Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Suasana Di Kafe


__ADS_3

"Kak Airish, apakah orang-orang itu mempersulit kamu? Apakah mereka memukulmu?"


Elsa bertanya dengan penuh antusias saat berjalan keluar pintu. 


"Tidak, kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah riba lagi. Tidak ada masalah lagi. Kedepannya, bekerjalah dengan baik." Airish sedikit tersenyum.


Elsa mengangguk, menatap Airish dengan rasa cinta, tetapi Airish tidak menghiraukannya.


Airish hanya menganggap Elsa sebagai adik perempuan dan tidak ada maksud lain, dia tidak ingin Elsa salah paham.


Saat Airish berjalan mengikuti Elsa di lantai dasar pemukiman, tiba-tiba teleponnya berdering, Wildan meneleponnya.


"Airish, kemana kamu? Mengapa kamu tidak di Kompleks Perumahan Bougenville? Aku bertanya kepada penjaga keamanan, mereka mengatakan bahwa kalian semua sudah pergi?"


Wildan pergi ke Perumahan Bougenville untuk mencari Airish dan menemukan bahwa Airish tidak ada di sana.


"Orang tuaku tidak terbiasa tinggal di sana, jadi kami kembali untuk tinggal di sini. Meskipun agak kumuh, namun ada banyak tetangga di lingkungan ini, dan mereka semua akrab..." Airish berbohong karena dia tidak tahu mengapa orang tuanya meninggalkan Kompleks Perumahan Bougenville 


"Oh!" Kekecewaan terdengar dalam dengusan Wildan.


Setelah beberapa obrolan lagi, Airish menutup sambungan telepon "Kak Airish, apakah itu pacarmu?


Elsa bertanya dengan suara kecil setelah Airish menutup telepon.


Airish tertegun, dia tidak tahu bagaimana menjawab Elsa, apakah saat Wildan menelepon, Elsa mengira dia adalah pacarnya atau bukan, Airish berfikir, apakah Elsa cemburu?


Melihat Airish tertegun, Elsa tersenyum. "Tidak apa-apa jika kamu tidak ingin mengatakannya..."


Airish hanya diam dan tersenyum, setelah berjalan-jalan dengan Elsa sebentar, mereka berdua kembali untuk makan siang.


Pada saat yang sama, di Rumah Sakit Nasional, Faisal terbaring bosan di rumah sakit.


Dia ingin pulang dari rumah sakit. Namun ayahnya Vota tidak setuju, memintanya untuk tinggal di rumah sakit sampai lukanya benar-benar sembuh.


Dengan kekayaan keluarga Tanaka, bahkan jika Faisal tinggal di rumah sakit selama satu tahun pun tidak akan menjadi masalah bagi mereka.

__ADS_1


Saat Faisal merasa bosan, pintu kamar rumah sakit terbuka, Delilah masuk dengan membawa bekal makanan.


"Kak Faisal, aku beritahu satu kabar baik..." Delilah berkata dengan penuh semangat, saat dia masuk.


"Kabar baik apa?" Faisal bertanya


"Airish telah diusir dari Kompleks Perumahan Bougenville, mungkin hubungannya dengan Winston telah berakhir..." Delilah berkata dengan penuh semangat.


"Kenapa?" Faisal juga sangat gembira.


Jika tidak ada perlindungan dari keluarga Tanaka, Airish bukanlah apa-apa. Membunuh Airish menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.


"Kenapa lagi, kurasa Winston sudah tidak membutuhkan Airish lagi, mungkin dia hanya butuh saat itu saja, lagipula, mereka berdua juga bukan dari kalangan keluarga yang sama, bagaimana mungkin Winston bisa ketergantungan dengannya? Pagi ini, penjaga keamanan di Komplek Perumahan Bougenville berkata, orang tua Airish telah pergi dengan membawa barang-barang mereka untuk kembali ke pemukiman yang dulu!" kata Delilah.


"Hahaha, bagus!" Faisal tertawa keras. "Saat aku sembuh nanti, mari lihat bagaimana aku membereskan Airish, aku ingin dia hidup tidak lebih baik daripada mati...."


Sementara itu Airish sedang bersiap-siap berjalan berdua Elsa. Airish telah mengenakan jas yang telah dibelinya tiga tahun lalu. Jas itu masih baru meskipun sudah lama. Apa lagi, Airish sama sekali belum pernah memakainya.


"Anakku sangat tampan saat memakai jas, semangat..." Shinta takjub melihat Airish mengenakan setelan jas.


Kening Airish sedikit mengerut, tetapi dia menahan amarahnya dan berkata, "Jas ini di beli dua tahun yang lalu, tapi belum pernah di pakai, masih baru!"


"Lantas kenapa? Walau masih baru, anak muda jaman sekarang tidak memakai setelan jas kuno seperti ini..." kata Delilah cemberut!


"Apakah aku harus mengganti pakaianku?" tanya Airish. Padahal jas ini adalah jas pilihan Delilah sendiri ketika mereka berencana untuk menikah, sebelum akhirnya Airish masuk kedalam penjara.


Dan tentu saja setelah melihat kemesraan Elsa dan Airish, banyak pria dan wanita yang berkecil hati, bahkan Delilah juga menatap Elsa dengan tatapan cemburu.


Agar Elsa tidak berfikir yang tidak dia mengerti, Airish membisikkan kepada Elsa dengan tujuan memperkenalkan Delilah kepada Elsa, dan saat memperkenalkan Delilah, Airish berkata. "Ini adalah istrinya putra Tanaka, Delilah. Dulu kami pernah berpacaran..."


Elsa yang mendengarnya langsung mengerti, "wajar saja perempuan itu begitu sinis.


Jadi Elsa melangkah maju dan meraih tangan Delilah dengan antusias. "Kak Delilah cantik sekali, sejak awal saya sudah mendengar tentang kalian dari Kak Airish, hanya saja saya belum pernah bertemu..."


Keramahan Elsa membuat Delilah juga tersenyum. "Dik Elsa kamu juga cantik sekali..."

__ADS_1


"Lalu, yang ini Adelia, teman Delilah...” Airish berkata sambil menunjuk Adelia yang mengenakan kacamata dan duduk di pojok ruangan.


"Halo..." Elsa tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Halo, halo..." Wajah Adelia seketika memerah, dan dia menjabat tangan Elsa. Melihat ekspresi Adelia, seketika semua orang langsung menertawainya.


Segera, mereka semua menjadi akrab dan mulai bernyanyi sambil minum, dan ada beberapa orang yang mulai beraksi untuk membuat Airish mabuk, satu per satu dari mereka mulai bersulang padanya.


Melihat situasi ini, Elsa sigap dan menghadang didepan Airish. "Kalau kalian terus bersulang padanya, Kak Airish pasti akan mabuk, saya akan mewakilinya...."


Elsa mengangkat segelas bir dan meminumnya.


Sekelompok pria tidak bisa menolak melihat Elsa yang mewakili Airish minum, dalam persepsi mereka, Elsa hanya akan bertahan tidak lebih dari dua botol bir.


Tapi segera, persepsi mereka dipatahkan, dan kenyataannya terlalu jauh dari persepsi mereka.


Melihat Elsa yang minum dengan mereka dan tidak menunjukkan dirinya mulai mabuk, bahkan wajahnya pun tidak menunjukkan perubahan sama sekali.


Seketika mereka semua menjadi bingung, bahkan Airish sendiri menatap Elsa dengan tatapan tidak percaya.


Tidak akan ada orang yang menyangka, seorang gadis yang terlihat begitu lemah ternyata begitu kuat minum, dan seketika dibawah Elsa sudah tersusun lebih dari tiga puluh botol bir kosong.


Elsa tidak kenapa kenapa, malah orang-orang itu yang mulai menunjukkan wajah memerah dan ada yang mulai terhuyung-huyung.


"Sudahlah, ayo menyanyi, jangan minum terus..."


Adelia yang melihat situasi ini hanya bisa menyuruh mereka untuk tidak minum lagi, kalau diteruskan lagi, Elsa tidak akan kenapa-kenapa, tapi merekalah yang akan mabuk.


"Dik Elsa, kamu terlalu kuat minum...” Delilah berkata kepada Elsa dengan rasa iri dan terkejut di matanya.


Elsa tersenyum. "Saya ini tidak punya kelebihan lain, hanya kuat minum..."


"Adik, kamu hebat sekali, kalau saya punya kemampuan minum seperti kamu, pasti tidak ada orang yang berani menantang aku minum lagi..." Faisal juga duduk bersama Elsa, dan berkata dengan kagum.


"Kak Faisal, tingkat toleran itu bisa dilatih kok, besok-besok saya akan mengajarimu."

__ADS_1


__ADS_2