Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Ketua Mafia Sesungguhnya


__ADS_3

"Wildan, masalah ini kamu tidak perlu ikut campur, mengenai penyakit kakekmu, saya akan mendatangkan dokter spesialis ternama dari luar negeri. Pokoknya hari ini bajingan ini harus mati!" Vota berkata dengan nada yang sama sekali tidak segan.


Bagaimanapun dia termasuk relasi, tentu dia tidak akan segan segan.


"Tidak boleh, kalian tidak boleh menyentuh Tuan Airish!" Wildan langsung berjalan ke hadapan Airish dan menghalangi.


Nyawa kakeknya masih bergantung pada bantuan Airish, Wildan Tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Airish.


Wajah Vota menjadi dingin. "Wildan! apa kamu sedang memaksaku turun tangan?" Aura pembunuh terlihat jelas di mata Vota, dan saat dia menyelesaikan perkataannya, sepuluh orang pengawal yang terlihat sangar menerobos masuk.


Saat melihat para pengawalnya sudah tiba, tatapan Vota pada Airish menjadi lebih dingin lagi.


"Tuan Vota bagaimanapun juga saya tidak akan membiarkanmu menyentuh Tuan Airish." Setelah berkata, belasan petugas keamanan hotel juga datang menghampiri Wildan dan melindungi Wildan dengan ketat.


Suasana di aula pernikahan semakin keruh, banyak tamu-tamu yang mulai meninggalkan tempat itu karena takut situasi itu akan mempengaruhi mereka.


"Bocah sialan, kalau bukan karena ayahmu, saya dapat dengan gampangnya menghabisi kamu, cepat enyah dari hadapanku, hanya berbekal petugas keamananmu itu mau mencoba menghalangiku?" Vota mengamuk, dia sama sekali tidak segan segan pada Wildan.


Dan disaat Vota selesai berkata, sepuluh pengawal Keluarga Tanaka terlihat semakin garang, aura garang mereka sudah cukup untuk menakuti belasan petugas keamanan hotel dan membuat mereka memucat. Raut wajah Wildan juga terlihat jelek, tapi dia tetap melindungi Airish, tatapan matanya sangat teguh.


"Vota, sudah setua ini masih menakuti anak-anak, sepertinya sedikit keterlaluan ya!" Saat itu. pintu aula kembali terbuka, Winston melangkah masuk dan wajahnya terlihat tidak senang.

__ADS_1


Saat melihat Winston, Vota tersenyum sinis. "Winston, tepat sekali kamu kemari, cepat bawa pergi cucu kesayanganmu ini, hari ini saya mau menghabisi bajingan ini!"


Winston tidak memperdulikan Vota dan menatap kearah Airish dan berkata. "Tuan Airish, Anda pasti terkejut!"


Winston membungkuk hormat pada Airish dan membuat semua orang yang melihatnya tercengang. "Tidak apa-apa, hanya Keluarga Tanaka, masih belum cukup untuk mengagetkanku!" Airish tersenyum santai.


Ucapan Airish sekali lagi membuat Vota semakin marah. "Bajingan, kalau saya tidak membunuhmu hari ini, Keluarga Tanaka tidak akan bisa berpijak di Kota Bandung.


Selesai berkata Vota langsung memerintahkan kepada para pengawalnya. "Siapa yang bisa membunuh bajingan itu akan dihadiahi 1 Miliar"


Setelah mendengar hadiah 1 miliar, sepuluh pengawal itu menjadi semakin tergiur, mereka mengepalkan tinju mereka dengan erat.


"Saya ingin tahu siapa yang berani maju!" Winston berkata dengan marah.


"Tuan besar, saya sudah melakukan sesuai dengan perintahmu semua petugas keamanan keluarga Winston dan juga yang ada di pabrik sudah dipanggil kemari, para pengawal Keluarga Winston juga sudah dalam perjalanan!" Pengurus rumah melaporkan pada Winston.


Winston mengangguk, dan pengurus rumah pun mundur. Vota mendengar laporan pengurus rumah Keluarga Winston dan mengernyitkan keningnya. "Winston, hanya karena seorang bocah seperti ini, kamu berencana bertarung hidup dan mati denganku?"


"Vota, kalau kamu berencana membunuh Tuan Airish, maka tidak ada salahnya kalau Keluarga Winston bertarung melawan kalian kan, kamu kira saya akan takut padamu?" Winston berkata tanpa takut.


Kekuatan Keluarga Winston dan Keluarga Tanaka tidak beda jauh, kalau benar-benar bertarung, kedua belah pihak pasti akan mengalami kerugian yang imbang.

__ADS_1


Para tamu seketika bersembunyi jauh-jauh, mereka membuat perhitungan mereka dalam hati, kalau Keluarga Tanaka dan Keluarga Winston benar-benar bertarung maka keluarga lain pasti akan diuntungkan.


Wajah Vota memerah, aura pembunuh di matanya semakin jelas. "Winston, karena kamu memaksaku, saya juga tidak akan segan-segan lagi, ada satu hal yang kamu lupakan, yaitu hutang budi Tuan Kawamatsu pada Keluarga Tanaka!" Mendengar nama Tuan Kawamatsu, langsung membuat orang-orang yang ada disekitar bergidik ngeri, mereka tidak bisa menahan aura dingin yang langsung menyelimuti hati mereka. Tuan Kawamatsu yang mereka sebut adalah Ketua Mafia yang sebenarnya di Kota Bandung.


Ada sebuah pepatah di Kota Bandung 'Lebih baik menyinggung Raja Iblis daripada menyinggung Kawamatsu!'. Kalimat ini sudah cukup untuk menjelaskan betapa berkuasanya Kawamatsu di Kota Bandung. Satu hentakan kakinya saja sudah cukup untuk membuat para petinggi Kota Bandung gemetaran.


Melihat ekspresi takut Winston, Vota tertawa terbahak-bahak. "Winston, kalau kamu pergi sekarang, maka saya akan menganggap kamu tidak pernah ada disini. Jangan paksa saya menelpon Tuan Kawamatsu!"


Sudut bibir Winston terus berkedut, dia ragu-ragu karena mendengar nama Tuan Winston yang terlalu kuat untuk dilawan oleh Keluarga Winston. Bahkan anaknya, Albert sebagai kepala kepolisian tidak bisa berbuat apa-apa jika Kawamatsu telah turun tangan.


Winston, ini masalah pribadiku, saya yang akan mengurusnya, kamu bawa orang-orangmu pergi dari sini!"


Airish melihat keraguan dalam hati Winston untuk membuka mulut. Winston menggerakkan giginya dan berkata. "Tuan Airish, kamu adalah orang yang menyelamatkan nyawaku. Kalau kamu berkata seperti ini sama saja dengan menampariku, kalau nanti benar-benar terjadi pertarungan, saya akan menyuruh Wildan untuk membawa Tuan Airish pergi dari sini, saat itu, baik Tuan Kawamatsu maupun Vota tidak mungkin berani membunuhku.


"Kakek... "Wildan menarik lengan baju kakeknya dengan erat.


"Wildan, setelah kamu membawa Tuan Airish pergi dari sini, pergilah ke ruangan rahasia Keluarga Winston, kamu tahu lokasinya, dan setelah situasi tenang, baru keluar!" Winston berpesan dengan serius pada Wildan.


"Winston, bagaimana menurutmu? Apa saya perlu menelpon Tuan Kawamatsu?" Vota melihat Winston yang masih belum bersuara, kemudian mendesaknya.


"Vota, Tuan Airish, saya sudah memutuskan untuk tetap tinggal." Winston berkata dengan teguh.

__ADS_1


"Baik. Bajingan sepertimu berani juga!" Vota menggerakkan giginya dan langsung menghubungi Tuan Kawamatsu.


Awalnya Vota tidak ingin menagih hutang budi ini, dia menyisakannya untuk dikemudian hari kalau terjadi sesuatu pada Keluarga Tanaka. Dulu, ayahnya Vota, pernah membiarkan Kawamatsu bermalam di rumah mereka pada saat hujan lebat malam itu. Dan Kawamatsu muda pernah mengatakan kalau dia berhutang budi pada Keluarga Tanaka dan mereka boleh mencarinya kapan saja untuk menagih hutang budi ini. Awalnya dia menyimpan kesempatan itu untuk digunakan saat Keluarga Tanaka mengalami kesulitan besar nantinya, tapi hari ini, dengan situasi seperti sekarang, Vota tidak akan puas kalau tidak membunuh Airish, dan kalau tidak membunuhnya, Keluarga Tanaka akan menanggung malu yang luar biasa, maka Vota memutuskan untuk menelpon Tuan Kawamatsu dan meminta bantuannya.


__ADS_2