Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Docusign


__ADS_3

Tidak ada hakmu untuk bersuara disini...." Alberto berteriak pada Chandra.


Chandra yang terkejut seketika tidak berani bersuara lagi, dia hanya bisa berdiri dengan patuh disamping.


"Kamu mati-matian merekomendasikan Keluarga Tanaka sebagai mitra kerja sama, apa kamu menerima sogokan dari mereka?" Airish tiba-tiba bertanya pada Chandra.


"Sembarangan, jangan memfitnah orang, siapa yang menerima sogokan, saya memang merasa karaktermu jelek, karakter karyawan itu mencerminkan perusahaannya..." Chandra memaki Airish.


Alberto yang berada disampingnya seketika tercengang, keringat dinginnya tidak berhenti bercucuran.


"Airish itu siapa, dia sendiri sangat jelas, tidak disangka Chandra malah berani memaki Airish?


Bajingan sialan itu sama saja mencari mati!"


Alberto dari tadi mengkhawatirkan kalau dia akan menyinggung perasaan Airish karena pelayanan yang buruk, dan benar saja, saat ini bawahannya berani memaki Airish.


"Bajingan, kamu berani berkata seperti itu pada Tuan Airish? Berlutut!" Alberto menendang Chandra dengan keras sambil berteriak.


Chandra kebingungan, dia menatap Alberto dengan tatapan tidak percaya. "Pak... Pak Alberto, dia hanya seorang karyawan biasa, kenapa....kenapa kamu menendang aku?”


"Bajingan!, aku suruh berlutut, ya berlutut, tidak punya telinga ya..." Alberto kembali menendang Chandra dengan keras, mulutnya tidak berhenti mengumpat, tapi dalam hatinya sudah sangat ketakutan.


Kalau Airish sampai marah, tidak hanya Kawamatsu, atau Tuan Zeni, sekalipun hanya keluarga Winston, mereka semua dapat menghancurkan perusahaannya dengan mudah.


Chandra yang ditendang dengan keras, terjatuh dan bersujud.


"Tuan Airish, maafkan didikanku yang tidak benar sehingga menyinggung kamu, sekarang juga saya akan memecatnya, mengenai sogokan yang dia terima, saya juga akan memeriksanya.." Alberto meminta maaf kepada Airish sambil bercucuran keringat dingin.


"Alberto, kamu salah makan obat ya? Airish ini hanya seorang mantan narapidana, kenapa kamu malah merendah padanya, yang sepertimu masih bisa menyebut diri sendiri bos perusahaan besar, bajingan memalukan...." Faisal yang melihat Alberto begitu hormat pada Airish, merasa kesal dan berkata dengan jijik.


Alberto menatap Faisal dengan dingin, dia juga tidak menjelaskan apapun, karena Faisal belum tahu kemampuan Airish, jadi dia membiarkannya menyombongkan diri, hanya saja Alberto percaya kalau Keluarga Tanaka hanya bisa sombong untuk beberapa hari kedepan.

__ADS_1


Meskipun Keluarga Tanaka sangat hebat, tapi kalau dibandingkan dengan Kawamatsu, Zeni dan Keluarga Winston yang berada di pihak yang sama, mereka tidak ada apa-apanya.


"Pak Alberto, kita lanjutkan saja tanda tangan kontrak kita, saya tidak ingin ada orang yang mengganggu..." Airish berkata dengan tenang.


"Baik!" Alberto mengangguk dan memanggil sekretarisnya. "Puput, antarkan tamu keluar, kalau ada yang tidak mau keluar, panggil petugas keamanan...."


Puput mengangguk dan berkata pada Faisal. "Tuan Muda Faisal, silahkan...."


Faisal menatap Alberto dengan marah, namun Faisal juga menyadari kalau dia bersikeras tidak mau pergi, itu hanya akan mempersulit dirinya sendiri, jadi dia menarik Delilah menuju arah keluar, hanya saja, pada saat sampai di pintu, dia berhenti dan menoleh. "Alberto, tunggu saja, saya punya sepuluh ribu cara yang akan membuatmu menyesal...."


Setelah Faisal dan Delilah pergi, Alberto juga berkata pada Chandra yang masih berlutut. "Kamu juga enyah dari hadapanku sekarang, setelah ini saya akan membuat perhitungan denganmu"


Chandra tidak berani berlama-lama, dia bergegas keluar dari ruangan Alberto.


Setelah kembali ke ruangannya, Chandra yang sudah sangat kesal melihat Elsa belum beranjak dari ruangannya, dan langsung menatap Elsa dengan tatapan jahat.


Elsa yang melihat Chandra sudah kembali namun terlihat sangat marah juga tidak berani bersuara.


"Bagaimana pertimbanganmu? Saya beritahu, asalkan kamu mau tidur denganku, saya jamin Thamrin Brother akan bekerja sama dengan perusahaanmu..." Chandra sudah mengetahui kalau kontrak kerja sama akan ditanda tangani dengan PT Krakatau, jadi dia berani menjamin.


"Mengganti persyaratan?" Chandra mendengus. "Apa kamu tahu berapa nilai kontrak kerja sama kali ini? Kalau kontrak kerja sama ini ditanda tangani, hanya komisinya saja sudah berada diluar bayanganmu, membeli sebuah gedung pun bukan masalah! Keuntungan sebesar itu diganti dengan meniduri kamu semalam, apa keterlaluan. Dengan uang sebanyak itu, saya bisa mencari seratus pelacur untuk tidur denganku!" Wajah Elsa memerah, dia mengigit bibirnya dengan kuat, Chandra yang melihat Elsa seperti itu merasa tidak tahan, kalau saja mereka bukan berada di kantor, Chandra pasti akan langsung menelanjanginya.


"Ba....baik, saya akan memenuhi persyaratan kamu, tapi, harus tanda tangan kontrak dulu!" Setelah memikirkannya cukup lama, Elsa mengangguk dan menyetujuinya.


"Tentu saja, pasti tanda tangan kontrak dulu...." Chandra menyeringai, lalu melanjutkan perkataannya. "Saya akan memesan kamar di hotel malam ini, tunggu saja teleponku, pakai pakaian yang seksi ya...."


Elsa berbalik dan berjalan keluar, dia sudah tidak tahan lagi mendengar perkataan itu.


Tapi pada saat Elsa berjalan keluar dari ruangan Chandra, dia berpapasan dengan Airish yang turun dari ruangan Alberto.


"Kak Airish...." Elsa tidak menyangka Airish akan datang secepat ini.

__ADS_1


"Elsa, kenapa kamu ada disini?" Airish yang melihat Elsa disini, bertanya dengan kebingungan.


"Dia sudah berpesan agar Elsa tidak perlu kesini, tapi tidak disangka Elsa malah diam-diam kemari begitu akan lebih mudah dinegosiasikan!" Elsa berkata dan melirik kearah Airish yang memegang kontrak, dia bertanya dengan kaget. "Kak Airish, kamu.....kamu sudah menanda tangani kontraknya?"


"Benar, sudah ditanda tangani..." Airish memperlihatkan kontraknya kepada Elsa.


Elsa yang melihat kontrak itu seketika bingung.


Dia baru saja menyetujui persyaratan Chandra, kenapa Airish sudah menanda tangani kontraknya secepat ini.


"Tuan Airish, ini...???" Alberto yang melihat Elsa bertanya dengan bingung pada Airish.


Karena dia tahu hubungan Airish dengan Wildan, mereka berdua terlihat akrab di perjamuan Zeni, membuat semua orang yang melihatnya iri.


"Adikku...." Airish tersenyum.


"Elsa, ini adalah Direktur Thamrin Brother, kami baru saja selesai menanda tangani kontrak..." Airish memperkenalkannya pada Elsa.


"Halo, Pak Alberto, nama saya Elsa..." Elsa segera mengulurkan tangannya untuk menyalami Alberto.


"Nona Elsa, tadi saya dengar kamu mengatakan kalau teman sekolahmu bekerja disini?" Alberto bertanya pada Elsa.


"Iya, namanya Chandra, manajer perusahaan kalian...." Elsa mengangguk.


"Dia?" Airish mengernyitkan keningnya.


"Kak Airish, kamu kenal dengannya?" melihat ekspresi Airish, Elsa bertanya dengan bingung.


"Chandra tadi berusaha mencegah kita menanda tangani kontrak dengan Thamrin Brother!" Kata Airish.


Elsa yang mendengarnya seketika menjadi marah, sepanjang waktu ini Chandra sedang menipunya, mengingat dia yang dengan bodohnya menyetujui persyaratan Chandra, kekesalannya memuncak.

__ADS_1


Pada saat itu, Chandra berjalan keluar dari ruangannya, dan menemukan Elsa sedang berbincang dengan Airish dan Alberto yang ada disamping, lalu merasakan ada yang salah dan segera berlari menuju ke luar.


"Chandra, dasar sampah, kamu berani menipuku..."


__ADS_2