Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Meretas ponsel Saskia


__ADS_3

Besoknya, keluarga Adrian dan keluarga Alin sedang makan malam bersama di salah satu restoran milik Papah Adrian.


Tadinya Adrian juga ingin mengajak papahnya Alin, tapi sayangnya saat Adrian dan Alin kesana, papah Alin sedang ke luar kota dengan keluarganya.


Sebenarnya Adrian tahu bahwa Alin tidak membenci papahnya, hanya saja Alin kecewa dengan perbuatan papahnya di masa lalu.


Terbukti dengan Alin yang mau pergi menemani Adrian menuju ke rumah papahnya. Jika Alin membenci papahnya, mungkin Alin tidak akan menemani Adrian.


Orang tua Adrian dan Mamahnya Alin sedang berdiskusi tentang tanggal pernikahan Adrian. Sedangkan Adrian dan Alin terus memikirkan cara agar Saskia tidak menyebarkan video Adrian yang sedang memukuli Rehan.


"Selamat malam, Om, Tante," sapa Arya yang baru saja datang. Setelah itu, Arya duduk berhadapan dengan Adrian.


Adrian menatap kearah sahabatnya. "Arya, ikut gue!"


Dengan ekspresi kebingungan, Arya mengikuti Adrian ke tempat yang lumayan jauh.


"Ada apa sih?" bingung Arya.


"Gue boleh minta bantuan lo gak?"


"Bantuan apa?"


Adrian menjelaskan tentang videonya yang memukuli Rehan. Dan Adrian juga meminta Arya untuk meretas handphone Saskia, karena Arya sangat ahli meretas handphone orang lain.


"Lo ngapain pukul orang? terus kenapa videonya ada di Saskia?" bingung Arya.


"Pokoknya nanti gue jelasin. Tapi intinya sekarang lo retas ponselnya."


"Ya udah sekarang kirim email dia," perintah Arya, lalu Adrian menuruti apa kata Arya.


Kemudian, Adrian kembali ke tempat semula. Sedangkan Arya, ia pergi menuju parkiran. Karena ia akan mengambil laptopnya yang ia simpan di mobil.


...****************...


Adrian terus menatap kearah Arya yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Arya, ayo dimakan makanannya," suruh Mamah Adrian karena saat Arya datang, dia belum sempat mencicipi makanannya.


"Iya sebentar, Tante," ujar Arya.


"Nanti juga makanannya di makan sama Arya kok, Mah," sahut Adrian.


Alin yang dari tadi terus memperhatikan Ardian yang sedang menatap Arya, kini hanya bertanya-tanya tentang arti tatapan Adrian yang seolah-olah dia khawatir.


"Kenapa sih?" bisik Alin.


"Aku suruh Arya buat retas handphone-nya Saskia," jawab Adrian dengan suara pelan.

__ADS_1


"Emang dia bisa meretas handphone orang?"


"Bisa kok."


Skip


Acara makan malam telah selesai. Sebelum mengantarkan Alin dan Mamahnya pulang, Adrian meminta ijin dulu untuk berbicara sebentar dengan Arya karena ia ingin memastikan bahwa Arya sudah meretas ponselnya Saskia atau belum.


"Gimana? bisa, kan?" tanya Adrian, lalu Arya hanya mengangguk.


"Lo kenapa berantem sama orang itu?" tanya Arya karena dari tadi ia sangat penasaran.


"Ini menyangkut Alin, makanya gue berantem sama dia."


"Terus kenapa videonya sampai ada di handphone Saskia?"


Adrian menjelaskan bahwa Saskia berada ditempat kejadian, makanya dia merekam aksi Adrian yang sedang memukuli Rehan supaya rekaman video itu bisa dijadikan alat agar Adrian menjauhi Alin.


"Saskia suka ya sama lo?" tanya Arya, lalu Adrian mengangguk pelan.


"Pantes aja banyak foto lo di galerinya."


"Btw, makasih banyak ya udah bantu gue."


"Iya sama-sama."


Memang awalnya Papah Adrian yang mengendarai mobil. Tetapi karena ini sudah terlalu malam dan jalanan ke rumah Alin tidak terlalu terang, akhirnya Adrian memutuskan untuk mengemudikan mobil.


Selama diperjalanan, Mamah dan Papah Adrian tertidur pulas, begitupun dengan Mamah Alin. Sepertinya mereka bertiga kelelahan, karena perjalanan menuju rumah Alin lumayan jauh.


"Alin."


"Kenapa?"


"Kalau kamu capek, lebih baik tidur aja."


"Aku gak capek kok. Lagipula kalau aku tidur, nanti takutnya kamu tiba-tiba ketiduran saat menyetir, kan bahaya nantinya."


Alin menatap kearah Adrian, ia tak percaya bahwa Adrian sangat mencintai Alin. Terbukti dengan dia yang berhasil menghapus aib-aib Alin di ponsel Rehan.


Alin menoleh kebelakang, ia takut Mamahnya dan orang tua Adrian terbangun. "Adrian, berarti kamu lihat foto-foto aku di ponselnya Rehan?" tanya Alin dengan suara pelan.


"Enggak kok."


"Katanya kamu udah berhasil hapus fotonya, tapi kok kamu gak lihat fotonya," heran Alin. Lalu, Adrian menjelaskan bahwa dirinya hanya me-reset ponselnya Rehan ke pengaturan pabrik, jadi otomatis semua foto dan video akan terhapus di ponselnya Rehan.


Alin sangat takut jika suatu saat nanti bertengkar dengan Adrian. Ia takut saat Adrian marah, dia akan mengungkit aib Alin. Bahkan sepertinya nama Rehan akan dibawa-bawa dalam pertengkarannya.

__ADS_1


"Adrian, kamu yakin mau nikah sama aku?" tanya Alin memastikan.


"Kamu kenapa sih, Lin? ya jelas aku yakin lah. Aku udah bicara sama orang tua aku dan kamu, masa kamu masih menganggap aku gak yakin."


Alin menunduk. "Aku cuma takut aja."


"Takut apa?"


Alin menjelaskan apa yang tadi ia bayangkan. Lalu, Adrian meyakinkan Alin dan berjanji jika nanti ia tidak akan mengungkit masa lalu Alin.


...****************...


Akhirnya mereka sampai di rumah Alin. Mamah Alin menyuruh Adrian beserta keluarganya untuk menginap di rumah saja, karena Mamah Alin kasihan melihat orang tua Adrian yang kelelahan.


Tetapi karena Adrian tahu pasti bahwa Mamahnya tidak nyaman tinggal di rumah orang lain, akhirnya Adrian memutuskan untuk pulang ke rumahnya saja.


Sebenarnya Adrian tidak enak menolak tawaran Mamah Alin, namun apa boleh buat, Mamahnya Adrian orangnya sangat pemilih. Bahkan jika suhu udara di rumah tersebut sangat panas, ia pasti tidak bisa tidur.


"Adrian!" panggil Mamah.


"Kenapa, Mah?"


"Tadi kamu sama Arya bicara apa? kok Mamah lihat kamu kayak khawatir gitu."


Adrian berpikir sejenak. "Adrian lagi merencanakan bisnis sama Arya, Mah. Dan Adrian takut kalau bisnisnya gak berjalan sesuai rencana, makanya tadi Adrian sedikit khawatir."


Trining! Trining!


Ponsel Adrian berdering, spontan Adrian menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa orang yang menelponnya.


"Aku sekarang ada di jembatan. Kalau kamu gak kesini, aku akan bunuh diri sekarang juga."


Adrian melihat ke layar ponselnya, ia menyesal karena tadi tidak melihat terlebih dahulu siapa yang menelponnya.


"Gue gak peduli! mau lo bunuh diri atau enggak, itu bukan urusan gue."


Spontan orang tua Adrian menatap kearah Adrian yang sedang bertelepon dengan seseorang.


"Siapa yang mau bunuh diri?" tanya Mamah dan Papah bersamaan.


Adrian langsung mematikan panggilan teleponnya. "Saskia."


"Kenapa dia bicara kayak gitu?" bingung Mamah.


"Saskia selama ini suka sama Adrian, Mah. Dia juga nyuruh Adrian memutuskan hubungan dengan Alin."


Mamah Adrian buru-buru menelpon Saskia, karena ia khawatir jika Saskia benar-benar akan bunuh diri. Selain itu, Mamah Adrian juga tidak mau jika nantinya Adrian akan disalahkan karena telah membuat Saskia bunuh diri.

__ADS_1


__ADS_2