
Saat dia dipenjara, Mukhlas mengatakan kalau dia adalah Penguasa negeri akhirat, lalu dia memberikan sebuah cincin kepadanya, sepertinya karena melihat cincin itu membuat Kawamatsu menganggap dia adalah Penguasa Negeri Akhirat.
"Maksudmu, karena cincin yang kupakai ini?" Airish melepaskan cincin itu dan menanyakannya pada Kawamatsu.
"Benar, ini adalah Cincin Pusaka Naga dari negeri akhirat. Dalam ajaran negeri akhirat, orang yang memakai cincin ini adalah Penguasa negeri akhirat." Kawamatsu mengangkat kepalanya dan menatap cincin yang dipakai oleh Airish.
"Kalian semua berdirilah!" Melihat Kawamatsu dan ratusan orang berlutut dihadapannya, Airish merasa canggung, dan segera melambaikan tangannya.
"Terima kasih Tuan" Kawamatsu dan ratusan orang dari Yayasan Setia Hati Teratai berdiri.
"Saya beritahu padamu, saya bukan penguasa, cincin ini diberikan seseorang padaku. kalian salah orang" Airish menjelaskan.
"Kami hanya mengenali Cincin Pusaka Naga, tidak mengenali orang, karena engkau memakai cincin Pusaka Naga itu artinya kamu adalah Penguasa kami" Kawamatsu berkata dengan hormat.
Airish kehabisan kata-kata, kelihatannya Mukhlas sengaja mewariskan jabatan Penguasa kepadanya.
"Lalu kalian adalah orang-orang dari negeri akhirat?" Airish bertanya kepada Kawamatsu.
"Benar, negeri akhirat memiliki tujuh pintu secara keseluruhan, dan Yayasan Setia Hati Teratai merupakan salah satunya, hanya saja, saya dan penguasa Yayasan lainnya tidak terlalu akrab dan jarang berhubungan kecuali mendapat perintah dari Penguasa. kalau tidak kami tidak boleh membocorkan identitas kami begitu saja" Kawamatsu menjelaskan.
Setelah mendengar penjelasannya, Airish terdiam, hanya Yayasan Setia Hati Teratai saja bisa menggetarkan seluruh Kota Bandung, kalau ada 7 yayasan, maka kekuatan negeri akhirat benar-benar menakutkan.
"Penguasa, selain yayasan yang ada di Negara Sekayu, masih banyak Yayasan lagi yang tersebar di berbagai belahan dunia, hanya saja untuk informasi spesifiknya saya tidak tahu karena saya masih tergolong berjabatan rendah.
Setelah Kawamatsu menyelesaikan perkataannya. Airish menjadi lebih kaget lagi, "masih banyak Yayasan lain yang tersebar di berbagai belahan dunia, hebat sekali."
__ADS_1
Dia sebenarnya masih belum mengerti, Mukhlas yang dia temui dipenjara terlihat begitu lemah dan aneh, tapi ternyata dia sangat hebat.
Setelah sesaat, Airish mengibaskan tangannya dan berkata. "Kalian semua pulanglah. Kalau ada urusan saya akan mencari kamu"
"Siap!" Kawamatsu membungkuk dalam-dalam.
Kawamatsu membawa orang-orangnya pergi, dan Airish masih tetap disana, dia belum bisa menenangkan dirinya, begitu banyak yang terjadi dalam sekejap dia masih belum bisa menerimanya.
Saat itu, di ruangan kantor lantai teratas hotel Horison, Winston dan Wildan belum meninggalkan hotel, mereka datang ke ruangan kantor di lantai teratas, hotel ini adalah bisnis keluarga Winston, dia bisa kemana pun yang dia suka.
Manajer hotel itu memasuki ruangan kerja dan melaporkan pada Winston. Wildan mengangguk dan segera mengurusnya.
Manajer hotel itu melapor. "Tuan Winston, Tuan Kawamatsu sudah membawa orang-orangnya pergi, dan Tuan Airish juga sudah meninggalkan hotel!"
"Ya, saya sudah tahu." Juan menganggukkan kepalanya dan berkata pada Wildan. "Wildan, daftar bahan obat yang dibutuhkan oleh Tuan Airish, cepat kamu siapkan, lalu kamu utus orang untuk melindungi Tuan Airish diam-diam, saya yakin Keluarga Tanaka tidak akan membiarkannya begitu saja."
Airish meninggalkan Hotel Horison dan menuju kerumah, sekarang hari sudah siang. Dan saat dia sampai dirumah, dia melihat ibunya yang sudah duduk dimeja. Mendengar suara pintu dibuka, Shinta segera menanyakan. Airish bergegas menghampiri dan memapah Shinta. "Lihatlah anak ini, baru pulang saja sudah keluyuran entah kemana, Ibu sudah sejak tadi menyiapkan makan siang. Saat mereka berdua makan, Airish tidak bersuara dihadapan ibunya. Airish sedikit ketakutan, tapi Shinta malah tidak berhenti mengoceh! "Airish, kamu sudah pulang sekarang, carilah sebuah pekerjaan yang layak, lalu cari seorang pacar, meskipun keluarga kita kekurangan, tapi kalau engkau bekerja dengan baik, semuanya pasti akan jadi lebih baik. Ibu meminta pada Tante Lusy untuk mencarikan mu pasangan, janda juga tidak masalah. nanti kalau sudah menikah dan punya anak semuanya akan jadi lebih baik. Kamu juga jangan pergi mencari Delilah lagi, dia sudah menjadi Nyonya Muda di keluarga Tanaka. Kita tidak akan sanggup mengatasinya tapi kita bisa menghindarinya.
Kali ini kamu harus ingat, jangan bertindak gegabah, kalau kamu tidak mau masuk penjara lagi."
Setelah makan, Airish berinisiatif membersihkan peralatan makan.
Setelahnya Airish mengeluarkan sebuah kunci. "Saya punya seorang teman yang memiliki rumah kosong yang tidak dipakai, dan meminjamkannya padaku. Kita bereskan lalu tinggal di sana.
Rumah ini sudah terlalu tua dan bobrok, lingkungannya juga tidak baik, Airish ingin ibunya tinggal di Perumahan Bougenville, tapi dia tidak berani berkata sejujurnya, hanya berani mengatakan kalau temannya meminjamkan rumah itu kepadanya. Mengenai Kartu ATM yang berisi uang 10 miliar pun Airish tidak berani berkata sejujurnya, dari mana asal usulnya.
__ADS_1
Perumahan Bougenville merupakan kompleks perumahan terkemuka dan termahal di Kota Bandung. Yang bisa tinggal disana hanyalah para konglomerat.
"Teman dari mana itu, kenapa dia bisa meminjamkan rumah semahal itu padamu." Saskia tidak percaya dengan yang di katakan oleh Airish.
"Itu...dia hanya seorang temanku" Airish menjawab dengan samar-samar.
"Hm.." Shinta mendengus.
"Kamu kira ibumu ini bodoh ya? Membohongi ibu seperti ini, kamu mana mungkin punya teman seperti itu, dan mana mungkin ada orang yang meminjamkan rumahnya di Perumahan Bougenville kepadamu, sepertinya di penjara kamu belajar hal-hal buruk, kalau kamu sudah pandai berbual segera cari pekerjaan jangan terus mimpi di siang bolong.
"Ibu, ibu saja belum melihatnya kenapa mengatakan aku membual?"
Shinta mempercayainya. "Airish, Ibu percaya padamu. Bawa ibu ke Perumahan Bougenville untuk melihat-lihat, saya belum pernah kesana.
"Bu, saya akan segera memanggil taksi, sekalian membereskan barang-barang dirumah." Setelah berkata Airish berjalan keluar.
Di kawasan perumahan Bougenville.
Petugas keamanan berdiri di kedua sisi, satu dengan kepala terangkat tinggi. Menjadi penjaga keamanan di sini adalah hal yang sangat terhormat, kalau tidak mempunyai koneksi, tidak akan bisa masuk kemari.
Sebuah taksi melaju lalu berhenti didepan pintu masuk Perumahan Bougenville, seorang petugas keamanan melihat ini dan merasa aneh, dia bergegas keluar dan menghentikan taksi itu.
"Kalian datang kemari untuk apa?" Petugas keamanan itu bertanya dengan aneh.
Dia sudah bekerja disini selama 3 tahun dan belum pernah menemui orang yang datang ke Perumahan Bougenville dengan taksi, orang yang bisa tinggal disini semuanya konglomerat, dan punya banyak mobil dirumah, bahkan supir pun lebih dari satu.
__ADS_1
"Kami penghuni disini" Airish turun dari kursi penumpang dan berkata dengan penuh hormat kepada petugas keamanan itu.
"Penghuni?" Petugas keamanan itu menilai Airish dari penampilannya lalu melihat kearah orang tua Airish yang ada didalam taksi lalu tersenyum sinis.