
Bion merasakan tatapan Airish padanya dan langsung mengerti. "Kamu....sialan kamu sedang mengerjai aku?”
Airish tidak perlu bayar setelah makan, tentu dia boleh memesan anggur yang mahal sesuka hatinya, sedangkan Bion tidak tahu dan hanya mengikuti permainannya dengan bodoh, dia terus membandingkan diri dengan Airish, dia benar-benar dikerjai oleh Airish.
"Kenapa kalau saya mengerjai?" Airish mengakui dengan acuh tak acuh.
Dia sejak awal memang sudah berencana mengerjai Bion.
"Pak, tolong segera bayarkan tagihan Anda...." Staf kasir mendesak Bion.
Bion sudah kesal hingga gemetar sejak tadi, dia tidak punya uang sebanyak itu saat ini, tapi kalau membiarkan orang-orang ini patungan, identitasnya yang pura-pura kaya juga akan terbongkar, dia hanya bisa mengeluarkan sebuah kartu dengan pasrah dan berkata. "Gesek...."
Staf kasir menerima kartu itu dan mengembalikannya dengan segera. "Saldo kartu Anda tidak mencukupi...."
Bion mengambil kartu itu dan berpura-pura. "Tidak mungkin, hari ini ada pembayaran sebesar dua ratus juta yang seharusnya ditransfer, apa mereka tidak jadi membayar?"
Seketika semua orang menatap Bion, mereka mulai berkeringat dingin, mereka benar-benar takut kalau Bion tidak punya uang dan mereka mau tidak mau harus patungan.
Tagihannya seratus juta lebih, itu artinya setiap orang harus membayar belasan juta, siapa yang punya uang sebanyak itu.
"Kak Bion, bagaimana ini?" Gina bertanya pada Bion dengan panik.
"Begini saja, mungkin pembayaran aku tidak jadi dibayarkan hari ini, kita keluarkan dulu uang bersama, setelah pembayaran ku terima, akan aku bayarkan pada kalian..." Bion menoleh dan menatap mereka semua.
"Benar, ayo kita kumpulkan bersama dulu, ini karena pembayaran Kak Bion belum diterima, dia akan membayarkannya kepada kalian setelah pembayarannya diterima..."
Gina membantu Bion menjelaskan. Saat mendengarnya mereka semua tersentak, hal yang mereka khawatirkan akhirnya terjadi.
"Saya....saya hanya punya satu juta..."
"Saya juga tidak mempunyai uang, saya masih punya tagihan yang belum saya bayar!"
"Saya punya 10 juta, tapi sepertinya itu juga belum cukup..."
__ADS_1
Mereka semua tidak ada yang bisa mengeluarkan sepuluh juta keatas, yang terkumpul masih jauh dari total tagihan mereka yang bernilai ratusan juta.
Pada saat itu, Airish sedang duduk di sofa, sudah ada orang yang menyiapkan buah untuknya, dia memakan buah sambil melihat Bion dan yang lainnya yang sudah panik.
"Kalau kalian tidak punya uang untuk membayar, kalian tidak akan bisa pergi dari sini...." Staf kasir seketika menunjukkan ekspresi dingin dan mengambil walkie talkie. "Kepada para petugas keamanan, mohon perhatiannya, ada orang yang tidak mau membayar setelah makan....."
Satu kalimat itu berhasil membuat Bion dan yang lainnya ketakutan, ini adalah Hotel Horison, kalau berani tidak membayar setelah makan, itu namanya mencari mati.
Segera, belasan petugas keamanan yang berwajah sangar dengan senjata lengkap mengepung mereka.
Mereka belum pernah dihadapkan dengan situasi seperti ini, saat ini mereka satu per satu sudah seperti kehilangan jiwanya.
Mereka semua menatap Bion, sekarang hanya Bion harapan mereka satu-satunya.
Bion melihat sekelompok petugas keamanan yang galak dan sudah ketakutan setengah mati, raut wajahnya sudah memucat.
"Kak Bion, bukankah kamu datang dengan mobil Mercedes Benz S Class, jadikan saja dulu sebagai jaminan!"
"Benar, kamu tinggalkan saja dulu mobilmu disini, kamu bisa membayarnya setelah pembayaranmu diterima!"
Mereka segera memusatkan perhatian dan menyanjung Bion.
Bion seketika menjadi canggung, lalu berkata dengan pasrah. "Mobil....mobil itu mobil sewaan, tidak bisa dijadikan jaminan....."
Perkataan Bion membuat mereka semua seketika tercengang, bahkan Gina juga menatap tak percaya pada Bion.
Tadi Airish mengatakan kalau mobil Bion itu mobil sewaan dan mereka tidak percaya, sekarang benar-benar menjadi bumerang.
Seketika mereka mulai menjadi panik, kalau Bion adalah orang kaya palsu, maka uang ini harus mereka bayarkan juga pada akhirnya.
"Karena kalian tidak sanggup membayar maka jangan salahkan kami yang tidak segan-segan!"
Staf kasir yang melihat mereka tidak bisa mengeluarkan uang kemudian berkata. "Bawa mereka ke belakang, dan minta manajer yang mengurusnya, jangan sampai mengganggu bisnis kita!"
__ADS_1
Belasan petugas keamanan yang melihat situasi itu segera mengeluarkan senjata mereka dan hendak membawa orang-orang itu kebelakang. Itu membuat mereka seketika ketakutan, bahkan Bion juga bergegas berkata. "Saya....saya punya uang, saya akan membayar bagianku dan pergi kan?...."
Sudah sampai di tahap seperti ini, Bion pun tidak ingin berlagak lagi. Mereka tercengang saat melihat Bion sama sekali tidak peduli pada mereka.
Dan Gina juga bergegas menarik tangan Bion. "Kak Bion, kamu....kamu akan membayarkan tagihanku juga kan?"
"Minggir, saya tidak punya uang sebanyak itu...” Bion menepis tangan Gina dengan kasar.
Dia sekarang hanya memikirkan bagaimana cara dia bisa pergi dari sana, kalau sampai dibawa ke belakang, mungkin saja dia akan dipukuli.
Seketika itu Gina juga tercengang, dia menatap Bion dengan tidak percaya, dia tidak menyangka Bion adalah orang seperti ini.
"Kalian harus membayarkan keseluruhan tagihan baru boleh pergi, kalau hanya membayar bagianmu sendiri, kamu juga tidak akan bisa pergi!" Staf kasir itu menolak Bion.
Bion yang mendengarnya seketika tercengang, sepertinya mereka tidak akan bisa pergi kalau tidak membayarkan 165 juta itu.
"Kalau tidak punya uang, untuk apa berlagak, ternyata hanya berpura-pura kaya!"
Kali ini celaka lah sudah, tidak punya uang untuk apa memesan Brendi.
"365 juta itu sangat banyak, mau cari dimana?" Sekelompok orang itu mulai mencaci maki Bion dan Gina, kalau bukan karena mereka berdua, masalah tak akan jadi seperti ini.
"Airish tolong bantu saya, Izinkan saya pergi dulu saya akan memberikan uangnya padamu nanti" Seketika, Celine yang melihat Airish yang dapat menolong, segera menghampiri dan berkata dengan nada memelas.
Tidak peduli apapun status Airish, kalau bisa makan gratis di Hotel Horison, pasti statusnya tidak rendah, kalau mau pergi dari sana, dia hanya bisa memohon pada Airish.
Mereka yang melihat situasi itu juga segera menghampiri Airish.
"Kamu katakanlah sesuatu yang baik tentang kami, bagaimanapun kami ini temannya Elsa!"
"Tadi itu salah kami, kami ditipu oleh Bion dan Gina yang licik itu!"
"Bion itu orang yang sok suci, dan munafik, sepertinya dia benar-benar menipu uang Elsa, pantas saja Elsa putus dengannya!"
__ADS_1
"Airish, kumohon padamu, bantulah kami." Semua orang mulai memohon pada Airish.
Airish berdiri lalu menatap sekelompok orang itu dan menyeringai. "Kalian juga pantas menyebut diri kalian temannya Elsa.