
Tapi pada saat Faisal dan Delilah hendak berjalan keatas menuju ruangan direktur, tiba-tiba Airish muncul didepan pintu masuk.
Hanya saja, Airish dihadang oleh petugas keamanan, dan tidak diizinkan untuk masuk.
Faisal yang melihat Airish seketika berbinar-binar, dia menghampiri Airish dengan tatapan penuh penghinaan.
Delilah juga menghampiri dengan arogan, dia menggandeng tangan Faisal dan tatapan matanya terlihat jijik.
"Aduh, bukankah ini Airish? Dengar-dengar sekarang sedang meminta kerjasama dengan perusahaan Thamrin Brother ya? Ngomong ngomong Apa kamu dicampakkan oleh keluarga Winston? Sampai pindah keluar dari vila...." Faisal menatap Airish dengan penghinaan.
Airish yang melihat Faisal dan Delilah juga merasa sangat aneh, dia tahu kalau Keluarga Tanaka juga sedang menegosiasikan kontrak dengan Thamrin Brother, tapi dia tidak menyangka Faisal akan datang sendiri.
Hanya saja melihat Faisal datang dengan lengannya yang masih diperban, serta Delilah yang ikut bersamanya, Airish segera memahami kalau negosiasi hari ini hanya ajang untuk mempermalukan dirinya, Faisal sepertinya sudah tahu sejak awal kalau dia akan datang, dan mempersiapkan untuk mempermalukannya.
Keluarga Tanaka dan Keluarga Winston sejak awal sudah menjadi rival, sekarang Faisal bisa tahu kalau dia yang akan datang menegosiasikan kontrak, artinya ada seseorang di perusahaannya yang memberitahu Faisal.
Dalam sekejap, Airish hanya terpikirkan satu orang, Jacky. Memikirkan sampai disana, Airish menyeringai. "Kenapa, lenganmu sudah sembuh? Atau kamu mencari ku kemari untuk membantu merenggangkan tulang-tulang mu?"
Faisal yang mendengarnya seketika menciut dan melangkah mundur, ia sudah tahu kekuatan Airish.
"Airish, sekarang kamu sudah tidak bersama Wildan lagi, kamu kira kamu siapa? Masih berani berbicara seperti itu pada Kak Faisal...." Delilah menegur Airish.
Airish menyipitkan matanya dan seberkas cahaya dingin terbesit di hatinya.
"Mulutmu bau sekali...." Berkata sampai disitu, Airish tiba-tiba melangkah maju, dan menampar Delilah dengan keras.
Belum ada orang yang sempat merespon, dan pipi Delilah sudah membengkak dan memerah.
Melihat Airish berani turun tangan memukuli Delilah, Chandra yang berada di samping juga tercengang.
__ADS_1
Delilah adalah pacarnya Faisal, Airish yang terlihat seperti orang biasa ini malah berani turun tangan memukuli pacarnya Tuan Muda Keluarga Tanaka, ini adalah aksi cari mati.
"Sialan, beraninya kamu memukuli orang di perusahaan kami, apakah engkau bosan hidup?" Chandra berteriak marah. "Petugas keamanan, tangkap bajingan ini...."
Segera, dua orang petugas keamanan menyerang kearah Airish.
Tapi Chandra tidak menyadari, setelah Delilah dipukuli oleh Airish, Faisal bahkan tidak berani bersuara, dia yang hanya seorang manajer kecil berani turun tangan menangkap Airish.
Airish berbalik dan dengan gampangnya menghindari dua orang petugas keamanan itu, lalu berkata pada Chandra. "Saya dari PT Krakatau mau mendiskusikan kontrak!"
"Hm, Thamrin Brother tidak akan bekerja sama dengan orang yang tidak punya sopan santun, kami akan segera menanda tangani kontrak dengan keluarga Tanaka, dia ada dari sini....." Chandra mendengus.
Airish mengernyitkan keningnya. "Apa kamu direktur Thamrin Brother?"
"Bukan, saya adalah manajer disini, saya yang berwewenang mengenai kontrak kerja sama, enyahlah...." Chandra berkata dengan sinis.
"Airish, kamu kira dengan sedikit keahlianmu itu tidak ada orang yang bisa mengalahkan kamu? Sekarang Wildan tidak menghiraukan kamu lagi, lihat bagaimana saya akan menghabisi kamu...” Faisal berkata dengan tatapan ingin membunuh.
"Jangan langsung dibunuh, harus disiksa dulu, lebih baik lagi kalau dia mati dengan cara yang menyedihkan." Delilah yang ditampar oleh Airish merasa sangat kesal, dia berkata sambil menggertakkan giginya dan menatap Airish.
Airish yang mendengar Delilah menghujat, seketika menunjukkan raut wajah dingin, aura pembunuh yang kuat terasa menyelimuti Delilah.
Delilah seketika merasa kedinginan, keterkejutannya membuatnya gemetar dan melangkah mundur, lalu bersembunyi dibelakang Faisal.
Faisal yang merasakan aura pembunuh dari Airish, juga tidak berani bersuara lagi.
Sedangkan Chandra berteriak marah. "Petugas keamanan, usir dia dari sini, usir...."
Segera, lima orang petugas keamanan mengepungnya.
__ADS_1
"Kamu yang hanya seorang manajer kecil berani mengambil keputusan untuk perusahaan?" Setelah berkata, Airish langsung melangkah masuk kedalam perusahaan.
Petugas keamanan yang melihat situasi itu langsung bergegas menahan Airish.
Disisi lain, di ruangan direktur di lantai teratas gedung Thamrin Brother, Alberto, direktur Thamrin Brother seperti cacing kepanasan yang mondar mandir.
Dia sangat gugup, setelah menerima panggilan dari Kawamatsu yang mengatakan Airish akan datang untuk menegosiasikan kerja sama, Alberto tidak bisa duduk tenang.
Alberto juga menghadiri perjamuan yang diadakan oleh Zeni, dia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Kawamatsu dan Zeni memperlakukan Airish dengan penuh hormat, dan tendangan Airish yang menghabisi Timotius juga meninggalkan kesan mendalam bagi Alberto.
Pada saat itu, semua orang yang hadir sangat ingin menjilat dan menyanjung Airish, Alberto juga adalah salah satu diantara mereka, hanya saja dia tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Airish, saat mendengar Airish akan datang ke perusahaannya untuk bernegosiasi, Alberto sangat gugup sampai berkeringat dingin, dia takut kalau sambutannya kurang bagus, dan menyinggung Airish, maka dia akan kehilangan kesempatan untuk bekerja sama dengan Airish, oleh karena itu Alberto harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik. "Puput, apakah perwakilan PT Krakatau belum sampai?" Alberto melirik jam dan bertanya pada sekretarisnya.
"Saya tidak tahu, akan saya periksa dulu!" Puput menjawab.
"Ingat, kalau perwakilan PT Krakatau datang, segera undang dia keatas..." Alberto berpesan pada Puput.
"Baik!" Puput bergegas kebawah.
Dan baru sampai di lobi, dia melihat ada kerumunan didepan pintu, beberapa petugas keamanan sepertinya sedang bersiap menindak seseorang.
Berhenti, sedang apa kalian? Berani membuat keributan didepan pintu masuk, lihat lah sudah seperti apa perusahaan kita?" Puput bergegas menghampiri dengan marah.
Chandra yang melihat Puput berjalan menghampiri segera melambaikan tangannya dan membubarkan para petugas keamanan, lalu memasang senyuman di wajah nya. "Bu Puput. Orang ini datang membuat keributan dan berani memukuli orang, jadi saya meminta petugas keamanan untuk mengurusnya...."
"Memukuli orang?" Puput melirik Airish dan berkata pada Chandra.
"Kalau ada yang membuat onar ya segera usir, sebentar lagi akan ada tamu yang datang untuk membahas kerja sama, kalau sampai terlihat oleh tamu bagaimana?"
"Baik baik, saya akan segera mengusirnya...." Chandra mengangguk, dan kembali memanggil para petugas keamanan, seketika petugas keamanan itu kembali mengerumuni.
__ADS_1
"Bu Puput." Faisal tersenyum dan menyapa Puput.
"Kalau ingin bekerja sama dengan Thamrin Brother, harus bisa memperlakukan semua orang yang mengelolanya dengan baik" Puput yang melihat Faisal hanya mengangguk kecil, lalu bertanya pada Chandra. "Apa perwakilan dan PT Krakatau sudah sampai? Ingat, kalau dia sudah sampai, segera beritahu Pak Alberto"