Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Melamar Alin


__ADS_3

Sepertinya ini waktu yang tepat untuk melamar Alin. Jadi, Adrian ijin kepada Alin untuk pergi ke mobilnya.


Setelah mengambil cincin dan bunga, Adrian kembali menghampiri Alin.


"Alin!" panggil Adrian, spontan Alin menengok kebelakang nya, yang mana ada Adrian yang sedang berlutut sambil memegang cincin dan bunga.


Alin berdiri karena saking terkejutnya, ia tak tahu harus bereaksi seperti apa.


"Kamu mau gak jadi istri aku?"


Alin bimbang, ia merasa Adrian lebih baik menikahi seorang gadis yang lebih baik dari Alin. Selain itu, Alin takut jika nanti ia menikah dengan Adrian, tiba-tiba ada seseorang yang memberitahu aib Alin di acara pernikahannya.


Bukan hanya Alin saja yang malu, tapi kedua orang tua Adrian juga pasti sangat kecewa karena mendapatkan menantu yang sudah tidur dengan lelaki lain.


"Adrian, kamu harusnya pikir-pikir lagi. Aku gak cocok jadi istri kamu, soalnya kamu kan tahu aku pernah tidur bareng sama Rehan."


"Udah aku bilang, lupain masa lalu kamu."


"Aku takut orang tua kamu kecewa kalau tahu aku cewek yang gak bener."


"Mereka gak akan tahu kok. Kalaupun ada orang yang kasih tahu, aku pasti akan bicara ke mereka bahwa itu gak bener."


Akhirnya Alin menerima cincin dan bunga yang Adrian berikan, karena ia pikir Adrian pasti akan melindunginya jikalau ada orang yang memberitahu aib Alin di masa lalu.


Adrian melihat Alin meneteskan air matanya, ia tahu betul bahwa Alin terharu karena dilamar oleh Adrian.


...****************...


Sesudah dari taman, mereka pergi ke rumah Alin untuk meminta ijin pada mamah Alin.


Selama diperjalanan, Adrian hanya berdoa supaya mamah Alin merestui hubungan Adrian dan Alin.


"Kamu deg-degan ya?" tanya Alin.


"Enggak kok."


"Tapi kok tegang banget mukanya," ujar Alin sambil tertawa kecil.


"Emang kelihatan banget ya tegangnya?" tanya Adrian, lalu Alin hanya mengangguk.


Skip


Sesampainya di rumah Alin, Adrian dan Alin turun dari mobil. Kemudian, Alin menyuruh Adrian untuk masuk kedalam rumah karena ia tak sabar untuk melihat reaksi mamahnya saat tahu anaknya akan dilamar.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya, aku mau panggil mamah dulu."


Alin berjalan menuju kamar mamahnya.


Tak menunggu lama, Alin dan Mamahnya datang menghampiri Adrian. Setelah itu, Adrian memberitahu tujuannya datang ke rumah Alin.


Respon Mamahnya Alin hanya diam saja, terlihat dari raut wajahnya seperti dia tidak ingin kehilangan Alin.


Adrian juga tahu, pasti berat rasanya jika ditinggalkan anak. Apalagi Mamahnya Alin hanya tinggal sendiri di rumah.


"Kalau Tante berkenan, Tante juga boleh kok tinggal bersama kita berdua," jelas Adrian.


"Gak usah. Tante mau tinggal disini aja," jelas Mamah Alin.


"Jadi gimana, Mah? Mamah setuju gak?" tanya Alin.


"Mamah setuju kok. Tapi ingat ya, jangan sakiti Alin," pinta Mamah Alin kepada Adrian. Lalu, Adrian mengangguk mengiyakan ucapan Mamah Alin.


Selanjutnya, Adrian ingin mengajak Mamah Alin untuk bertemu dengan kedua orang tua Adrian di esok hari. Untungnya besok Mamah Alin tidak sibuk, jadi ia bisa bertemu dengan kedua orang tua Adrian.


...****************...


Sepulang dari rumah Alin, Adrian mencari kedua orang tuanya. Namun ternyata kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah dikarenakan mereka masih bekerja.


"Bi, tolong buatkan makanan sama jus ya, soalnya Adrian lapar banget," pinta Adrian.


Adrian menelpon Arya, ia ingin memberitahu kabar bahwa dirinya akan bertunangan dengan Alin.


Namun sayangnya, Arya malah menolak panggilan telepon dari Adrian.


Arya memang terbiasa menolak panggilan telepon dari Adrian, mungkin karena ia pikir kalau Adrian akan membicarakan hal yang tidak penting.


Begitupun Adrian, ia lebih sering mengabaikan panggilan telepon dari Arya. Makanya Arya sering membalas dendam dengan cara kembali mengabaikan panggilan telepon dari Adrian.


Tetapi kalaupun akan berbicara hal yang penting, Adrian dan Arya akan mengirim pesan, setelah itu baru mereka teleponan.


Trining! Trining!


Tiba-tiba telepon Adrian berbunyi. Ya, telepon tersebut dari Arya. Sontak Adrian menjawab panggilan telepon tersebut.


"Ada apa?" tanya Arya.


"Gue udah melamar Alin."

__ADS_1


"Wih! selamat ya."


"Btw, lo sibuk gak besok?" tanya Adrian. Namun ternyata besok Arya sedang tidak sibuk.


Katanya, Arya besok akan pergi dengan pacarnya. Namun karena menurutnya sahabatnya lebih penting daripada pacarnya, jadi ia memutuskan untuk menerima ajakan Adrian.


"Btw, lo masih berhubungan dengan Mawar?" tanya Ardian.


"Enggak. Gue udah memutuskan untuk mengakhiri hubungan terlarang gue dengan dia, karena gue rasa pacar gue baik banget sama gue, jadi gue nyesel udah selingkuhi dia."


"Gitu dong! harusnya lo bersyukur punya dia. Walaupun dia orangnya suka ngatur-ngatur lo, harusnya lo merasa beruntung karena dia itu peduli sama lo," jelas Ardian.


"Oh iya! gue tutup dulu ya teleponnya. Karena kan besok gue mau ketemuan sama lo, jadi sekarang gue harus pergi sama dia."


Lalu, Arya mematikan panggilan teleponnya.


Disaat telepon berakhir, tiba-tiba ada pesan masuk dari nomer tidak dikenal.


Nomer telepon tersebut tidak lain dari Rehan. Ia meminta uang sebesar seratus juta kepada Adrian.


Uang dengan nilai yang tidak sedikit itu memang mudah didapatkan Adrian. Dengan meminta kepada papah dan mamahnya juga pasti dikasih. Tetapi Adrian bingung dengan alasan yang harus ia berikan kepada papah dan mamahnya


Tak mungkin ia jujur kepada orang tuanya kalau uang itu untuk membungkam Rehan supaya tidak memberitahu orang lain soal foto Alin.


Tiba-tiba datanglah seseorang yang kehadirannya tidak ditunggu. Orang itu tak lain adalah saudaranya Adrian.


Ana memang sering sekali datang ke rumah dan itu membuat Adrian kesal karena dia selalu mengganggu Adrian.


Tetapi kali ini dia sepertinya tidak akan menggangu Adrian. Karena terlihat dari raut wajahnya seperti seseorang yang sedang patah hati.


Adrian hanya diam tanpa bertanya kepadanya, karena jika ia bertanya pasti Ana akan terus-menerus bercerita hingga beberapa jam.


Kemudian, asisten rumah tangga Adrian datang sambil membawakan makanan dan minuman yang Adrian minta.


Saat makanan dan minuman itu diletakkan di meja, tiba-tiba Ana langsung mengambil dan memakan makanan itu.


"Itu punya Den Adrian," ujar Bibi.


"Gak apa-apa, Bi" sahut Adrian.


"Ya udah kalau gitu saya ambilkan lagi ya, Den." Asisten rumah tangga Adrian kembali ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman.


Adrian menatap kearah Ana yang sedang menikmati makanan yang seharusnya milik Adrian.

__ADS_1


Ia sangat heran dengan Ana, bagaimana bisa seseorang yang sedang patah hati begitu lahap saat memakan makanan.


Jika Adrian sedang patah hati, mungkin menyentuh makanan saja ia tidak mau.


__ADS_2