
Airish tidak memperdulikan si gemuk, dan menatap Javier lalu menunjukkan cincinnya. "Apa kamu tahu cincin ini?"
Javier melihat sebentar lalu berkata dengan jijik. "Hanya sebuah cincin busuk, untuk apa ku kenali, cepat serahkan batu giok hijau itu, maka saya akan mengampuni ketidaksopananmu terhadap Tuan Kawamatsu!"
Airish mengeluarkan batu giok, warna hijau dari batu giok itu bercahaya, membuat mata Javier yang melihatnya juga bercahaya.
"Cepat, berikan padaku!" Javier melambaikan tangannya pada Airish.
Airish memainkan batu giok itu dan berkata dengan santai. "Karena kamu tidak mengenali cincinku, kalau begitu, panggil Kawamatsu kemari, setelah dia kemari kalau dia menginginkan batu giok ini maka akan kuberikan kepadanya!"
"Apa katamu?" Javier murka.
"Kamu kira Tuan Kawamatsu bisa kamu temui sesuka hatimu? Kamu pikir siapa kamu? Dasar tidak tahu diri, sepertinya kamu memaksaku untuk turun tangan!"
"Kalau kamu tidak mau memanggilnya, saya yang akan menelponnya!" Airish mengeluarkan ponselnya!
"Kamu punya nomor telepon Tuan Kawamatsu?" Javier mengernyitkan keningnya!
"Kalau bukan orang yang punya hubungan dekat dengan Tuan Kawamatsu, tidak akan mempunyai nomor teleponnya, sekarang Airish tiba-tiba berkata dia akan menelpon Tuan Kawamatsu, kalau begitu, dia pasti bukan orang biasa" si gemuk bergumam.
"081166..." Airish membacakan nomor telepon Kawamatsu, dan berkata pada Javier.
"Bagaimana? kamu yang menelepon atau aku yang menelepon?."
Javier tertegun untuk sementara waktu. Dia perlahan-lahan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kawamatsu. Dia tidak tahu siapa Airish, tapi dia tidak berani memintanya untuk menelepon Kawamatsu.
Tak lama kemudian, telepon itu terhubung, dan suara malas Kawamatsu terdengar dari ponsel. Jelas, sudah waktunya bangun tetapi Kawamatsu masih belum bangun.
"Tuan Kawamatsu, ada seseorang membuat masalah di Pasar Antik Tepi Jalan Kota Bandung. Dia mengatakan bahwa dia mengenalmu, dan menyuruhku untuk menghubungimu!" Javier berkata dengan hati-hati.
__ADS_1
"Siapa orangnya? Namanya?" Kawamatsu berkata.
"Saya tidak tahu siapa namanya, tapi dia memiliki cincin tembaga di tangannya dengan lambang naga diatasnya. Sepertinya masih ada tanda di atasnya, dia bertanya kepadaku apakah saya mengenal itu!" Javier berkata.
"Sial!" Mendengar itu, Kawamatsu melompat dari tempat tidurnya dengan grasak-grusuk.
"Javier, saya beritahu kepadamu, sebaiknya kamu melayani orang ini dengan baik. Jika kamu berani untuk membuatnya tidak senang, saya akan membunuh keluargamu. Ingat itu...." Setelah Kawamatsu selesai berbicara, dia langsung menutup teleponnya, memakai baju dan bergegas pergi ke Pasar Antik tepi Jalan Kota Bandung.
Javier mendengar suara sibuk di telepon, Wajahnya seketika berubah. Dia telah bersama Kawamatsu selama 10 tahun. Dia belum pernah melihat Kawamatsu panik seperti ini sebelumnya.
Javier meletakkan teleponnya, lalu menatap Airish. Seluruh orang gemetar ketakutan.
"Kak Javier, orang ini hanya berbicara omong kosong. Bagaimana Tuan Kawamatsu bisa mengenal orang bodoh seperti itu? Dia pasti berbohong kepadamu. Cepat ambil giok itu kembali!" Pemilik kios si gemuk itu masih belum melihat kelainan di mimik wajah Javier. Dia menatap Airish dengan jijik.
"Plak!" Setelah si gemuk selesai berbicara, Javier menampar pemilik kios gemuk itu dengan keras.
"Sial, omong kosong, apa! Kamulah yang bersikeras membeli dan menjualnya. Jangan berpikir saya tidak tahu. Saya berpikir kamu tidak ingin tinggal di sini lagi!"
"Tuan, saya meminta maaf atas kejadian tadi. Silahkan istirahat sebentar, Tuan Kawamatsu akan segera datang!" Javier berkata kepada Airish dengan wajah menyanjung.
Dia tidak mengenal Airish. Dia tidak tahu bahwa Airish adalah penguasa dari negeri akhirat. Bahkan banyak dari anggota Yayasan Teratai tidak mengetahuinya, bahkan orang dalam juga tidak tahu. Ini semua adalah rahasia. Hanya beberapa orang dalam yang tahu.
Begitu Airish mendengar bahwa Kawamatsu akan datang, dia berencana untuk menunggu. Jika dia terus mencari dengan membabi buta, tidak tahu kapan baru bisa menemukan ginseng yang berusia ribuan tahun. Karena Kawamatsu yang menjaga Pasar Antik Tepi Jalan, dia pasti lebih kenal dengan hal-hal disini, jadi Airish berencana untuk bertanya kepada Kawamatsu.
"Cepat kemari bawa kursi untuk Tuan ini sekarang juga!" Javier menendang pemilik kios gemuk itu.
"Oh!" pemilik kios gemuk itu seketika terlihat seperti orang bodoh, dia bergegas memindahkan kursi dari dalam ruangan dan membiarkan Airish untuk duduk.
Sekitar sepuluh menit kemudian, suara rem mobil tiba-tiba terdengar. Kawamatsu membuka pintu dan bergegas kesana.
__ADS_1
Melihat Kawamatsu datang, semua orang menundukkan kepala mereka, dan tidak ada yang berani untuk mengangkat kepala mereka. Kawamatsu berlari ke arah Airish, terengah-engah. "Tuan.... Tuan Airish, kamu datang ke sini mengapa tidak memberitahuku sebelumnya? Saya bisa menemanimu. Saya familiar dengan daerah ini"
"Saya hanya melihat-lihat!" Airish berkata ringan.
Kawamatsu melihat Javier dan bertanya. "Javier, apa yang telah terjadi?"
Javier juga tidak terlalu jelas. Dia hanya bisa mengatakan apa yang dia tahu. Kawamatsu tidak bodoh. Dengan hanya menerka saja dia tahu apa yang telah terjadi.
"Sial, mengambil namaku dan berani untuk menipu di sini. Benar-benar cari mati!" Kawamatsu mengutuk.
"Hancurkan tempatnya, keluarkan orang ini dari tempat ini, jangan biarkan dia kembali ke Pasar Antik Tepi Jalan lagi!"
Pemilik kios gemuk itu mendengar, dia seketika terkejut dan bersujud di atas lantai.
"Tuan Kawamatsu, tolong maafkan saya..." Pemilik kios gemuk itu terus memohon belas kasihan tapi itu tidak ada gunanya sama sekali.
Segera, terdengar tangisan yang menyedihkan, dan pemilik kios gemuk itu pun dibawa pergi.
Semua orang terlihat ketakutan, terutama para penjual yang baru saja berteriak pada Airish. Beberapa dari mereka takut sampai terkencing di celana mereka.
"Javier, usir mereka semua dari sini, apa yang perlu dilihat lagi? Kelak lain kali siapapun yang berani memaksakan penjualan atau pembelian akan berakhir seperti ini" Kawamatsu berbicara kepada Javier.
Javier meraung kearah kerumunan. Semua orang takut dan berlari keluar.
"Tuan Airish, apakah ada yang anda sukai? Disini tidak ada barang-barang yang menarik, semuanya hanyalah barang jalanan. Barang-barang yang baik ada di dalam." Kawamatsu berbicara kepada Airish.
"Saya hanya ingin membeli ginseng dan batu giok, apakah disini ada? Airish bertanya pada Kawamatsu.
Kawamatsu tertegun. Dia tidak tahu apa arti sebenarnya dari ginseng yang di cari Airish. Bukankah itu ada dimana-mana?
__ADS_1
Tapi Kawamatsu tidak berani bertanya, jadi dia hanya bisa berkata, "Tuan Airish, saya akan membawamu ke beberapa tempat antik untuk melihat, anda dapat melihat siapa tahu barang yang anda cari ada disana. Saya juga tidak begitu tahu banyak tentang bisnis ini."