Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Keributan Di Hotel Horison


__ADS_3

Didalam aula, Airish mencari meja yang ada di sudut dan duduk. Orang-orang yang menghadiri pernikahan Tuan Muda Keluarga Tanaka adalah orang-orang terkemuka yang berkuasa dan dihormati di Kota Bandung, orang biasa seperti Airish bahkan tidak pantas untuk menghadirinya.


Karena itu, kemunculan Airish membuat para tamu menatapnya dengan aneh. Di aula pernikahan semewah ini, tiba-tiba muncul seorang pemuda biasa, yang tampak tidak pantas berada disini.


Tapi tidak lama kemudian, status Airish langsung diketahui oleh para tamu, dan yang menatapnya menjadi lebih banyak lagi, ada yang menatapnya dengan sarkas, dan ada yang menatapnya dengan iba. Hanya saja Airish tidak memperdulikan tatapan- tatapan itu, dia duduk sendirian di meja sudut dan memakan manisan yang ada dimeja, wajahnya terlihat datar.


Bobby membawa serta belasan orang dan berdiri dibelakang Airish sambil memperhatikannya, kalau Airish berani membuat onar maka mereka pun tidak akan segan-segan.


"Hei, bukankah ini Airish ? Kapan kamu bebas dari penjara?" Sebuah suara sarkastik terdengar.


Airish mendongak, dan melihat seorang wanita dengan riasan tebal yang mempesona berjalan menuju ke arahnya, dan seorang pria muda mengikuti wanita itu. Suara wanita itu menarik perhatian orang yang ada disekitarnya, awalnya mereka mengira Airish hanyalah mantan pacar pengantin wanita, yang datang kemari untuk melihat mantan pacarnya untuk terakhir kali, mereka tidak tahu kalau Airish pernah dipenjara, yang membuat mereka semakin kepo terhadap Airish.


Airish melirik sekilas kearah mereka berdua lalu kembali menundukkan kepalanya, dan menyeruput tehnya, dia malas berurusan dengan kedua orang ini.


Melihat Airish yang menundukkan kepalanya membuat Adelia dan Jacky semakin puas, mereka merasa Airish takut pada mereka. "Airish, baru keluar dari penjara, kamu pasti belum punya pekerjaan kan? Apa perlu saya carikan pekerjaan untuk membersihkan toilet, walaupun sedikit kotor dan melelahkan tapi setidaknya bisa untuk sesuap nasi kan?, sekarang ayahmu sudah tewas. Kalau hanya mengandalkan ibumu sepertinya sudah tidak mungkin!" Jacky berkata dengan senyuman mengejek, dia merasa sangat bahagia bisa menginjak injak Airish seperti ini.


"Jacky, jangan berbicara sembarangan, Airish baru keluar dari penjara masa menjadi tukang bersih bersih toilet, harusnya kamu carikan pekerjaan yang lebih baik seperti menyapu jalanan?" Adelia terkekeh. "Hahahaha. Jacky dan Adelia tertawa sambil menghina Airish, bahkan Bobby dan bawahannya yang menonton pun ikut tertawa. Seketika, Airish mengangkat kepalanya dan berkata. "Kalau kalian berdua tidak ingin mati, segera pergi dari sini!" Airish berkata dengan acuh tak acuh, nada bicaranya datar dan tidak terlihat sedang marah tapi saat perkataan itu sampai ke telinga Adelia dan Jacky, mereka langsung bergidik. Terutama Adelia, dia membeku bagaikan es, dan tidak berani menatap Airish. Awalnya dia sudah menyiapkan kalimat penghinaan selanjutnya tapi seketika perkataan itu tidak bisa keluar dari mulutnya. Setelah sesaat, Jacky yang merasa terhina langsung berteriak pada Airish. "Narapidana sepertimu mau berlagak apa? Pacarmu saja memilih menikah dengan orang lain, kamu bahkan tidak berani melakukan apapun, sekarang malah mencoba berlagak didepan kami?"


"Benar, karena tahu kalau Keluarga Tanaka memiliki kekuasaan kamu tidak berani mengganggu mereka dan melampiaskannya kepada kami? Kami juga bukan orang yang bisa diganggu begitu saja!" Adelia juga tersadar dan menunjuk Airish sambil memakinya.

__ADS_1


"Jangan membuatku marah........" Setelah berkata, Airish kembali menundukkan kepalanya lagi.


"Bajingan, kenapa kalau saya membuatmu marah, kamu berani melakukan apa? Disini tempat resepsi pernikahan Tuan Muda Faisal...... " Jacky memakinya dan menarik kerah baju Airish dan membuatnya terangkat.


Mereka melawan Airish seperti ini tujuannya untuk membuat kesan baik pada Faisal, kalau mereka berhasil mendekati Faisal maka pekerjaan mereka akan berjalan lancar. Jacky mengangkat Airish dengan mudah, dan saat dia berniat turun tangan, tamparan Airish sudah melayang ke arahnya.


Plak!


Suara tamparan itu cukup keras dan mengagetkan seisi ruangan, Jacky terhempas dan mendarat disebuah meja.


Bam...


"Bocah, berani membuat onar di resepsi pernikahan Tuan Muda Tanaka, kamu bosan hidup......." Belasan bawahan ini membawa tongkat ditangan mereka, dan menyerang kearah Airish.


Para tamu yang melihat kejadian ini semuanya menggelengkan kepala, mereka yakin kalau Airish pasti akan dihabisi.


"Habisi dia, habisi dia Jacky yang ditampar oleh Airish memegangi bibirnya dan wajahnya dan berdiri sambil berteriak.


Diatas panggung, Faisal menunjukkan senyuman kejam. Semua orang sedang menganggap Airish sebagai lelucon, tidak ada yang mengasihaninya apalagi membantunya.

__ADS_1


Menghadapi belasan orang yang mengepungnya, Airish mencibir dan tiba-tiba maju selangkah.


Bam...........


Satu langkah yang diambil oleh Airish seolah menggetarkan ruangan itu. Dan belasan bawahan Bobby berteriak kesakitan, mereka terhempas dan menghantam meja-meja. yang ada disekeliling hingga hancur, seperti baru diporak porandakan.


Seketika itu, para tamu tercengang. Bobby yang melihat bawahannya tersungkur di lantai tiba tiba diselimuti rasa dingin.


Saat itu, di sisi panggung seorang pria paruh baya berpakaian rapi mengerutkan keningnya. Orang itu adalah kepala keluarga Keluarga Tanaka, Vota Tanaka yang juga merupakan ayahnya Faisal, dia tentu harus muncul di pernikahan anaknya. Vota menyaksikan seluruh kejadian saat Airish menghabisi sekelompok bawahan itu. Dia sendiri juga berlatih bela diri, dan dia bisa melihat kalau kemampuan Airish lumayan hebat.


Sedangkan Faisal yang menyaksikan itu mengernyitkan keningnya.


"Bajingan, dasar bajingan sampah." Sambil berteriak marah, Faisal bergegas melangkah turun.


"Suamiku......" Delilah juga ikut berlari dibelakangnya.


"Faisal, jangan gegabah...." Vota yang duduk di sisi panggung sejak tadi juga segera menghampiri Faisal, dia takut anaknya akan dipermalukan.


"Ada apa, ada apa..." Belasan petugas keamanan dari hotel bergegas masuk dengan membawa tongkat Hotel Horison yang sudah berdiri sejak lima tahun lalu, dan sejauh ini tidak ada orang yang berani membuat onar, karena mereka tahu kalau Hotel Horison adalah bisnis milik Keluarga Winston.

__ADS_1


Apalagi hari ini bertepatan dengan resepsi pernikahan Tuan Muda Tanaka, kekuasaan Keluarga Winston dan Keluarga Tanaka hampir seimbang, pada saat seperti ini siapa yang berani datang untuk membuat onar bisa dikatakan-bosan hidup.


__ADS_2