaian dan sepatu yang akan digunakan Adrian untuk ke acara ulang tahun.


Adrian kebingungan, karena ia tidak tahu harus memakai pakaian yang mana. Akhirnya ia menyuruh asisten rumah tangganya untuk memilih pakaian untuk dikenakan ke acara tersebut.


Kedua asisten rumah tangganya saling bertatapan, keduanya kebingungan karena menurut mereka pakaian tersebut sama-sama berwarna hitam, hanya saja motifnya berbeda.


Melihat kedua asisten rumah tangganya yang saling bertatapan, akhirnya Adrian memutuskan untuk memilih pakaian dan sepatu yang akan dipakainya.


Setelah dipilih, asisten rumah tangganya kembali merapikan barang yang tidak dipakai kedalam lemari dan rak. Lalu, kedua asistennya keluar dari kamar Adrian.


Sambil mengenakan pakaian, Adrian membayangkan bagaimana nantinya bila dia datang ke acara ulang tahun tersebut. Pasti disana Adrian akan merasakan kesepian, sebab ia hanya mengenal Vanya saja.


Tadinya Adrian ingin mengajak mamahnya, namun mamahnya tidak mau karena pasti disana hanya ada anak-anak muda saja. Jika mengajak Arya juga, pasti Arya malu karena ia tidak diundang oleh Vanya.


"Apa aku gak datang aja ya? tapi kalau gak datang, nanti gak enak sama Vanya," batin Adrian.


Tok! Tok!


"Masuk aja!" teriak Adrian.

__ADS_1


Cklek!


Saat pintu dibuka, Adrian langsung menatap datar kearah orang itu.


Ya, orang yang masuk kedalam kamarnya adalah Saskia.


"Mau kemana? kok rapih banget."


"Ke acara ulang tahun teman."


"Aku boleh ikut gak? soalnya aku bosan banget."


"Kalau gak diundang, jangan datang!"


Saskia terdiam, karena Adrian bersikap dingin kepadanya.


"Kia, mulai sekarang jangan dekat-dekat sama aku lagi. Soalnya aku lagi dekat lagi sama Alin."


"Kalian pacaran lagi?"


"Enggak. Cuma aku lagi berusaha pendekatan lagi sama dia."


"Oh iya, aku lupa kalau hari ini ada janji. Kalau gitu aku pergi dulu ya," ujar Saskia sambil pergi.


Sebenarnya Adrian tidak tega berbicara seperti itu kepada Saskia. Namun karena ia ingin dekat lagi dengan Alin, jadi ia harus menjauh dari Saskia.


...****************...


Tiba di rumah Vanya, Adrian langsung disuguhkan dengan pemandangan wanita-wanita yang berpakaian seksi.


Sejujurnya Adrian agak risih dengan pemandangan saat ini. Bukan munafik, tetapi Adrian lebih suka dengan wanita yang berpakaian sopan.


Begitu Adrian menghampiri Vanya, orang-orang disekitarnya menatap Adrian dari atas sampai bawah. Mungkin juga karena Adrian mengenakan barang-barang branded, jadi mereka terpukau dengan Adrian.


"Selamat ulang tahun ya," ujar Adrian sambil memberikan kado kepada Vanya.


Vanya tersenyum sambil mengambil kado dari Adrian. "Makasih ya udah datang."


"Iya sama-sama."


Tiba-tiba ada dua orang perempuan yang menghampiri Adrian dan Vanya.


"Gebetan kamu ya?" tanya salah satu perempuan.


"Bukan kok," ujar Vanya sambil tersipu malu.


Kemudian, kedua perempuan itu mengenalkan diri mereka kepada Adrian bahwa mereka adalah sahabatnya Vanya.


"Kita foto bareng berempat yuk!" ajak Vanya. Lalu, Adrian, Vanya beserta kedua sahabat Vanya berfoto bersama.

__ADS_1


Selesai berfoto, Adrian meminta agar Vanya tidak meninggalkannya sendirian karena Adrian tidak kenal siapapun. Meskipun sudah berkenalan dengan dua sahabat Vanya, akan tetapi rasanya tetap canggung.


__ADS_2