Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Berpura-pura Kenal


__ADS_3

"Elsa benar-benar sial punya teman seperti kalian, satu kalimatku bisa melepaskan kalian tapi saya tidak akan mengatakan apapun, kalian pantas mendapatkan akhir seperti ini...." Perkataan Airish membuat wajah semua orang itu terasa panas, mereka merasa malu.


"Bawa mereka semua pergi...." Staf kasir yang melihat itu langsung memerintahkan kepada petugas keamanan.


"Ah..jangan, saya tidak mau..."


"Tolong, tolong..."


"Hu..hu..hu"


Menyadari kalau mereka akan segera dibawa pergi, ada yang mulai menangis, mereka ketakutan setengah mati, ada yang bahkan mengompol karena ketakutan.


"Jangan sentuh saya, saya....saya sangat akrab dengan cucu bos kalian, kalian kalau berani menyentuhku akan ku pastikan kalian dipecat..." Bion berteriak.


Mendengar perkataan Bion, petugas keamanan seketika berhenti, staf kasir juga seketika merasa bingung.


Bion melihat gertakannya berhasil, seketika merasa lega, dia segera berkata dengan nada tinggi. "Saya sangat akrab dengan tuan Wildan, awalnya saya hanya ingin makan disini dan tidak ingin melakukan keributan dengan masalah kecil seperti ini, tapi kalian malah berani menyentuhku, satu panggilan teleponku akan membuat kalian di pecat. Sekarang sebaiknya kalian biarkan saya pergi, dan anggap permasalahan ini tidak pernah terjadi.


Seketika, staf kasir menatap Airish, karena mereka tahu hubungan Airish dan keluarga Winston, sekarang Bion mengaku kalau dia juga akrab dengan Wildan, hal itu membuat mereka tidak tahu apakah yang dia katakan benar atau tidak.


Airish mengernyitkan keningnya, dan saat dia ingin bertanya balik pada Bion, sebuah suara tiba-tiba terdengar.


"Kamu mengenal tuan dari keluarga Winston?"


Seketika, suara seorang pemuda terdengar dari pintu masuk, Airish menoleh dan mendapati Wildan sedang berjalan masuk.


Bion melihat Wildan yang berjalan masuk dan mengangguk. "Benar, saya sangat akrab dengan tuan Wildan dari keluarga Winston, kami juga pernah makan bersama!"

__ADS_1


Setelah Bion selesai berkata, Wildan terkekeh, Airish juga tidak bisa menahan tawanya.


Ternyata Bion hanya sedang membual, Airish hampir saja mempercayainya.


Seluruh karyawan di hotel juga mulai tertawa, Wildan ada dihadapannya, dan Bion tidak mengenalinya, malah berani mengaku kalau dia akrab dengan tuan Muda Keluarga Winston.


"Sinting, apakah kamu tahu siapa yang sedang berdiri di hadapanmu ini?" Airish bertanya dengan tatapan menghina pada Bion.


Pertanyaan Airish seketika membuat Bion mengerang dalam hati, rasanya ada yang salah, dan tentu. Airish melanjutkan pertanyaannya "Yang berdiri di hadapanmu ini adalah tuan Muda Keluarga Winston, coba kamu lihat apakah kamu kenal?"


Para karyawan disekitar juga tidak bisa menahan tawa mereka, sedangkan Bion sudah merasa sangat malu sampai dia ingin bersembunyi didalam lubang semut.


"Sudah selarut ini, untuk apa kamu kemari?" Airish tidak memperdulikan Bion yang sudah malu, dan bertanya pada Wildan.


Menurutmu kenapa saya datang untuk melihatmu setelah mendengar kalau kamu akan disini, mereka melihat Wildan dan Airish yang berbicara dengan akrab, mereka semua tercengang, terutama Bion. Dia menatap Airish dengan tatapan tak percaya, dan seketika mengerti kenapa Airish tidak perlu membayar saat makan disini.


Airish tersenyum. "Kamu mengkhawatirkan aku ya?"


"Beberapa hari ini saya agak sibuk, dua hari lagi Ya..." Airish menghindar.


Para pria yang ada disekitar menatap Airish dengan tatapan kagum dan iri, tuan Muda Keluarga Winston mengajaknya makan, dan Airish malah menolak.


Kalau saja dia mengajak salah satu diantara mereka, walaupun mereka harus pergi dengan merangkak mereka pasti tidak akan ragu-ragu. Airish malah menolak kesempatan seperti ini.


"Hm, apa kesibukanmu? Apa perlu saya mengangkat kamu menjadi Direktur perusahaan, agar tidak ada lagi yang bisa kamu sibukkan!" Wildan melihat Airish menolaknya seketika merasa tidak senang.


"Jangan, saya benar-benar tidak punya waktu untuk mengurus perusahaanmu...." Airish melambaikan tangannya.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar perkataan Airish kembali merasa dipukul dengan keras.


Apalagi Bion dan orang orang yang tadi makan bersama dengannya, mereka awalnya sangat meremehkan Airish, tapi tidak disangka, didepan Airish, mereka itu hanya seperti badut.


"Besok kamu harus hadir, kakekku mengatakan sepertinya tuan Zeni juga mencarimu, sepertinya ada yang ingin dia bicarakan padamu..." Wildan berkata tanpa nada bertanya.


Airish yang mendengar Zeni mencarinya, mungkin ada hubungannya dengan masalah batu Sinabar, dia mengangguk. "Baiklah, besok siang saya akan kesana."


"Begini masih lumayan." Wildan tersenyum lalu menoleh kearah Bion dan yang lainnya.


Mereka yang ditatap oleh Wildan seketika menundukkan kepalanya, dihadapan Wildan mereka bagaikan semut.


"Kurung mereka, kalau mereka tidak bisa membayar keseluruhan tagihannya, tidak ada satupun yang boleh pergi.."


Seketika, Bion dan yang lainnya dibawa kebelakang oleh petugas keamanan untuk dikurung.


Seketika itu banyak diantara mereka yang mulai menyesal, kalau mereka tidak menghina Elsa sejak awal, mereka tidak akan berakhir seperti sekarang, bagaimanapun mereka tidak memiliki dendam pribadi pada Elsa, itu semua karena ulah Bion dan Gina.


Tapi di dunia ini tidak ada obat untuk penyesalan, mereka menyesal pun tidak ada gunanya, mereka menatap Bion dan Gina, kalau bukan karena mereka berdua, mereka tidak mungkin menyinggung Elsa dan Airish, memikirkan sampai disitu saja mereka sudah tidak bisa menahan emosi mereka dan mulai membenci Bion dan Gina.


Di sisi lain, Wildan sebenarnya berniat mengantar Airish pulang, tapi Airish tidak menyetujuinya, mobil mewah Wildan itu akan menarik perhatian di area perumahan Airish, melihat Airish pulang dengan accord tuanya, Wildan hanya bisa menghela nafas dengan pasrah.


Sesampainya dirumah, Airish menelpon Elsa untuk memberitahukan kabarnya, sedangkan Elsa menginap di rumah Tiara, dia takut kalau Tiara akan berpikiran pendek, jadi dia menemani dan menghiburnya.


Airish melihat kedua orang tuanya yang sudah tidur, duduk bersila di kamarnya dan mulai melatih Seni Konsentrasi hatinya untuk menyerap energi spiritual disekitarnya.


Karena Seni Konsentrasi Hatinya, energi spiritual disekitar Airish mulai bergerak menuju arah kamar Airish, hanya saja energi spiritual yang ada terlalu sedikit, benar-benar tidak sebanding dengan yang ada di Perumahan Bougenville, setelah berlatih semalaman, Airish merasa kekuatannya tidak bertambah banyak, hanya saja dia merasa energi spiritualnya seperti baru di isi ulang.

__ADS_1


"Sepertinya harus ke Perumahan Bougenville untuk latihan, energi spiritual yang ada disini tidak akan mencukupi walau dilatih sampai lebaran monyet...." Airish merasa hasil latihannya selama semalam sama sekali tidak efektif.


Keesokan harinya Elsa bertemu dengan Chandra ketika dia sedang minum kopi di kafe. Saat di SMA Chandra pernah menyatakan cinta kepada Elsa, tetapi di tolaknya. Kini temannya sudah sukses dan menjabat sebagai manajer, sedangkan dia baru saja mendapat sebuah pekerjaan.


__ADS_2