Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Kerjasama


__ADS_3

Melihat Chandra, Elsa langsung mencaci maki dan mengejarnya. Airish yang melihat situasi itu seketika mengerti, dia langsung berlari mengejar dan membawa Chandra kembali.


Elsa yang sudah sangat marah langsung menjambak rambut Chandra "Chandra, bukankah tadi katamu menetapkan mitra kerjasama Thamrin Brother adalah wewenang mu? Kamu berani menggunakan kontrak untuk mengambil keuntungan dariku, meniduri ku, kamu benar-benar bukan manusia...."


Elsa benar-benar sangat marah, dan terus memukuli Chandra, Chandra juga tidak berani mengelak, dia hanya bisa menerima pukulan-pukulan Elsa dengan pasrah.


Aura pembunuh seketika terasa dari sekujur tubuh Airish, Chandra berani mengambil kesempatan dalam kesempitan, kalau dia tidak datang sendiri untuk menandatangani kontrak, bukankah Chandra akan berhasil memperalat Elsa?


Setelah sesaat, Elsa juga sudah lelah, dia menatap Airish dengan berlinang air mata. "Kak Airish, saya.... Saya tidak mau kamu dipecat, makanya saya menyetujui permintaan bajingan ini!"


"Elsa, sudahlah, saya tahu, tidak apa-apa!" Airish menepuk Elsa dengan pelan, lalu menatap Chandra dengan dingin.


Setelah merasakan aura pembunuh yang dingin dari tubuh Airish, Chandra terkejut dan gemetaran. "Saya....saya salah, saya hanya bercanda kok, kami adalah teman lama, saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu!"


Chandra berusaha mati-matian untuk meminta maaf, tapi itu semua tidak ada gunanya lagi.


"Hari ini saya sedang tidak ingin membunuh orang..." Selesai berkata, Airish mencengkram satu tangan Chandra, dan energi spiritual yang besar dikerahkan oleh Airish, dan langsung menghancurkan tangan Chandra. "


"Ah...." Chandra berteriak kesakitan.


Seketika Chandra merasa kalau tangannya hanya tersisa daging dan kulit, tulangnya sudah hancur dan sepertinya tidak bisa disambungkan lagi.


"Kak Airish..." Elsa yang melihat situasi itu bergegas menarik Airish.


Dia takut Airish akan membunuh Chandra karena dirinya, itu melanggar hukum, dia tidak mau Airish masuk penjara lagi.


Melihat Elsa yang tampak ketakutan, Airish tidak bertindak lagi, lalu berkata pada Alberto. Pak Alberto, dia bawahanmu, biar engkau saja yang urus."


Alberto yang terkejut seketika gemetaran, dia sibuk menganggukkan kepalanya. "Tenang saja, saya akan mengurusnya dengan baik..."


Airish membawa Elsa pergi, dia tahu kalau Alberto pasti punya cara untuk menghabisi Chandra.


Dan saat Airish membawa Elsa kembali dengan kontrak di tangan, seluruh departemen pemasaran sangat terkejut.


Mereka semua membaca kontrak itu berulang-ulang, dan memastikan kalau kontrak itu asli.

__ADS_1


Mereka semua menatap Airish dengan tatapan tidak percaya, sampai saat ini mereka masih belum paham bagaimana Airish bisa menandatangani kontrak kerja sama dengan Thamrin Brother dalam kurun waktu sesingkat ini.


Jacky yang memegang kontrak itu juga gemetaran, karena dia tahu betapa berharganya kontrak ini, sebagai manajer pemasaran, kontrak ini juga akan memberikan keuntungan yang besar padanya.


Meskipun dia sangat membenci Airish dan ingin memecatnya, tapi kali ini Airish berhasil menanda tangani kontrak yang sangat bernilai, dan membawa banyak keuntungan baginya.


Meskipun hatinya merasa sangat senang, tapi Jacky berusaha menyembunyikannya dan menunjukkan ekspresi dingin. "Airish, kamu berhasil menandatangani kontrak ini dengan gampang, juga berkat saya dan Adelia yang sudah bolak-balik selama berbulan-bulan, kamu tidak usah membanggakan diri, anggap saja kamu beruntung dan tidak akan dipecat kali ini, tapi itu tidak berarti kamu akan terus menerus beruntung seperti kali ini!"


Setelah berkata, Jacky menyimpan kontraknya dan bergegas menuju ruangan Direktur, ini adalah kabar baik bagi perusahaan.


"Jacky, Jacky...." Adelia yang melihat Jacky hendak keluar, segera mengejarnya.


Setelah melihat Adelia, Jacky menghentikan langkahnya.


"Beritahu saya, kontrak kali ini akan memberimu komisi sebanyak apa?" Meskipun Adelia tahu kalau komisi dari kontrak ini besar, tapi untuk jumlah pastinya, dia juga tidak tahu.


Jacky menyeringai. "Bukankah kamu sangat menyukai rumah di Perumahan Bougenville? Besok saya akan mengajakmu untuk melihat rumah disana, pilih saja model yang kamu sukai, kontrak ini akan membuat keuntungan yang sangat banyak untuk kita, pada saat itu, membeli rumah tidak akan menjadi masalah!"


Adelia yang mendengarnya hampir melompat kesenangan, wajahnya sangat bersemangat. "Benarkah? Tampaknya Airish tidak sepenuhnya tak berjaya."


"Benar, kalau bukan karena kita sudah terlebih dulu membuka jalan, Dave tidak akan bisa menanda tangani kontrak ini dengan gampang."


Adelia juga segera menganggukkan kepalanya.


"Sudahlah, saya mau menyerahkan kontrak ini kepada Pak Bobby, Pak Bobby pasti akan memujiku, bisa saja dia memindahkan aku menjadi manajer pembelian!"


Setelah berkata, Jacky


melangkah menuju ruangan Direktur dengan hati gembira.


Karena terlalu gembira, Jacky lupa mengetuk pintu dan langsung melangkah masuk.


Pada saat itu, Junior sedang menelpon, dan melihat ada yang menerobos masuk dia langsung mematikan panggilannya.


Raut wajah Bobby langsung berubah serius saat melihat jacky.

__ADS_1


Jacky seketika tersadar kalau dia sudah melakukan kesalahan, sekujur tubuhnya gemetar dan dia menunjukkan kontrak yang ada di tangannya. "Pak, kami sudah berhasil menandatangani kontrak dengan Thamrin Brother!"


Bagaimanapun ini adalah kontrak besar, mungkin saja Bobby tidak akan marah setelah mendengarnya.


Tapi Jacky salah sangka, seketika dia selesai berbicara, Bobby langsung mengamuk. "Enyah, enyah dari hadapanku...."


Seketika, Bobby melemparkan cangkir tehnya kearah Jacky dengan kuat.


Bam.....


Mendengar suara cangkir


yang pecah, Jacky yang kaget langsung lari terbirit-birit.


Bobby menggertakkan giginya, dan bernafas dengan kasar, sangat jelas kemarahannya sudah memuncak.


Dia sudah mendapatkan kabar kalau Airish berhasil menandatangani kontrak dengan Thamrin Brother, awalnya dia berniat mempermalukan Airish, tapi tidak disangka yang dipermalukan malah Faisal.


Panggilan masuk tadi juga panggilan dari Faisal, dia langsung memaki Bobby, sekarang Bobby sudah tidak ingin menetap di perusahaan milik Keluarga Winston, akhirnya Bobby menghubungi Faisal untuk membuat koneksi dan hari ini mempermalukan keluarga Tanaka dengan memberikan informasi mereka kepada Faisal walaupun Faisal menakutinya, ia tidak bisa menahannya.


"Jacky, apa kata Pak Bobby? Apakah dia mengatakan berapa banyak bonusmu?"


Adelia melihat Jacky yang berjalan kembali segera menghampiri dengan bahagia.


"Membahas apanya, entah apa yang terjadi padanya hari ini, dia malah memakiku..."


Jacky membawa kontrak itu dan kembali kedalam ruangannya dengan raut


wajah tidak senang.


Adelia bergegas mengikutinya kedalam ruangan untuk menghiburnya.


Sesampainya di jam istirahat, Airish membereskan barang-barangnya dan bersiap menuju kediaman Keluarga Winston, karena dia sudah berjanji pada Wildan akan makan bersama dengannya dan Winston.


"Kak Airish, karena kita berhasil menandatangani kontrak sebesar itu, ayo kita rayakan bersama, saya tahu sebuah restoran makanan barat yang ada didekat sini, makanannya sangat enak!"

__ADS_1


Elsa menghampiri Airish dan berkata dengan wajah bahagia.


__ADS_2