Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Bersenang-senang Di KTV


__ADS_3

Bisa dibilang kemampuan sosialisasi Elsa sangat baik, tidak perlu waktu lama bagi mereka bertiga untuk akrab dan mulai mengobrol layaknya tiga sekawan.


"Adik, lihatlah kamu begitu cantik, tempramen mu juga bagus, kenapa malah tertarik pada orang seperti Airish? Saya melihat Airish bagaikan melihat si buruk rupa, menyebalkan sekali..." Delilah juga sudah mulai mabuk, dan berbicara pada Elsa tanpa ragu-ragu.


Airish yang duduk disamping tidak menyanyi dan tidak minum, dia kemudian berbincang dengan Jacky, yang terlihat tidak berada di zona nyamannya.


"Kak Delilah, sebenarnya Kak Airish itu orangnya lumayan baik loh, kami sudah berteman sejak kecil, mungkin kalian belum terlalu mengenalnya...”


Elsa tidak marah, dia hanya menjelaskan dengan tenang. Mendengar penjelasan Elsa, Delilah pun tidak mencibir Airish lagi, dia mengambil mikrofon kemudian berkata. "Ayo, kita bernyanyi..." Elsa tidak hanya cantik, tapi dia juga pandai bernyanyi, suaranya tidak jauh berbeda dengan suara penyanyi aslinya.


Seketika, para pria-pria disana menjadi lebih cemburu lagi terhadap Airish, bahkan tatapan Faisal kepada Elsa pun semakin memanas, tapi karena ada Delilah, dia tidak boleh terlalu antusias.


Ditemani suara merdu Elsa, suasana di ruangan VIP hampir mencapai puncaknya, mereka sudah mabuk dan mulai menari sambil melompat.


Adelia yang dituangkan beberapa gelas juga mulai minum dan wajahnya seketika menjadi merah padam, dia juga mulai menari nari.


Hanya Airish seorang yang duduk dipojok ruangan dan mengamati dalam diam.


Pada saat mereka semua mulai menikmati suasana dengan bahagianya, tiba-tiba pintu ruangan mereka dibuka, seorang pria paruh baya yang botak berjalan masuk dengan gelas anggur ditangannya dan diikuti oleh dua orang pengawal yang mengenakan setelan jas.


Melihat ada orang yang tiba-tiba masuk, mereka semua berhenti dan terlihat kebingungan, Elsa juga meletakkan mikrofon yang ada ditangannya.


Tatapan pria paruh baya itu sudah sedikit kabur, wajahnya juga merah, jelas terlihat sudah mabuk dan terlalu banyak minum, setelah menerobos masuk, dia menyapu seisi ruangan dengan menyeringai. "Ternyata sekumpulan bocah ingusan ya, siapa yang tadi menyanyi, suaranya lumayan juga, ayo nyanyikan dua-tiga lagu di ruanganku..."


Perkataan pria paruh baya itu membuat semua orang yang ada di ruangan saling bertatapan, tidak ada yang berani mengeluarkan suara, karena terlihat jelas kalau pria paruh baya ini bukan orang biasa,


sedangkan mereka hanyalah anak muda, tidak ada satu orang pun yang berani memperkeruh suasana.


Melihat tidak ada yang menjawab, pria paruh baya itu menjatuhkan tatapannya pada Elsa, Adelia dan Delilah, karena hanya mereka bertiga yang memegang mikrofon

__ADS_1


"Tiga gadis ini lumayan juga, cepat bawa mereka bertiga ke ruanganku..."


Pria paruh baya itu berkata sambil mengeluarkan setumpuk uang dari kantongnya dan melemparkannya kepada tiga gadis itu, dan dengan segera, kedua pengawalnya bergerak menghampiri.


Hal itu mengagetkan mereka bertiga dan membuat mereka terus melangkah mundur, raut wajah Jacky juga langsung menjadi masam dan berjalan menghadang.


Pada saat ini hanya dia satu-satunya yang memiliki keberanian, kalau dia tidak melakukan sesuatu maka orang-orang akan mengoloknya, dan bagaimanapun Adelia adalah pacarnya.


Dia tidak mungkin membiarkan pacarnya sendiri dibawa pergi oleh orang lain, dan tidak memperdulikannya kan?


"Tuan. Anda siapa ya? Kami datang kesini untuk bernyanyi dan bersenang-senang. Mereka bertiga adalah teman kami, bukan wanita penghibur!" Jacky berkata pada pria paruh baya itu.


"Kenapa memangnya kalau bukan wanita penghibur? Saya memberi kalian uang. kalian datang kemari dan hanya memesan bir, apa tidak malu? Biarkan tiga gadis ini bernyanyi untukku dan saya akan memesankan beberapa botol Lafite untuk kalian..."


Pria paruh baya itu maju dan menepuk-nepuk pipi Jacky.


Jacky menjadi marah, dan mendorong pria paruh baya itu hingga hampir jatuh.


Saat sudah mendorongnya, Jacky menyesal, karena dia belum tahu siapa status orang itu, kalau sampai menjadi masalah, akan sulit untuk diselesaikan.


"Sialan, berani mendorongku?" Pria paruh baya itu mengamuk.


"Pukuli dia..."


Selesai berkata, kedua pengawal itu langsung melangkah ke arah Jacky dan membuatnya ketakutan setengah mati.


Melihat lawan mereka mulai bergerak, pemuda lain pun langsung mengambil botol dan berdiri bersama Jacky, meskipun mereka juga takut, tapi bagaimanapun Jacky adalah teman mereka, ini juga kesempatan mereka untuk menunjukkan kesetiakawanan mereka melawan mereka juga hanya bertiga, sedangkan mereka begitu ramai, pasti bisa menang melawan mereka.


Melihat situasi ini, kedua pengawal menjadi kaget, mereka tidak menyangka anak-anak muda ini begitu kompak dan membuat mereka berdua seketika tidak berani turun tangan.

__ADS_1


Pada saat itu Jacky menjadi angkuh, melihat kedua pengawal itu tidak berani turun tangan, dia malah maju dengan berlagak dan menendang salah satu diantara mereka. "Enyah dari sini sekarang dan saya akan menganggap ini tidak pernah terjadi!"


Pria botak yang melihat situasi itu menyipitkan matanya, namun dia melihat kerumunan itu didominasi oleh anak muda, kalau sampai terjadi pertarungan dan keributan yang tinggi, tentu Kawamatsu akan marah.


Wajahnya menjadi serius dan berkata "Tunggu saja kau bocah, kalau berani beritahu namamu dan lihat bagaimana saya menghabisi kamu...” pria botak itu masih memandang Kawamatsu.


Nama saya Jacky, menurutmu saya disini tidak berani? apa kamu kira saya orang yang lemah?" Seketika Jacky merasa kalau dirinya mirip seperti bos mafia perasaan itu sangat menyenangkan.


"Baik baik baik" Pria paruh baya itu mengulang kata baiknya sampai tiga kali, dan berbalik pergi dengan kedua pengawalnya.


Setelah pria paruh baya itu pergi. Jacky menjadi semakin sombong lagi, dia belum pernah merasakan perasaan seperti itu sebelumnya, begitu berwibawa dan keren....


"Hei Jacky, hebat sekali! Tendangan tadi membuat mereka bahkan tidak berani kentut!" Gaya Jacky tadi sudah bisa membuat orang yang tidak tahu mengira dia adalah salah satu bos mafia.


"Jacky hebat sekali, saya curiga Jacky pernah menjadi mafia sebelumnya..."


Sekelompok orang itu terus memuji Jacky dan membuat Jacky bagaikan terbang ke langit.


Dalam hati Jacky merasa sangat puas, tapi dia mempertahankan ekspresi yang tenang dan berkata. "Ini semua karena dukungan kalian terhadapku, karena kalian juga menunjukkan rasa kesetiakawanan.


Saya juga tidak akan pelit, saya akan memesan beberapa botol untuk kalian semua.


"Luar biasa!"


"Hidup Jacky!"


Mereka yang mendengar akan dipesankan Lafite langsung berteriak semangat perlu diingat kalau mereka hanyalah pemuda biasa, dan sangat jarang bisa menikmati minuman semahal itu.


"Jacky, kita pulang saja yuk, kalau mereka benar-benar memanggil orang kemari, habislah kita semua!" Adelia membujuk Jacky.

__ADS_1


__ADS_2