
Hari ini adalah hari dimana Ardian dan Alin kencan untuk yang kedua kalinya. Mereka berdua memilih untuk kencan di taman, karena sebelumnya Adrian belum pernah merasakan picnic date bersama Alin.
Sebelumnya, Adrian dan Alin sudah berbelanja makanan dan minuman di supermarket. Jadi sekarang mereka tinggal pergi ke taman.
"Adrian, kamu beneran udah sembuh?" tanya Alin.
"Udah kok."
"Kira-kira siapa ya orang yang kasih makanan itu?"
"Aku gak tahu. Tapi katanya sih cewek yang kasih."
Alin memainkan ponselnya dan ia membuka aplikasi instagram-nya. Lalu, ia memotret dirinya dan Adrian yang sedang menyetir.
"Kamu foto aku?" tanya Adrian sambil fokus menyetir.
Alin merasa bersalah. "Emang gak boleh ya? ya udah deh aku hapus lagi."
Adrian menghentikan mobilnya dipinggir jalan. "Ayo foto lagi. Soalnya tadi aku belum siap."
Alin tersenyum, ia pikir Adrian akan marah karena Alin memotretnya tanpa ijin. Tetapi ternyata Adrian malah menyuruh berfoto ulang.
Kemudian, Alin memotret dirinya dan juga Adrian beberapa kali. Setelah itu, Adrian kembali melanjutkan perjalanannya.
"Boleh aku posting gak?" tanya Alin.
"Boleh. Tapi tag aku ya."
"Gak mau! nanti banyak cewek-cewek yang mampir lihat instagram kamu."
Adrian tertawa kecil. Ia kira Alin akan berubah, tetapi ternyata Alin masih memiliki sifat cemburuan.
"Adrian, makasih ya."
"Makasih untuk apa?"
"Makasih karena udah menerima kekurangan aku. Meskipun kamu udah tahu aib aku, tapi kamu gak ninggalin aku. Jadi aku berterima kasih banget sama kamu."
"Berterima kasih nya cuma pakai ucapan doang nih?"
Chup!
Tanpa aba-aba, Alin langsung mengecup pipi Adrian sekilas.
"Lagi dong," pinta Adrian, tetapi Alin malah memukul pelan lengan Adrian karena ia sedikit malu.
...****************...
Tiba di taman, Adrian dan Alin langsung meletakkan tikar beserta makanan dan minuman diatas rumput.
Mereka menikmati makanan dan minuman itu sambil mengobrol bersama.
__ADS_1
Ting!
Tiba-tiba ada pesan masuk dari rekan kerjanya. Dan pesan itu merupakan sebuah video. Karena penasaran, Adrian membuka video tersebut.
Video tersebut merupakan video yang di ambil dari cctv kantor, yang mana dalam video tersebut ada Saskia yang sedang memberikan makanan kepada yang mengirim video ini.
Selain mengirim video, rekan kerja Adrian juga meminta maaf, karena dia pikir perempuan yang mengirim makanan adalah Alin, tapi ternyata itu adalah Saskia.
Semua rekan-rekan Adrian tahu bahwa kemarin Adrian sedang sakit karena keracunan makanan. Makanya salah satu rekan kerjanya melihat CCTV kantor untuk mengetahui siapa dalang yang membuat Adrian keracunan.
"Kenapa? kok serius banget kelihatannya," ujar Alin.
"Gak kenapa-napa kok."
"Lagi ada kerjaan di kantor ya?"
"Enggak kok."
Raut wajah Alin berubah menjadi cemberut, ia tahu pasti Adrian sedang menyembunyikan sesuatu dari Alin.
"Kalau lagi sibuk, lebih baik ke kantor aja," ujar Alin.
"Aku gak sibuk kok. Lagipula aku udah ijin ke Papah kalau hari ini aku mau menghabiskan waktu sama kamu."
Trining! Trining!
Ponsel Alin berdering, namun dia hanya menatap layar ponselnya.
"Kenapa gak diangkat?" heran Adrian.
"Ya udah jawab dulu, siapa tahu penting."
Saat telepon itu dijawab oleh Alin. Alin hanya diam saja sambil menatap kearah Adrian. Lalu, ia buru-buru mematikan teleponnya.
"Siapa?"
"Rehan."
"Mantan kamu yang udah melecehkan kamu itu, kan?"
Alin mengangguk mengiyakan ucapan Adrian. Alin juga memberitahu bahwa Rehan mengancamnya dan dia menyuruh agar Alin memutuskan Adrian.
"Aku harus gimana? aku takut kalau dia bilang ke orang-orang tentang aku dan dia yang pernah tidur bareng," khawatir Alin.
Adrian menatap sambil memegang kedua pundak Alin. "Gak usah takut. Seandainya dia bilang juga, orang gak akan percaya selagi gak ada bukti."
Alin terdiam, ia tidak tahu apakah Rehan mempunyai bukti atau tidak. Tapi saat ini Alin sangat ketakutan sebab jika Mamahnya tahu, pasti Mamahnya akan sedih.
"Kalau ada foto-foto aku sama dia gimana?"
"Kamu yakin kalau dia simpan foto-foto itu?"
__ADS_1
"Aku gak tahu, soalnya aku kan waktu itu gak sadar."
Sulit sekali untuk menjalin hubungan dengan Alin. Disaat sudah mendapatkan cintanya, malah ada seseorang yang berusaha untuk menjauhkannya dari Adrian.
"Adrian, kamu gak marah kan sama aku?" tanya Alin sambil menggigit bibir bawahnya.
"Aku gak marah sama kamu, tapi aku marah sama mantan kamu."
Lalu, Adrian meminta nomer telepon Rehan pada Alin. Ia ingin tahu apa maksud Rehan yang menyuruh Alin untuk menjauhi Adrian.
Setelah nomernya disimpan di kontaknya, Adrian langsung menelpon Rehan.
Tak lama, Rehan menjawab panggilan telepon dari Adrian. "Hallo."
"Lo mau apa? kenapa lo ancam Alin segala."
"Wih! siapa nih? hmm...pasti ini pacar Alin yang kaya raya itu, kan?"
"Berisik! lebih baik sekarang lo kasih tahu apa mau lo, nanti biar gue turutin. Asalkan lo hapus semua foto-foto atau video yang menyangkut Alin."
Rehan hanya tertawa, ia tidak mengira bahwa Adrian rela melakukan apa saja demi Alin.
"Kalau gue minta uang lo gimana?" kata Rehan.
"Oke, asalkan lo hapus dulu foto dan videonya."
"Oke siap. Nanti malam gue kirim alamatnya," ujar Rehan sambil mematikan teleponnya.
Mendengar perkataan Adrian, membuat Alin penasaran tentang apa yang ingin dikasih Adrian pada malam hari kepada Rehan.
"Apa katanya?" tanya Alin.
"Pokoknya kamu tenang aja, nanti dia bakal hapus foto-foto atau video yang berhubungan sama kamu kok."
"Kok bisa? kenapa dia mau menuruti perkataan kamu?" heran Alin.
"Kamu jangan memikirkan soal itu. Intinya dia nanti akan hapus segalanya yang berhubungan dengan kamu."
Dengan Adrian berkata seperti itu, Alin merasa kalau Adrian akan melakukan sesuatu hal, sehingga Rehan dapat luluh oleh perkataan Adrian.
"Rehan gak minta uang sama kamu, kan?" tanya Alin memastikan, karena tak mungkin juga Rehan menghapus foto itu cuma karena perkataan Adrian.
"Enggak kok," bohong Adrian.
"Terus kenapa dia mau turutin ucapan kamu?"
"Lin, udah jangan dibahas ya. Sekarang aku ingin menghabiskan waktu kencan sama kamu."
Alin terdiam, ia merasa bersalah karena seharusnya hari ini adalah hari spesial untuk mereka berdua. Namun karena ada telepon dari Rehan, seketika kencannya terasa canggung.
"Oh iya, Lin! mamah kamu waktu itu kenapa sih? apa dia gak suka ya sama aku?"
__ADS_1
Alin kembali mengingat dan ia mengerti tentang maksud Adrian. "Mamah waktu itu lagi banyak masalah, makanya dia kelihatannya gak suka saat kamu datang. Lagipula waktu itu dia juga marahin aku kok, jadi kamu jadi kepikiran soal hal itu."
"Syukur deh kalau gitu. Aku kira waktu itu mamah kamu kesal sama aku."