Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Video Adrian


__ADS_3

Malam harinya, Adrian pergi menuju tempat yang telah diberitahu oleh Rehan. Ia datang kesana tanpa membawa uang itu.


Ya, ia memang sengaja tidak membawa uang dan ia niatnya akan menghajar Rehan disana.


Bukannya tidak punya uang, tetapi Adrian tidak ingin memberikan uang kepada orang seperti Rehan. Apalagi dia merupakan orang yang sudah membuat Alin terus menangis.


Skip


Setelah sampai, Adrian turun dari mobilnya. Ia melihat Rehan yang sepertinya kesal karena Adrian telat hampir setengah jam.


"Lama banget sih lo," kesal Rehan.


"Sorry, soalnya gue tadi habis main sama Alin," bohong Adrian, padahal sebenarnya Adrian pergi bersama Alin di pagi hari.


"Main sama Alin?" tanya Rehan sambil tersenyum penuh arti.


"Pikiran lo kotor banget ya," heran Adrian.


Rehan tertawa kecil, ia senang karena berhasil membuat Adrian kesal.


"Btw, mana uangnya?"


"Ada di mobil."


Saat Rehan akan berjalan kearah mobil, dengan cepat Adrian mendorongnya hingga Rehan terjatuh.


Bugh!


Satu pukulan mendarat di wajah Rehan.


Bugh!


"Kalau lo berani ancam Alin lagi, gue gak akan segan-segan untuk bunuh lo!"


Ketika Rehan sudah tidak berdaya, Adrian langsung saja meraba saku celana Rehan. Lalu, Adrian mengambil ponsel milik Rehan.


Untungnya ponsel milik Rehan tidak memakai kata sandi, jadi ia bisa leluasa mencari foto Alin.


Karena ia tidak ingin berlama-lama mencari, jadi Adrian menyetel ponsel Rehan ke pengaturan pabrik.


Saat ada orang yang melihat, Adrian spontan melempar ponsel tersebut dan ia pergi dengan mengendarai mobilnya.


...****************...


Sesampainya di rumah, Adrian menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menikmati menonton televisi.

__ADS_1


"Kamu dari mana?" tanya Papah.


"Habis dari rumahnya Arya," bohong Adrian. Lalu, Adrian duduk bersama kedua orang tuanya.


"Mah, Pah, Adrian udah melamar Alin dan dia mau. Selain itu, mamahnya Alin juga setuju."


"Kalau papahnya Alin gimana? dia setuju gak?" tanya Mamah.


Adrian diam saja, sebenarnya ia ingin meminta restu kepada papahnya Alin. Tetapi karena sepertinya Alin masih membenci papahnya, jadi Adrian sedikit takut bila harus bertanya kepadanya.


"Hubungan Alin sama papahnya gak begitu baik, Mah."


"Kenapa?" bingung Mamah.


"Mamah dan Papahnya Alin bercerai. Dan alasan perceraiannya karena papahnya Alin selingkuh. Makanya sampai saat ini Alin masih membenci papahnya."


"Meskipun begitu, sebagai lelaki harusnya kamu menasehati Alin. Lagipula itu kesalahan di masa lalu. Dan bagaimanapun itu orang tua kandung, jadi kamu harus meminta ijin kepada papahnya Alin."


Dulu saat SMA, Adrian memang pernah menanyakan tentang papahnya Alin. Namun setelah Alin memberitahu bahwa papahnya selingkuh dari mamahnya, Adrian jadi merasa bersalah dan ia tidak ingin menanyakan tentang papahnya Alin lagi.


"Oh iya! besok kita makan malam sama Alin dan mamahnya. Jadi, Mamah sama Papah harus ikut ya."


"Demi kamu Mamah dan Papah akan ikut kok," ujar Mamah.


Ting!


Ia sangat syok, ternyata video tersebut adalah video ketika Adrian memukuli Rehan. Entah dari siapa video itu, tapi yang jelas orang yang mengirim video itu sepertinya temannya Rehan.


Tetapi setelah dipikir-pikir, kenapa temannya tidak membantu Rehan saat Rehan sedang tidak berdaya?


Apakah Rehan sengaja pura-pura tidak berdaya supaya ia dengan mudah menuduh Ardian sebagai pelaku kekerasan?


Adrian bergegas pergi ke kamarnya. Setibanya di kamar, ia langsung menelpon orang itu.


Tak lama, orang itu menjawab panggilan dari Adrian. "Hallo, Adrian."


Jantung Adrian seketika berhenti saat mendengar suara orang itu. Bagaimana tidak, ia sangat kenal dengan suara itu.


Itu adalah suara Saskia, teman dekatnya saat SMA. Sepertinya dia sangat benci terhadap Adrian sampai-sampai dia berusaha meracuni Adrian dan sekarang dia juga yang merekam video Adrian yang sedang memukuli Rehan.


Adrian tahu bahwa Saskia membencinya karena Adrian telah menolak cinta Adrian. Jadi kini Saskia membalaskan dendamnya itu.


"Saskia, gue minta maaf sama lo. Gue tahu kalau gue salah, tapi gue mohon hapus video gue."


"Kalau gitu putusin Alin sekarang juga. Kalau enggak, gue bakal kirim video lo ke orang tua lo," ancam Saskia.

__ADS_1


"Saskia, cinta itu gak bisa dipaksakan. Kalau lo merasa dekat dengan gue, lo seharusnya bahagia ketika gue bahagia dan juga lo kan tahu sendiri bahwa gue itu cinta banget sama Alin, jadi seharusnya lo support gue."


"Tapi gue juga cinta banget sama lo," ujar Saskia sambil menangis.


Adrian tidak tahu harus bagaimana, disatu sisi ia sangat mencintai Saskia. Tetapi, disisi lain Adrian takut jika Saskia mengirim video itu kepada kedua orang tua Adrian.


"Kia, gue udah melamar Alin. Jadi gue mohon agar lo ngertiin gue."


Setelah mendengar ucapan Adrian, Saskia langsung mematikan teleponnya.


Karena situasinya seperti ini, Adrian lebih memilih untuk tetap bertahan dengan Alin. Ia tidak keberatan jika nantinya Saskia mengirim video tersebut kepada kedua orang tua Adrian.


...****************...


Alin POV


Selesai makan bersama Mamahnya, tiba-tiba terdengar suara dering telepon. Sontak saja Alin pergi menuju kamarnya untuk mengetahui siapa yang menelponnya.


Ketika dilihat, nomer telepon tersebut ternyata dari seseorang yang tidak dikenal. Ia jadi curiga bahwa orang yang menelponnya adalah Rehan.


Ia kembali melihat catatan panggilann teleponnya, tetapi ternyata itu adalah nomer telepon yang berbeda.


Ting!


Tiba-tiba nomer telepon tersebut mengirim sebuah pesan video kepada Alin. Dengan cepat, Alin membuka video tersebut.


Video tersebut adalah video Adrian yang sedang memukuli Rehan. Memang video tersebut pencahayaannya kurang, tetapi Alin tahu bahwa orang itu adalah Adrian.


Selain mengirim video, orang itu juga mengirim pesan. Di pesan tersebut, orang itu menyuruh agar Alin menjauhi Adrian dan jika Alin tidak menuruti perintahnya, orang itu akan menyebarkan video tersebut kepada rekan-rekan kerja Adrian.


Langsung saja Alin menelpon Adrian untuk memastikan apakah video itu asli atau tidak.


Tidak butuh waktu lama, Adrian langsung menjawab panggilan telepon dari Alin.


"Ada apa, sayang?" tanya Adrian.


"Adrian, kamu tadi ketemu sama Rehan ya?"


Adrian diam saja dan itu membuat Alin yakin bahwa tadi Adrian memang bertemu dengan Rehan.


"Adrian, ada seseorang yang ancam aku. Katanya kalau aku gak jauhin kamu, video kamu akan dia sebar ke teman-teman kantor kamu."


"Iya, aku tahu. Orang yang kirim video itu Saskia, tadi dia juga telepon aku dan nyuruh aku buat putusin kamu."


"Terus sekarang gimana? kamu mau kita putusin aja hubungan ini?"

__ADS_1


"Enggak lah! aku udah melamar kamu, masa iya aku harus putusin kamu."


Alin berpikir dan ia juga menyuruh Adrian untuk mencari cara supaya Saskia menghapus video itu.


__ADS_2