Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Shinta Pergi Dari Bougenville


__ADS_3

Seni bela diri yang dilatih Airish berbeda dengan seni bela diri yang dilatih oleh Bento dan lainnya, jadi dia tidak akan bisa mengajarinya, apakah dia harus mengajarkan teknik berpikir?


"Tuan Airish, kamu..." "Bento, sudahlah, jika Tuan Airish sudah mengatakan begitu, jangan bersikeras!" Zeni menghentikan Bento, meskipun Zeni sendiri bukan seorang yang mengerti seni bela diri, tetapi dia paham beberapa hal tentang itu. Seseorang tidak bisa dengan mudah mengajarkan keahliannya kepada orang lain.


Mendengar hal ini, Bento hanya bisa minggir dan berhenti berbicara!


"Bento, jika kamu memiliki sesuatu, kita bisa bicara dan bertukar pikiran, tetapi untuk menjadi guru kamu, saya sama sekali tidak memiliki kualifikasi..." Airish tersenyum dan meminta maaf.


"Terima kasih, Tuan Airish" Bento berkata dengan senang.


Ketika Airish meninggalkan Horison kembali ke Perumahan Bougenville, dia menyadari bahwa ibunya tidak ada disana. Hal ini membuat Airish bingung. Mereka baru saja pindah dan orang tuanya tidak begitu cepat akrab dengan orang lain. Bisa kemanakah Shinta.


Airish lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon Shinta. Ketika dia mengetahui bahwa Shinta telah kembali ke rumah aslinya, Airish bergegas kesana.


"Ibu, mengapa ibu kembali? Apakah ibu tidak terbiasa tinggal di Perumahan Bougenville? Udara dan lingkungan di sana bukankah lebih baik daripada di sini?" Airish bertanya dengan bingung.


Shinta menghela nafas. "Airish, kamu baru saja keluar dari penjara. Jangan berpikir untuk menjadi kaya dalam waktu satu malam, Wildan adalah pemuda yang baik, jangan karena kamu menyelamatkan nyawa kakeknya, kamu memanfaatkan dia kalian berbeda. Carilah pekerjaan yang baik. Jangan berkhayal!"


"Bu, apakah seseorang mengatakan sesuatu padamu?" Airish mengerutkan keningnya!


"Jangan khawatir. Kembalikan rumah di Perumahan Bougenville itu. Ibu tidak akan tinggal disana. Ibu tidak memintamu untuk menjadi kaya. Ibu hanya ingin kamu menemukan pekerjaan yang baik, menikah dengan perempuan yang baik dan melanjutkan garis keluarga..." Nada bicara Shinta agak berat, sepertinya dia marah.


Melihat ibunya marah. Airish tidak berani mengatakan apa-apa, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya. "Bu, saya pasti akan mendengarkanmu..."


Selama setahun, ibunya telah menangis sampai buta karenanya. Tidak tahu berapa banyak penderitaan yang telah dia rasakan. Airish tidak ingin membuat ibunya menderita lagi.

__ADS_1


Melihat Airish begitu cepat setuju dengannya, Shinta lalu berkata dengan nada yang lebih lembut.


"Lalu, Elsa, tetangga kita juga telah lulus, dengar-dengar dia sudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan menghasilkan banyak uang. Kalian berdua sudah saling kenal sejak kita tinggal di Bandung, kalian berdua memiliki status sosial yang sama, jika kamu mau, ibu akan bahas dengan Bibi Melissa."


Airish berfikir. Hubungannya dengan Delilah sudah tidak bisa di perbaiki. Inilah saatnya untuk memikirkan masa depan. Melihat Airish tidak menolaknya, Shinta segera ke rumah Melissa dan membahas soal perjodohan.


"Apa yang perlu dibahas lagi? Jika mereka berdua setuju, saya juga akan setuju. Lagi pula, saya juga telah menyaksikan Airish tumbuh dewasa. Tidak masalah bagiku tentang dia dipenjara...” ujar Melissa.


Pada sore harinya, Melissa masuk dengan sebuah mangkuk besar. "Ini saus yang saya buat sendiri, kalian bisa mencobanya..."


"Bibi Melissa..." Ketika Airish melihat Melissa masuk, dia buru-buru mengulurkan tangan dan mengambil mangkuk itu.


Sejak Airish datang ke kota Bandung beberapa tahun lalu, dia telah menjadi tetangga dengan keluarga Melissa, jadi kedua keluarga ini memiliki hubungan yang sangat baik.


"Bibi Melissa, kamu terlalu sungkan, anakmu Elsa, saya juga memperhatikannya tumbuh besar, dia pintar dan cantik. Akan sangat baik jika kita bisa menjadi keluarga..." Shinta bangkit dan mengajak Melissa untuk duduk bersama.


"Baik, baik, tapi kudengar Elsa telah menemukan pekerjaan yang bagus dan menghasilkan banyak uang..." Shinta mengangguk senang.


"Uang yang didapat tidak sedikit, tapi pulang sangat malam, bahkan saya sulit untuk bertemu dengannya..." Jawab Melissa sambil mengangkat telepon dan menelepon putrinya.


Panggilan itu dengan cepat terhubung, dan suara malas Elsa terdengar. "Bu, mengapa kamu meneleponku saat ini, saya masih tidur!"


"Anak ini, ini sudah sore, kenapa kamu masih tidur? Bukankah kamu harus pergi bekerja?" Melissa tercengang.


"Oh, saya harus lembur malam ini, jadi saya tidur siang dulu, ada apa?" Elsa bertanya dengan cepat.

__ADS_1


"Oh, Airish telah dibebaskan dari penjara. Saya ingin kamu pulang malam ini untuk makan bersama mereka!" Kata Melissa.


"Bu, saya tidak punya waktu, tunggu beberapa hari lagi, dua hari ini saya terlalu sibuk." Selesai berbicara, Elsa langsung mematikan telepon.


Melissa tampak sedikit malu saat mendengar nada sibuk di telepon.


"Bibi Melissa, karena Elsa terlalu sibuk, kita bisa makan bersama di lain hari!" Shinta takut Melissa akan marah, dia pun buru-buru membujuknya.


"Heh, sekarang anak itu sudah besar, benar-benar tidak patuh lagi..." Melissa menghela nafas.


Melissa masih berada di rumah Airish sampai malam hari, sementara Airish yang tidak melakukan apa-apa, berencana untuk pergi keluar. Pada saat bersamaan, Kawamatsu menelepon dan ingin mengajaknya makan. Bagaimanapun Airish adalah ketua Kawamatsu, tentu saja Kawamatsu ingin menyenangkan Airish.


Awalnya Airish ingin menolak ajakannya, tetapi setelah dipikir-pikir, jika dia pulang dari makan malam, Melissa pasti masih akan ada di rumahnya, dan mereka akan makan malam bersama. Dia pasti akan mengomelinya saat makan nanti, jadi Airish menerima ajakan Kawamatsu.


Kawamatsu ingin menjemput Airish, tetapi Airish menolaknya, dia lalu naik taksi dan menuju ke restoran yang dipilih Kawamatsu.


Selama Airish berada di dalam penjara, kota Bandung telah berkembang sangat cepat. Ada puluhan bar dan KTV di kota kecil ini. Lampu neon terang menyala, dan jalan-jalan penuh dengan pria tampan dan wanita cantik di malam hari.


Tepat ketika taksi Airish melewati Bar Darma Agung, dia melihat seseorang yang familiar, mami Tamara ke bar dengan beberapa gadis.


"Elsa?" Airish mengerutkan keningnya.


Saat di telepon sore tadi, Elsa mengatakan bahwa dia akan bekerja lembur di malam hari, mengapa dia ada di bar? Apakah Elsa bekerja di bar?


Untuk memastikannya, Airish pun menghentikan taksi, dan setelah membayar ongkos, dia mengikuti Elsa sampai ke dalam. Pada saat ini, suasana bar sangat hidup, dan lampu yang berkedip membuat orang merasa pusing.

__ADS_1


Airish mengikuti Elsa dan beberapa gadis ke bar.


__ADS_2