Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Alin menginap di rumah


__ADS_3

Suasana di kantor selalu membuat Adrian merasa bosan, sebab dirinya seperti orang yang berbeda. Biasanya ia selalu friendly kepada semua orang. Tetapi saat berada di kantor, ia merasa menjadi orang yang anti sosial.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Adrian. "Permisi, Pak."


"Iya, ada apa?"


"Ada yang ingin bertemu dengan Bapak."


Adrian langsung menghentikan aktivitasnya dan ia fokus melihat kearah orang itu.


"Sini duduk!" perintah Adrian.


Lalu, Alin duduk dihadapan Adrian.


"Pak, tolong bikinin minum ya," suruh Adrian kepada orang yang tadi mengantar Alin.


"Baik, Pak." Kemudian orang itu pergi untuk mengambilkan minum untuk Alin.


Senyum terukir diwajah Adrian, ia tidak percaya kini Alin datang ke kantornya.


"Adrian, sekali lagi makasih banyak ya atas bantuannya."


"Iya sama-sama."


"Maaf ya, tapi aku belum bisa ganti uang kamu secepatnya. Tapi aku janji akan kembalikan uang kamu kok."


"Gak dikembalikan juga gak apa-apa kok."


Raut wajah Alin berubah, seakan-akan ia terkejut dengan perkataan Adrian. Ia tahu Adrian sangat kaya, namun tetap saja hutang adalah hutang.


"Oh iya! aku punya sesuatu buat kamu."


"Apa?"


Alin mengeluarkan kotak makan dari dalam tasnya dan ia memberikan kotak makan tersebut kepada Adrian.


"Ini buat kamu."


Dengan cepat, Adrian mengambil kotak makan itu. "Makasih ya."


"Iya sama-sama."


Adrian membuka kotak makan dan memakan makanannya dihadapan Alin agar Alin merasa dihargai.


"Enak banget."


"Serius?" tanya Alin memastikan, lalu Adrian hanya mengangguk.


...****************...


Saat diperjalanan mengantarkan Alin, tiba-tiba Adrian berinisiatif untuk pergi ke suatu tempat.


Adrian melajukan mobilnya menuju kearah pantai, ia rindu saat-saat ketika dirinya dan Alin melihat sunset di pantai.


"Adrian!"

__ADS_1


Adrian menoleh kearah Alin. "Ada apa?"


"Emang pekerjaan kamu beneran udah selesai?"


"Udah kok. Makanya kan tadi aku langsung pulang."


Alin terdiam, karena tidak mungkin juga pekerjaan kantor secepat itu.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai ditempat yang sering mereka kunjungi saat masih SMA.


Suasananya sangat berbeda jika dibandingkan dengan sekarang. Mungkin juga karena tempat duduk dipinggir pantai nya telah diperbaharui dan juga sekarang banyak sekali pedagang kaki lima yang sedang berjualan didaerah pantai.


Sambil duduk, mereka berdua melihat keindahan pantai di sore hari. Tak lupa, mereka membahas masa-masa ketika mereka berdua masih berpacaran.


"Alin, sebenarnya apa sih alasan kamu putusin aku?" tanya Adrian sambil menatap lekat kearah Alin.


"Aku putusin kamu karena aku merasa insecure. Kamu kan lahir dari keluarga kaya raya, sedangkan aku enggak."


"Selain itu, banyak juga cewek-cewek cantik yang suka sama kamu, jadi aku lebih baik putusin kamu aja supaya kamu mendapatkan cewek yang setara dengan kamu," sambung Alin.


Adrian mendekatkan tubuhnya dan ia mengelus kepala Alin. "Jadi itu alasannya." Lalu Alin hanya mengangguk.


Adrian menjelaskan kepada Alin bahwa dirinya tidak butuh sosok perempuan yang kaya, namun yang ia perlukan adalah sosok perempuan yang bisa membuatnya bahagia.


"Lin, kalau aku menyatakan cinta lagi, kamu akan terima aku gak?"


"Bukannya waktu itu kamu bilang kalau kamu udah punya pacar ya?"


"Aku bohong soal itu dan aku juga tahu kok bahwa waktu itu kamu bohong tentang kamu yang udah punya pacar."


Lalu, Adrian menyarankan agar Alin kerja di perusahaan papah Adrian. Namun, Alin malah menolaknya karena ia tidak ingin dikasihani dan ia juga merasa banyak meminta pertolongan kepada Adrian, jadi sebaiknya ia tolak tawaran Adrian.


...****************...


Karena dirasa sudah cukup malam, akhirnya Adrian segera mengantarkan Alin pulang.


"Adrian, jangan antar aku ke rumah. Tapi antar aku ke rumah Rara aja."


"Kenapa ke rumah Rara?"


"Soalnya mamah aku tahu soal aku yang jadi model dan dia jadi marah setelah lihat foto-foto aku di sosial media."


Lalu, Adrian segera memutar arah dan ia melajukan mobilnya kearah rumah Rara.


Ketika sampai di rumah Rara, ternyata keadaan rumahnya sangat gelap, sepertinya memang tidak ada penghuni didalamnya.


"Rara kayaknya gak ada di rumahnya deh," ujar Adrian.


Disisi lain, Alin bingung harus menginap di rumah siapa lagi. Karena jika menginap di rumah saudaranya, nanti yang ada mamahnya akan mengetahuinya.


"Atau mau nginep di rumah aku aja?"


"Hah!"


"Maksudnya kamu tidurnya di ruang tamu dan aku di kamar aku."

__ADS_1


Alin juga mengerti maksud dari perkataan Adrian. Namun ia hanya terkejut karena tiba-tiba Adrian menawarkan Alin untuk menginap di rumahnya.


"Gimana? mau gak?"


Alin mengangguk, karena hanya itu satu-satunya yang bisa diharapkan. Karena jika menginap di suatu tempat, ia tidak mempunyai uang.


...****************...


Akhirnya Adrian dan Alin telah sampai di rumah Adrian. Dan kini Adrian membawa Alin menuju kamar tamu, karena Adrian tahu pasti Alin butuh istirahat.


Setelah itu, Adrian pergi ke kamar mamahnya untuk mengambil pakaian untuk Alin. Sebab, tidak mungkin Alin tidur dengan mengenakan pakaian yang ia pakai sekarang.


Saat berada di kamar orang tuanya, ternyata ada asisten rumah tangganya yang sedang merapihkan tempat tidur.


"Nyari apa, Den?"


"Nyari pakaian buat teman Adrian, Bi."


"Teman atau pacar?"


Adrian hanya tersenyum saat asisten rumah tangganya melontarkan pertanyaan itu.


Karena Adrian terlihat kebingungan, akhirnya asisten rumah tangganya membantu Adrian untuk memilihkan pakaian untuk Alin dan asisten rumah tangganya jugalah yang mengantarkan pakaian tersebut kepada Alin.


Skip


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam dan kini saatnya Adrian dan keluarganya untuk makan malam.


Adrian bergegas pergi menuju kamar tamu untuk menemui Alin, karena ia lupa memberitahu kedua orang tuanya bahwa Alin akan menginap.


Tok! Tok! Tok!


Tidak menunggu lama, pintu dibuka oleh Alin. "Ada apa?"


"Ayo makan malam dulu."


"Gak usah."


"Udah ayo, lagian kamu kan dari sore belum makan." Adrian menggenggam tangan Alin dan membawanya menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, kedua orang tua Adrian terkejut karena tiba-tiba ada mantan anaknya datang ke rumah. Lebih tepatnya Mamah yang terkejut, karena pakaiannya dipakai oleh Alin.


"Mah, Pah. Malam ini Alin mau nginep disini. Oh iya, tadi Adrian yang nyuruh Alin pakai pakaian Mamah, soalnya Alin gak bawa pakaian," ujar Adrian.


"Oh iya silahkan pakai aja, Lin," ujar Mamah Adrian.


"Ya udah ayo makan," ujar Papah Adrian.


Adrian dan Alin duduk dikursi, lalu mereka menikmati hidangan yang telah disediakan.


"Alin kerja dimana?" tanya Papah Adrian. Lalu, Alin menoleh kearah Adrian.


"Pah, ngapain sih nanya pekerjaan segala," sahut Adrian.


"Papah kan pingin tahu pekerjaan Alin."

__ADS_1


"Aku sekarang lagi gak kerja, Om. Aku baru aja keluar dari pekerjaan aku," jelas Alin.


__ADS_2