Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Batu Giok Hijau


__ADS_3

Saat mendengar bunyi notifikasi uang sudah diterima, si gemuk tiba-tiba tertawa keras.


Pada saat itu, orang-orang yang ada disekitar melihat Airish mengeluarkan sepuluh juta untuk membeli besi karatan, mereka berbisik dan mencibir sambil menunjuk-nunjuk, wajah mereka penuh makian.


Mereka mengira Airish masih muda untuk datang melihat-lihat disini, dia jelas-jelas sedang diperas.


Airish juga tidak memperdulikan mereka, dia juga tidak memperdulikan si gemuk yang tertawa, sebaliknya, dia mengambil bongkahan besi karatan ini dan mulai menggosoknya dengan kuat!


Sittt...


Satu suara retakan terdengar, besi karatan yang ada di tangan Airish mulai retak, semakin lama semakin besar!


"Wah, tenaga bocah itu lumayan juga!"


"Dia membeli itu seharga sepuluh juta untuk melatih kekuatan tangannya? Dari pakaiannya dia tidak terlihat seperti orang kaya, baru dibeli sudah dirusak, bukankah itu arogan sekali?"


Orang-orang disekitar merasa yang di lakukan oleh Airish tidak masuk akal.


Si gemuk juga memperhatikan Airish, dia penasaran dengan apa yang ingin Airish lakukan. Segera, besi karatan itu terbelah, dan dari dalam terlihat cahaya berkilau yang bersinar.


Sepotong batu giok yang hanya seukuran ibu jari, tetapi sebening kristal, berwarna hijau zamrud muncul di dalamnya.


Airish mengambil batu giok itu dan membuang cangkang berkarat itu, ternyata energi spiritual tadi berasal dari batu giok ini.


"Giok Hijau, itu giok hijau..."


"Wah, kaya pasti kaya si bocah itu tahu didalamnya ada sesuatu ya?"


Orang-orang yang menyaksikan terkejut, si gemuk ini melotot dengan kedua matanya yang sudah hampir keluar dari tempatnya. Airish pergi dari tempat penjualan itu, lalu memasukkan batu giok itu kedalam saku. Dia akan membawa pulang batu giok itu dan memberikannya kepada Shinta, itu akan bisa melindungi dari roh jahat dan menyehatkan ibunya.


Dan disaat Airish memasukkan batu giok ke dalam saku dan berniat pergi, si gemuk menghentikan Airish.


"Dik, ayo diskusikan sebentar, batu tadi dijual saja kepadaku ya?" Si Gemuk bertanya sambil tersenyum-senyum.

__ADS_1


"Tidak dijual!" Airish menggelengkan kepalanya, dan berniat melangkah pergi dari kios si gemuk.


Mendengar perkataan Airish yang menolak untuk menjualnya dan mau pergi begitu saja, wajah si gemuk menjadi serius, sangat berbeda dengan raut wajahnya tadi. "Dik, sepertinya kamu keliru, batu giok itu milikku, mana boleh kamu bawa begitu saja?"


"Punyamu?" Airish tercengang. "Saya sudah membelinya tadi, kenapa jadi milikmu? Mereka semua juga melihatnya!"


"Yang saya jual padamu adalah bongkahan besi yang ada diatas lantai, bukan batu giok, kamu boleh membawa bongkahan besi berkarat itu, tinggalkan batu giok nya!"


Selesai berkata si gemuk memanggil enam orang pria kekar dari dalam rumah, wajah mereka terlihat galak.


"Bocah itu terlalu muda, kalau tahu didalamnya ada sesuatu, buka saja dirumah, dibuka disini sama saja mencari masalah!"


"Benar-benar sial, harta karun yang baru sampai ditangan akan segera hilang, batu giok itu paling tidak bernilai miliaran kan?"


"Saya rasa miliaran pun tidak cukup!"


Orang-orang disekitar merasa kasihan pada Airish tapi tidak ada satupun yang maju dan membantunya.


Airish melihat beberapa pria kekar yang muncul dan menyeringai. "Toko ilegal seperti kalian berani merebut barang orang!"


"Saya sudah dengar sejak lama kalau di Pasar Antik tepi jalan ini sangat kotor, sepertinya memang benar ya, saya hari ini juga ingin tahu kalau saya tidak menyerahkan batu giok nya apa yang akan kalian perbuat padaku" Airish tersenyum sinis tanpa rasa takut.


Perkataan Airish membuat seluruh pemilik kios yang ada di Pasar Antik Tepi Jalan tersinggung. orang disekitar mulai mencacinya, dan meminta si gemuk untuk segera turun tangan dan memberi pelajaran kepada Airish.


"Bocah, kamu cari mati" Selesai berkata, si gemuk langsung melayangkan tinjunya pada Airish.


Suara angin menderu, si gemuk ini terlihat jelas berlatih bela diri, kalau tidak kekuatan dan kecepatannya tidak akan seperti ini.


"Tapi setelah dipikir, masuk akal juga, kalau tidak mempunyai kemampuan mana bisa membuka toko untuk menipu orang." Airish mendengus, dia mengulurkan tangannya lebih cepat dibandingkan si gemuk.


Airish menampar wajah si gemuk dengan keras, sampai dia terhempas dan berputar-putar beberapa kali.


Setengah wajahnya menjadi bengkak dan memerah, wajahnya yang memang sudah besar, setelah ditampar menjadi lebih bengkak dan mirip dengan kepala babi.

__ADS_1


"Hajar dia, bunuh dia...." Si gemuk berteriak jengkel. 


Beberapa pria kekar itu langsung menerjang kearah Airish, sambil meraung-raung.


"Bam bam bam..."


Mereka yang baru bergerak tiba-tiba dalam sekejap mata ditendang kembali oleh Airish, dan jatuh tersungkur di tanah,


Seketika semua orang tercengang, mereka yang tadinya berteriak-teriak sekarang menutup rapat mulut mereka, bahkan ada yang diam-diam kabur, mereka tahu kalau hari ini yang datang adalah orang yang kuat.


Setelah tertegun sesaat, si gemuk berkata dengan wajah muramnya. "Bocah, kamu berani membuat onar di Pasar Antik Tepi Jalan, kamu tahu siapa yang menjaga tempat ini? Ini adalah wilayah kekuasaan Yayasan Teratai, Tuan Kawamatsu yang menjaga tempat ini, kamu tinggal tunggu mati saja!" Si gemuk mengeluarkan nama Yayasan Teratai, bahkan kalau Raja Langit datang pun dia akan gemetar mendengarnya.


Jarang ada orang yang berani membuat keributan di Pasar Antik Tepi Jalan, bahkan kepala kepolisian dan beberapa pejabat penting pun akan mundur dengan patuh setelah mendengar nama Yayasan Teratai.


"Yayasan Teratai?" Airish tersenyum sinis.


"Kalau saya bilang saya tidak takut pada Yayasan Teratai, kamu bisa apa?"


"Siapa yang tidak takut pada Yayasan Teratai?" Airish baru menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba dibelakang ada suara yang terdengar, orang yang mendengar suara itu langsung membuka jalan.


Seorang pria dengan luka di wajah kirinya berjalan mendekat, dan dibelakang itu ada belasan orang berwajah galak yang mengikutinya.


Seketika, para pemilik kios dan orang-orang yang ada disekitar langsung bergidik ngeri melihat orang itu.


Sedangkan si gemuk yang melihatnya langsung merangkak kearahnya


"Kak Javier, bocah ini membuat keributan disini, dia juga mencuri Batu giok yang ingin kuberikan kepada Tuan Kawamatsu, itu adalah Giok Hijau, yang paling disukai oleh Tuan Kawamatsu!" Si gemuk ini benar-benar licik seperti ular.


"Giok Hijau?" mata Javier bersinar.


"Bocah, keluarkan Batu Giok itu untuk kulihat!"


"Kamu bawahannya Kawamatsu?" Airish bertanya pada Javier. 

__ADS_1


"Bajingan, kamu kira nama Tuan Kawamatsu boleh kau panggil sesuka hatimu?" si gemuk berusaha bangkit dan menunjuk Airish.


"Ini adalah murid terbaiknya Tuan Kawamatsu, Kak Javier, dia yang mengatur keamanan di Pasar Antik Tepi Jalan!."


__ADS_2