
Sesudah makan malam, Adrian mengajak Alin pergi menuju taman dibelakang rumahnya. Ia sengaja mengajak Alin ke taman agar Alin mengingat kejadian waktu dulu.
Ya, dulu Adrian mengajak Alin ke rumahnya dan ia diam-diam membawa Alin ke rumah tanpa ketahuan oleh kedua orang tuanya. Pada saat itu jugalah mereka melakukan first kiss di taman.
Dulu Adrian memang sosok anak yang agak nakal, mungkin juga karena ia berteman dengan Saskia, jadinya dia terbawa pengaruh oleh Saskia.
"Jadi ingat waktu dulu ya," ujar Adrian tiba-tiba.
"Gak, aku udah lupa kejadian dulu," canda Alin karena ia ingin melupakan kejadian saat Adrian menciumnya.
"Masa udah lupa sih, ini kan tempat yang berkesan buat kita."
Alin duduk dan ia melihat kearah langit, Dirinya membayangkan pada masa itu, yang dimana ia sangat ketakutan karena telah dicium oleh Adrian. Rasanya ia telah melakukan dosa besar, sehingga pada saat itu ia tidak berani menatap Adrian.
Adrian duduk disamping Alin. "Lin, kamu beneran udah gak ada rasa ke aku?"
"Iya, aku udah gak ada rasa sama kamu. Jadi lebih baik kita berteman aja ya."
"Pasti kamu lagi suka sama seseorang ya?"
Alin menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak, karena memang ia tidak mencintai siapapun saat ini. Mungkin ia trauma karena mantan terakhirnya.
"Mantan terakhir kamu siapa sih?"
"Kamu kepo banget sih," ujar Alin sambil tertawa.
Adrian menghela nafasnya. "Maaf ya, habisnya aku penasaran tentang siapa orang ada dihati kamu saat ini."
...****************...
Waktu menunjukkan pukul dua belas malam, akhirnya Adrian mengajak Alin untuk pergi tidur di kamar masing-masing.
Saat berada di kamarnya, Adrian masih kepikiran tentang Alin. Sepertinya ada alasan lain mengapa Alin memutuskannya.
Alasan yang dijelaskan Alin saat sore hari memang benar, tetapi Adrian masih menduga bahwa ada alasan lain.
Jika dipikir-pikir, dulu Adrian tidak sering melakukan kesalahan kepada Alin, bahkan dirinya merasa sering memperlakukan Alin layaknya ratu.
Apapun yang Alin inginkan selalu Adrian kabulkan, kecuali satu hal, yaitu Adrian tidak bisa bersikap tidak ramah kepada para perempuan.
Mungkin itu juga alasannya, karena Alin ini tipe cewek yang mudah cemburuan jika pasangannya bersikap baik terhadap lawan jenis.
Tok! Tok! Tok!
Adrian beranjak bangun dan ia berjalan menuju kearah pintu. Lalu, ia segera membuka pintu kamarnya.
Ia terkejut saat melihat Alin yang berdiri dihadapannya. "Ada apa?"
"Aku takut. Soalnya ada yang ketuk jendela kamar."
"Ketuk jendela?" bingung Adrian, lalu Alin hanya mengangguk.
"Ya udah ayo kesana, kita lihat siapa yang ketuk."
Adrian dan Alin segera pergi menuju kamar tamu. Dan pada saat di cek, ternyata itu cuma seekor cicak. Disitu Adrian hanya tertawa, sedangkan Alin merasa malu karena ia pikir ada hantu.
"Maaf, aku ganggu kamu tidur."
__ADS_1
"Iya gak apa-apa kok, lagian aku tadi belum tidur kok."
Adrian berpamitan untuk pergi ke kamarnya. Kemudian, Alin tiba-tiba memanggilnya.
"Adrian!" panggil Alin. Lalu, Adrian menoleh.
"Good night."
Adrian tersenyum. "Good night too."
...****************...
Tok! Tok!
Adrian terbangun dari mimpi indahnya. Ia bergegas menghampiri pintu karena ia berpikir bahwa itu adalah Alin.
Saat pintu dibuka, ternyata itu adalah asisten rumah tangganya yang selalu membangunkannya setiap pagi.
"Den, teman Den Adrian tadi sudah pulang."
"Dia pulang, Bi?"
"Iya, baru aja dia pergi."
Adrian buru-buru mengambil handphone dan kunci mobilnya, lalu ia bergegas keluar rumah untuk menghampiri Alin.
"Alin!" teriak Adrian.
Alin yang hendak keluar dari gerbang langsung berhenti dan menoleh kearah Adrian.
"Tunggu!" teriak Adrian.
"Ayo naik!" perintah Adrian.
Alin terdiam sejenak, setelah itu ia segera naik ke mobil Adrian.
"Kenapa buru-buru pergi sih?" tanya Adrian sambil melajukan mobilnya.
"Soalnya aku gak enak sama mamah. Harusnya aku gak ninggalin mamah sendirian di rumah."
"Oh iya, tadi kamu udah pamitan sama orang tua aku belum?"
"Udah kok. Lagian masa iya aku pergi tanpa pamit ke orang tua kamu. Gak sopan juga kan kalau gak pamitan."
Sebelum ke rumah Alin, Adrian melajukan mobilnya menuju sebuah rumah makan, karena ia dan Alin belum sarapan.
Skip
Setibanya di rumah makan, Adrian memesankan makanan untuk dirinya dan juga Alin.
"Adrian, makasih ya atas semuanya. Kamu baik banget deh."
"Iya sama-sama."
Alin tersenyum saat melihat wajah Adrian. Ia tahu betul bahwa tadi Adrian sedang tidur. Namun setelah asisten rumah tangga Adrian memberitahu Adrian bahwa Alin pergi, Adrian langsung buru-buru pergi menghampiri Alin.
"Kenapa lihatin aku?"
__ADS_1
"Gak kenapa-napa."
"Jatuh cinta lagi ya sama aku?"
Alin tertawa saat mendengar ucapan Adrian. "Ih kepedean."
Trining! Trining!
Adrian mengambil ponselnya dan ia heran mengapa Vanya menelponnya. Dari pada penasaran, akhirnya Adrian menjawab panggilan tersebut.
"Hallo."
"Adrian, kamu datang kan ke acara ulang tahun aku?"
"Iya, aku pasti datang kok."
"Ya udah nanti malam aku tunggu kedatangan kamu ya."
Adrian baru sadar jika hari ini adalah hari ulang tahun Vanya dan ia bingung karena ia sama sekali belum membeli kado untuk Vanya.
"Adrian, kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya."
"Iya."
Lalu, Vanya segera mematikan teleponnya.
"Pacar kamu ya?" tanya Alin.
"Udah aku bilang kalau aku gak punya pacar."
"Emang sama yang namanya Alexa udah putus ya?"
Adrian tersenyum, karena ternyata selama ini Alin sering memantau sosial medianya.
"Kamu suka stalking sosial media aku ya?"
"Hmm...enggak kok."
"Tapi kok kamu bisa tahu namanya."
"Soalnya aku denger dari Rara," bohong Alin, padahal sebenarnya ia sering melihat sosial media Adrian.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya pesanan mereka sudah datang. Lalu, mereka berdua menikmati sarapan paginya.
"Aku perhatiin, kamu makin kurus deh. Apa kamu banyak pikiran ya?"
"Ya pasti banyak pikiran lah."
"Pasti mikirin aku ya?" canda Adrian.
"Kamu kenapa sih pede banget jadi orang," heran Alin.
Adrian terdiam, padahal tadi ia hanya bercanda, namun Alin malah menganggapnya serius.
"Emang menurut kamu, aku terlalu kepedean ya?"
"Iya. Bahkan saat SMA dulu, kamu sering bilang ke aku bahwa banyak banget cewek-cewek yang suka sama kamu. Padahal harusnya kamu gak bilang gitu didepan aku, kamu kayak gak ngerhargain aku banget waktu itu."
__ADS_1
Adrian meresapi perkataan Alin, ternyata selama ini Alin kesal gara-gara ucapan Adrian waktu itu.
"Jangan-jangan kamu putusin aku karena hal itu juga ya?" tanya Adrian. Lalu, Alin mengangguk mengiyakan ucapan Adrian.