Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Baron Ketakutan


__ADS_3

Airish menatap Tiara lalu menatap Elsa dan berkata. "Elsa, kamu dan Tiara pergi dulu, sebentar lagi saya akan pulang......"


Elsa melihat Airish tidak mau pergi, dia menjadi semakin gelisah dan berkata dengan jujur. "Kak Airish, tadi Tiara mengatakan kalau Kak Baron itu sangat hebat, saya rasa sebaiknya kita tidak menyinggungnya...."


"Tidak apa, saya tidak takut!" Airish tersenyum.


Tiara melihat Airish yang tidak bisa dibujuk hanya bisa menegurnya. "Jangan kira kemampuanmu itu sangat hebat, dan membuatmu tidak tahu diri, Kak Baron adalah tangan kanan pemimpin Yayasan Budi Suci, dia sangat hebat, hanya ada beberapa orang yang bisa menandinginya, kamu masih berani tetap tinggal disini?"


"Kenapa tidak berani?" Airish terlihat tidak peduli.....


"Kamu....." Tiara sudah hampir mati kesal, dia hanya bisa menarik Elsa dan pergi dari sana. "Elsa, ayo pergi, jangan pedulikan dia lagi, dia bahkan berani menyinggung yayasan Budi Suci, bisa jadi dia tidak akan melihat matahari lagi besok, kalau kita menemaninya, kita akan mati bersama, tidak ada artinya...."


Elsa ditarik sekuat tenaga oleh Tiara, meskipun Bayu tidak ingin membiarkan Elsa dan Tiara pergi dari sana, hanya saja Baron belum sampai, dia tidak berani bersuara karena takut Airish akan memukulinya lagi.


Tiara yang baru menarik Elsa pergi dari sana, bertemu dengan barisan mobil yang melaju kencang, dan terhenti didepan kawasan warung.


Para bos warung yang melihat itu segera bersembunyi ketakutan, dan orang-orang yang menonton keributan juga seketika membubarkan diri, hanya mereka yang bernyali besar yang berani bersembunyi disekitar untuk menonton.


Mereka semua tahu reputasi Baron, tidak ada seorangpun yang berani menyinggungnya, salah-salah mereka bisa kehilangan nyawa mereka.


Bayu yang melihat itu segera menghampiri dan membukakan pintu mobil dengan penuh hormat.


Baron berjalan keluar dari mobil dengan cerutu di mulutnya, dan orang-orang yang melihatnya penuh dengan rasa iri.


"Kak Baron" Setelah melihat Baron, Bayu segera berteriak dan wajahnya terlihat teraniaya.


"Bayu, lihatlah kamu ini, benar-benar membuat yayasan Budi Suci malu melihat kondisi mu!" Baron mengernyitkan keningnya dan berkata. "Dimana orang yang membuat keributan?"


"Kak Baron, dia sedang duduk disana.... Pria itu berkata sambil menunjuk kearah Airish.


Baron juga menoleh kearah tangan Bayu menunjuk, dan saat melihat Airish sedang duduk disana, Baron seketika gemetaran, cerutu yang ada di mulutnya sampai jatuh ke tanah.


Melihat situasi itu, Bayu segera membantu Baron mengambil cerutunya dan berkata. "Kak Baron, bajingan itu hanya seorang diri, hanya saja dia punya sedikit kemampuan, bawahanku semua dipukuli olehnya...."


Dalam hati Baron sudah merasa sangat marah, dia sangat ingin memarahi Bayu.

__ADS_1


"Airish bukan memiliki sedikit kemampuan, jelas-jelas dia itu sangat kuat, dia bahkan mengalahkan Timotius, coba tanyakan di seluruh Kota Bandung apa ada yang bisa menjadi tandingan Airish?"


"Kak Baron!" Airish seketika melihat kearah Baron, raut wajahnya terlihat penuh ejekan. "Kita bertemu lagi, sepertinya kita sangat berjodoh ya!"


Baron yang mendengarnya seketika tersenyum lebar dan menghampiri. "Pak Airish, bercanda ya, ini karena didikanku tidak benar!"


Seketika itu Bayu langsung kebingungan, dia menatap Baron dengan bingung, dia tidak mengerti situasi apa yang sedang terjadi.


"Bawahanmu itu hebat sekali, dia berkata walaupun saya punya seratus nyawa, saya tidak akan bisa pergi dari sini malam ini!" Airish berkata dan menyeringai.


"Mana mungkin, dengan kemampuan Pak Airish, di Kota Bandung tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi!" Baron tersenyum canggung lalu menoleh kearah Bayu. "Bayu, kemari kau..." Bayu berjalan menghampiri dengan kebingungan.


"Sialan, cepat berlutut dan minta maaf pada Pak Airish..." Baron menendang Bayu dengan keras.


BAM!


Seketika Bayu tersungkur dihadapan Airish.


"Sudahlah, tidak perlu melakukan sandiwara di hadapan aku. Sebelum Guru kalian datang membantu kalian, saya tidak akan menyentuh kalian, kecuali kalian tidak punya mata dan berani menyinggungku..."


Airish tahu kalau Baron hanya sedang berakting didepannya, dan sedang memberi muka padanya saja.


Setelah selesai berkata, Airish bangkit berdiri dan pergi, Baron menatap punggung Airish dengan tatapan dingin dimatanya.


"Kak..... Kak Baron, orang ini...."


Melihat Airish pergi, Bayu bangkit berdiri dan bertanya dengan bingung pada Baron.


Plak...


Baron menampar Bayu dengan keras.


"Saya beritahu, lain kali kalau kamu melihatnya, bersembunyi jauh-jauh, pemimpin kita saja dipukuli olehnya, segeralah bersyukur pada Yang Kuasa karena kamu masih bisa hidup saat ini..." Setelah berkata, Baron dan bawahannya pergi meninggalkan tempat itu.


Hanya tersisa Bayu yang masih berdiri disana dan mematung ketakutan.

__ADS_1


Didalam area perumahan, Elsa berdiri didepan pintu menunggu Airish dengan cemas, Shinta langsung pergi setelah mengantar Elsa pulang.


"Elsa, kenapa tidak masuk, sedang menunggu siapa?" Melissa yang melihat Elsa sudah pulang tapi tidak masuk kerumah bertanya padanya.


"Ibu, masuk saja dulu, saya sedang menunggu kak Airish!"


Elsa terlihat sangat cemas.


"Ada apa dengan Airish? Bukankah kalian pulang bersama?" Melihat Elsa yang begitu gelisah, Melissa juga bertanya dengan khawatir.


"Dia...." Elsa tercengang, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya pada ibunya.


"Elsa, dimana Airish?


Bukankah kalian pulang bersama?" Pada saat itu, Shinta juga menghampiri.


Melihat Shinta, Elsa takut mereka akan cemas dan segera berkata. "Kak Airish ada sedikit urusan, katanya dia akan pulang sedikit terlambat!"


"Anak ini, entah apa yang dia sibukkan, sudah pulang kerja pun masih ada saja yang dikerjakan!" Shinta menggerutu.


"Bibi, kalian masuk saja dulu, saya akan menunggu Kak Airish disini!" Elsa ingin Shinta masuk terlebih dulu, karena dia tidak tahu jam berapa Airish akan pulang, bisa pulang atau tidak juga tidak bisa dipastikan.


"Awalnya saya ingin memberi kalian kejutan, Airish ini malah pulang larut sekali....”


Shinta berkata dan menghela nafas.


"Kejutan?" Elsa tercengang.


Melissa yang melihat situasi itu segera menjelaskan. " Melihat kamu dan Airish sudah bekerja, kalau naik angkutan umum pasti sangat merepotkan jadi kami membeli sebuah mobil, agar kalian bisa menyetir, awalnya ingin mengejutkan kamu dan Airish, tapi ternyata dia belum pulang..."


"Bibi Shinta yang membelinya." Melissa menjelaskan.


"Aduh, Melissa, mobil ini juga ada bagianmu, ini adalah hadiah dari kita" Shinta menjelaskan.


"Sudahlah, saya hanya mengeluarkan beberapa juta, sisanya adalah uang jeng Shinta." Melissa tersenyum.

__ADS_1


"Ini hanyalah transportasi untuk mereka berdua, setelah pekerjaan mereka stabil, biarkan mereka yang membelinya sendiri, kita sudah tua, hanya bisa membantu sebanyak ini.


"Benar, kedepannya mereka hanya bisa mengandalkan diri mereka sendiri!" Melissa mengangguk menyetujui perkataan Shinta.


__ADS_2