
Beberapa bulan kemudian, Adrian dan Alin melaksanakan pernikahan mereka berdua. Orang-orang yang hadir dalam acara pernikahan mereka juga hanyalah orang-orang terdekat saja.
Senyuman terukir diwajah Adrian, tetapi beda lagi dengan Alin. Dari tadi ia hanya menampilkan ekspresi datar. Entah apa yang dia pikirkan, tetapi Adrian yakin bahwa dia takut jika ada seseorang yang memberitahu tentang aib nya.
"Senyum dong," bisik Adrian. Lalu, Alin tersenyum saat mendengar perkataan Adrian.
"Jangan khawatir, lagian Rehan gak akan datang kesini. Lagipula aku udah menyuruh satpam buat jaga agar tamu yang tidak diundang tidak diijinkan untuk masuk."
"Syukurlah kalau gitu."
Adrian mengelus kepala istrinya itu sambil tersenyum.
Tiba-tiba Arya datang menghampiri Adrian. "Saskia masuk rumah sakit," bisik Arya.
"Dia sakit apa?"
"Dia melakukan percobaan bunuh diri dan sekarang kondisinya kritis," bisik Arya.
"Ada apa sih?" bingung Alin, lalu Adrian hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak ada apa-apa.
...****************...
Acara telah selesai, lalu Adrian dan Alin segera pergi menuju kamarnya karena memang acara pernikahannya berlokasi di hotel milik Papah Adrian.
"Ada apa sih? kok kamu kayak khawatir gitu," heran Alin.
"Aku kan udah bilang kalau aku gak apa-apa."
"Bohong dosa loh."
Adrian memberitahu tentang kondisi Saskia sekarang kepada Alin. Dan respon Alin hanya diam saja. Adrian tahu bahwa Alin kasihan dengan Saskia, tapi di satu sisi dia juga merasa bersalah.
"Nanti kita jenguk dia," kata Alin.
"Gak usah. Soalnya aku takut orang tuanya malah menyalahkan kita berdua."
"Tapi bagaimanapun dia kan teman kita."
"Ya udah besok kita jenguk dia."
Sesudah itu, mereka berdua mandi secara bergantian.
Skip
Keduanya tengah asik menikmati makan malam mereka dan juga mereka sesekali melihat ke ponselnya untuk membalas pesan dari teman-temannya yang tidak bisa hadir.
"Nanti kita mau honeymoon dimana?" tanya Adrian, namun tidak dijawab oleh Alin karena ia fokus pada ponselnya.
Uhuk! uhuk!
Spontan Alin menoleh kearah Adrian. "Pelan-pelan makannya," ujarnya, lalu Adrian hanya menatap datar kearah Alin.
"Kenapa?" bingung Alin karena Adrian menatapnya seperti itu.
__ADS_1
"Lupakan aja."
Alin menaruh ponselnya dan ia menatap Adrian.
"Ada apa? kok cemberut gitu."
"Habisnya aku tadi bertanya, kamu malah diam aja dan fokus lihat ponsel kamu."
"Maaf. Habisnya aku kan lagi fokus baca ucapan-ucapan dari teman-teman."
Ting!
Adrian dan Alin langsung terdiam saat membaca pesan dari grup sekolahnya. Isi pesan itu tertulis jika Saskia telah meninggal dunia.
"Udah selesai makan, kita kesana ya," kata Alin dengan wajah penuh penyesalan.
"Besok aja kita melayatnya, soalnya sekarang udah malam. Lagipula teman-teman yang lain juga mau melayat besok."
"Aku jadi merasa bersalah sama Saskia."
"Kamu gak boleh bicara kayak gitu. Lagipula ini sudah takdir."
...****************...
Adrian terus menatap kearah Alin yang sepertinya kesulitan untuk tidur. Ia tahu bahwa Alin belum terbiasa tidur bersama seseorang, jadi pasti dia merasa sangat canggung.
"Gak bisa tidur ya?" tanya Adrian, lalu Alin hanya mengangguk.
"Nonton film aja yuk! soalnya aku juga belum mengantuk."
Lalu, Adrian dan Alin segera menonton film di ponsel Adrian.
30 menit kemudian...
Setelah dipertengahan film, Adrian melirik sekilas kearah Alin yang sedang menguap dan tak lama Alin tertidur.
Dengan perlahan, Adrian membenarkan posisi tidur Alin dan ia juga sekilas mengecup kening Alin.
Saat hendak tidur, entah kenapa Adrian memikirkan Saskia. Ia merasa bersalah sebab karenanya, Saskia meninggal dunia.
Memang yang tahu kalau Saskia menyukai Adrian hanya Alin, Arya dan kedua orang tua Adrian. Namun, Adrian sangat takut jika suatu saat ada seseorang yang mengetahui penyebab Saskia bunuh diri. Dan nantinya pasti orang itu akan terus mengusik kehidupan Adrian dan mengatakan bahwa Adrian penyebab Saskia bunuh diri.
Grep!
Tiba-tiba Alin memeluk Adrian seolah-olah Adrian adalah guling. Tak tinggal diam, Adrian juga langsung memeluk istrinya.
...****************...
Keesokan paginya, Adrian dan Alin menikmati sarapan pagi yang dibuat oleh Alin. Ya, sebagai seorang istri sudah menjadi tanggung jawab Alin untuk memasak makanan untuk suami.
Saat sarapan bersama, entah kenapa perasaan Alin tidak enak. Dengan melihat wajah suaminya, membuat Alin merasa kalau masakannya tidak enak.
"Gak enak ya masakannya?"
__ADS_1
"Enak kok," jawab Adrian.
"Terus kenapa makannya sambil melamun?"
"Aku cuma kepikiran sesuatu aja."
Alin sangat yakin bahwa yang dipikirkan Adrian adalah Saskia. Jelas saja, Adrian pasti sangat merasa bersalah dan ia juga pasti menyalahkan dirinya atas kematian Saskia.
Trining! Trining!
Ponsel Adrian berdering dan itu membuat Alin penasaran dengan siapa Adrian berbicara. Pasalnya sekarang Adrian tertawa, padahal awalnya dia sedang murung.
"Siapa yang telepon?"
"Arya."
Entah apa yang Arya bicarakan hingga membuat Adrian seperti sedang tersipu malu.
Tak lama, Adrian mematikan teleponnya dan ia kembali makan.
"Arya bicara tentang apa sih? kok bikin kamu ketawa-ketawa kayak gitu."
"Biasalah dia tanya tentang malam pertama."
Sontak Alin terdiam saat mendengar ucapan Adrian. Sejujurnya ia takut sekaligus malu saat mendengar ucapan itu.
"Oh iya! aku sampai lupa posting foto pernikahan kita," ujar Adrian yang kembali fokus memainkan ponselnya.
Disisi lain, Alin hanya memakluminya. Karena ia tahu kalau suaminya ini adalah orang yang sangat narsis.
"Kira-kira caption nya apa ya?" tanya Ardian.
"Aku gak tahu."
Skip
Selesai sarapan pagi, Alin dan Adrian pergi menuju pemakaman Saskia bersama Arya. Sebenarnya bukan hanya mereka saja yang kesana, tetapi juga bersama teman-teman Saskia yang lain, tetapi mereka pergi secara terpisah.
"Arya, awalnya kamu dapat informasi dari siapa? kok kamu bisa tahu kalau Saskia meninggal."
"Aku kan masuk ke grup angkatan. Nah disitu ada orang yang dekat rumahnya dengan Saskia, jadi dia kasih tahu di grup," jelas Arya.
Ardian dan Alin memang sudah keluar dari grup itu, makanya mereka berdua baru tahu. Dan setelah mereka melihat chat dari grup kelas semasa SMA, mereka jadi yakin bahwa yang dibicarakan Arya benar.
"Kalian keluar dari grup angkatan ya?" tanya Arya, lalu Adrian dan Alin hanya mengangguk.
"Kenapa keluar dari grup angkatan?" tanya Arya lagi.
"Soalnya terlalu banyak grup, makanya aku keluar dari grup itu," jelas Adrian.
"Kalau Alin keluar grup angkatan karena apa?" tanya Arya, lalu Alin menjawab bahwa grup tersebut terlalu berisik, makanya ia keluar dari grup tersebut.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya mereka telah sampai di pemakaman Saskia.
__ADS_1
Untungnya mereka bertiga sampai tepat waktu, jadi mereka dapat berdoa bersama dengan yang lainnya.