Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Menarik Uang Satu Miliar


__ADS_3

"Saya sudah bilang akan memberi, pasti akan kuberikan, kalian ikut saya ke bank untuk mengambil uang..." Wajah Airish terlihat tenang, sama sekali tidak ada perasaan panik.


Orang yang memakai kalung emas itu melihat Airish begitu tenang dalam matanya terlintas kesan salut dan dia berkata. "Baiklah, melihat kamu adalah seorang ksatria saya mempercayai dan akan ikut denganmu ke bank....."


Setelah selesai berkata orang yang memakai kalung emas itu memberi jalan, dia memberi tanda dengan matanya, segera anak buahnya yang membuka pintu mobil.


"Ayo jalan, masuklah ke mobil......" Orang yang memakai kalung emas itu menggoyangkan kepalanya.


"Elsa, kamu pulang ke rumah dulu, jangan bilang pada ibumu dan ibuku, sebentar lagi saya akan pulang!" Airish memutar badan dan berkata dengan suara ringan kepada Elsa.


"Kak Airish......" Elsa menarik lengan Airish, dalam matanya penuh rasa khawatir.


"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa pada saya." Airish tersenyum kemudian memutar badan menuju ke arah mobil.


Melihat mobil yang meninggalkan tempat itu, air mata Elsa jatuh bercucuran, dia tidak tahu akibat yang akan di alami Airish setelah dibawa pergi oleh orang orang itu.


Dengan cepat mobil yang membawa Airish telah sampai di sebuah bank.


"Ingat, jangan bertindak macam-macam, kita akan menunggumu di luar....."


Orang yang memakai kalung emas itu berkata sambil mengancam Airish. Airish tidak menggubrisnya, tetapi langsung berjalan ke dalam bank.


Pada saat ini di dalam bank banyak orang yang sedang bertransaksi, Airish harus antri menunggu giliran.


"Tuan jika Anda ingin mengambil uang, bisa langsung di mesin ATM, dengan demikian tidak perlu antri..." Seorang petugas bank menyampaikan dengan sopan kepada Airish.


"Saya mau menarik uang yang banyak, Mesin ATM tidak bisa digunakan ..." Airish berkata dengan sopan sambil tersenyum.


"Tuan, boleh tanya Anda ingin menarik berapa? pegawai itu bertanya.

__ADS_1


"1 miliar lebih....." Baru selesai ucapan Airish, orang-orang yang berbaris di depannya seketika berbalik melihatnya.


Satu miliar bukanlah angka yang kecil "Tuan?"


Pada saat ini, di barisan orang yang antri seorang yang berpakaian modis dengan riasan yang menor berteriak memanggil Airish.


Wanita ini memakai kacamata hitam besar yang menutupi hampir setengah wajahnya.


"Siapa kamu?" Airish mengerutkan keningnya, memandang wanita ini sekilas.


"Ini saya. Maelin....." wanita itu melepaskan kacamata hitamnya.


Airish segera tersadar dan berkata. "Rupanya kamu, saya hampir tidak mengenalmu.


Maelin adalah teman sekelas Airish waktu di SMP mereka berdua merupakan teman sebangku dulu. Maelin adalah seorang yang ceroboh, tetapi sekarang dia kelihatan begitu modis.


Maelin menilai Airish sekilas, kemudian berkata dengan pandangan mata mengandung ejekan "Saya dengar kamu masuk penjara, kapan kamu keluar?"


Dulu waktu mereka duduk sebangku, Maelin pernah menulis surat cinta kepada Airish waktu itu ayah Airish menjabat di pemerintahan, keadaan keluarganya juga lumayan bagus banyak cewek yang mendekati Airish.


Tetapi Airish tidak pernah menanggapi Maelin, karena Maelin waktu itu sama sekali tidak menarik.


"Baru keluar beberapa Minggu..." Airish tertawa ringan dan menjawab dengan terus terang.


"Baru keluar, sudah mau menarik 1 miliar lebih? Kamu sangat berduit....." Maelin berkata sambil tertawa dingin.


Airish juga ikut tertawa, tidak berkata apa apa, tetapi mengalihkan pembicaraan. "Kapan kamu datang ke kota Bandung, dengar-dengar setelah lulus SMA kamu tidak lanjut kuliah?"


"Benar, saya sekolah sampai tamat SMA. tetapi saya sekarang lebih baik dibandingkan kamu yang baru keluar dari penjara... Maelin berkata, dia menunjuk kearah seorang lelaki setengah baya yang gemuk dan kasar lalu berkata. "Ini adalah teman pria saya, merupakan bos sebuah perusahaan, omzetnya puluhan miliar/hari. Ini saya datang mengurus kartu. Di kemudian hari uangnya akan di alihkan ke saya."

__ADS_1


Maelin bangga dengan dirinya sendiri, walaupun pria setengah baya itu kelihatan lebih muda dari bapaknya, tetapi dia sendiri sama sekali tidak menyadari ada yang salah, asalkan dia mempunyai duit sudah cukup.


Airish melihat sekilas pria setengah baya yang gemuk, lalu tersenyum. "Kalau begitu selamat untukmu, telah menemukan seorang teman pria yang berduit....."


Walaupun Airish hanya tersenyum, tetapi Maelin merasa hatinya sangat membenci, dia merasa Airish sedang mentertawakan dirinya.


"Tuan untuk penarikan diatas 500 juta harus dengan perjanjian dulu, apakah kamu sudah membuat janji?"


Pegawai bank yang mengetahui Airish adalah mantan narapidana yang baru keluar dari penjara, logat bicaranya menjadi keras.


"Saya ada keperluan mendadak jadi tidak buat perjanjian, apakah bisa diberi kelonggaran? Airish bertanya kepada pegawai bank tersebut.


"Airish, ada keperluan mendadak apa butuh uang 1 miliar lebih? Melihat keadaanmu juga tidak mirip punya uang 1 miliar, apakah sengaja berlagak kaya?" Melanie bertanya dengan tertawa dingin. Airish tidak menggubrisnya, tetapi dia mengeluarkan kartunya, menyerahkan kepada pegawai bank dan berkata. "Di dalam kartu ini ada 10 miliar, saya sekarang cuma hendak menarik 1,3 miliar, apakah bisa di beri kelonggaran?"


"10 miliar? Kamu bercanda, kamu punya 10 miliar? Kamu hanyalah mantan narapidana yang baru keluar penjara, bagaimana mungkin mempunyai begitu banyak uang?" Maelin tertawa dingin, dengan wajah penuh ejekan melihat Airish.


Sedangkan pegawai bank tersebut juga tidak sabaran, dengan muka dingin dia berkata. "Biarpun kamu mempunyai 20 miliar, ini tetap peraturan bank, tidak bisa......"


Tetapi belum selesai bicaranya, pegawai bank itu tiba tiba melihat kartu di tangan Airish, seketika dia terperangah, mendelikkan sepasang mata bulatnya.


Karena kartu itu adalah pemberian Winston kepada Airish, sedangkan Winston adalah orang terkaya di kota Bandung, kartunya mempunyai tanda-tanda khusus, pegawai bank akan segera mengenalinya dengan sekali pandang, ini adalah kartu bank dari keluarga Winston, sedangkan Airish dapat memilikinya, pastilah bukan orang biasa.


"Pak, duduklah sebentar di sini, aku akan segera bertanya kepada manajer..." Melihat kartu di tangan Airish, sikap karyawan langsung berubah drastis.


"Oke!" Airish mengangguk dan duduk di samping untuk beristirahat, dan anggota karyawan buru-buru pergi mencari manajer untuk meminta arahan.


Kali ini, Maelin sedikit heran, dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba karyawan bank ini menjadi begitu sopan terhadap Airish.


"Airish, apakah kamu benar-benar punya uang sebesar satu triliun?” Melihat perubahan sikap karyawan yang mendadak itu, Maelin pun bertanya kepada Airish dengan ragu.

__ADS_1


"Apa urusanmu?" Airish tersenyum dingin.


"Airish, asalkan kamu tahu, memalsukan dokumen keuangan adalah tindakan ilegal. Kamu adalah mantan tahanan penjara, bagaimana kamu bisa memiliki uang sebesar satu triliun? Kamu kira aku tidak tahu, kalian sekarang tinggal di komplek pemukiman yang sudah tua, bagaimana mungkin kamu bisa mempunyai uang sebanyak satu triliun..."


__ADS_2