Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Jacky Kena Batunya


__ADS_3

"Berlututlah kepada Pak Santoso dan minta maaf, maka masalah ini akan selesai sampai disini..."


Mendengar Herman menyuruhnya untuk berlutut dan minta maaf, Jacky keberatan, dia menggelengkan kepalanya. "Saya tidak akan berlutut kepadanya, dia yang duluan mencari masalah dengan kami!"


Melihat penolakan Jacky, raut wajah Santoso menjadi dingin. "Belum ada satu orang pun yang berani membantah perkataanku!"


Sambil berkata, Santoso tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mencengkram kerah baju Jacky, dan mengangkatnya.


Melihat keadaan itu, teman-temannya berniat membantu Jacky tapi setelah melihat belasan preman sangar yang ada dibelakang Herman, mereka semua menciut.


"Jacky..." melihat lawannya bertindak, Adelia langsung berteriak dan menghampiri. "Lepaskan dia, saya karyawan PT Damai Kimia milik Keluarga Tanaka..."


Adelia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan tangan Santoso, tapi tidak peduli sekuat apapun dia mencoba, dia tidak bisa menggerakkan tangan Santoso sedikitpun.


Wajah Jacky menjadi memerah, dia mulai kesulitan bernafas, kedua matanya membelalak dan mulutnya terbuka sangat lebar. Rasa takut akan kematian tidak berhenti menghampirinya.


Adelia yang melihat Jacky sudah seperti itu panik dan tidak berhenti berteriak. "Ini adalah wilayah Tuan Kawamatsu, kalian berani membuat onar di wilayah Tuan Kawamatsu, Tuan Kawamatsu pasti tidak akan membiarkan kalian, dia itu kenal dengan Tuan Kawamatsu..."


Perkataan Adelia membuat wajah Santoso berubah, dia mengernyitkan keningnya dan melepaskan cengkeramannya.


"Uhuk uhuk uhuk..."


Setelah cengkeramannya dilepaskan, Jacky terbatuk-batuk dan bernafas sekuat tenaganya.


"Jacky, kamu tidak apa-apa kan?" Adelia bertanya dengan khawatir.


Ketika yang lain melihat Santoso langsung melepaskan cengkeramannya setelah mendengar nama Tuan Kawamatsu, mereka mengira kalau Santoso sangat takut pada Tuan Kawamatsu, dan terus berteriak. "Jacky sangat akrab dengan Tuan Kawamatsu, kalian berani menyentuhnya, Tuan Kawamatsu pasti tidak akan mengampuni kalian..."


"Saya beritahu ya, hanya satu kalimat dari Jacky, Kawamatsu pun akan langsung mematuhinya"


Mereka semua yang merupakan teman Jacky merasa kalau lawan mereka sangat takut dengan Kawamatsu, dan terus meneriakkan betapa hebatnya Jacky.

__ADS_1


Airish yang duduk disudut ruangan menyeringai setelah mendengarnya, mereka yang tidak tahu apa-apa ini benar-benar sedang mendorong Jacky lebih dekat ke kematian dengan tindakan mereka.


Jacky yang mendengar bawahannya membual sembarangan menjadi sangat ketakutan, dia sangat ingin memaki mereka dengan kasar.


Mendengar ucapan mereka, raut wajah Santoso menjadi semakin jelek, tatapan matanya mulai menunjukkan aura pembunuh yang semakin terasa.


Meskipun Haryanto berpesan agar dia tidak membunuh orang, tapi sekelompok orang ini menggunakan nama Tuan Kawamatsu untuk menggertaknya, bagaimana dia bisa menahan itu.


Melihat raut wajah Jacky yang menjadi semakin jelek, teman-teman Jacky merasa kalau dia ketakutan. Mereka mulai merasa bangga.


"Sudah takut? Sekarang enyahlah dari sini, kalau sampai kami menelpon Tuan Kawamatsu, kalian satupun tidak akan bisa pergi dari sini..." Delilah juga berkata kepada Santoso dengan bangga.


"Diam, diam kalian semua..." Jacky berteriak kepada Delilah.


Hanya dia sendiri yang mengetahui kebenaran kalau dia sama sekali tidak mengenal Kawamatsu, bahkan dia belum pernah melihat wajah Kawamatsu sama sekali.


Melihat Jacky yang tiba-tiba berteriak padanya, Delilah kebingungan, dia tidak tahu apa yang terjadi pada Jacky, tapi dia pun tidak berani mengatakan apapun lagi.


Jacky yang saat ini sedang diperhatikan oleh mereka semua, sudah kehabisan cara, kalau dia mengaku tidak mengenal Tuan Kawamatsu saat ini, pasti dia akan diolok-olok oleh mereka. Sambil menggertakkan giginya, Jacky hanya bisa mengangguk. "Saya pernah bertemu dengan Tuan Kawamatsu..."


Kata-kata Jacky ambigu, karena pernah bertemu belum tentu dia mengenal Tuan Kawamatsu.


"Awalnya kalian hanya perlu berlutut dan minta maaf saja, tapi tidak disangka kalian malah menjual nama Tuan Kawamatsu sembarangan, karena sudah seperti ini maka hari ini kalian tidak akan bisa pergi dari sini...."


Kata-kata Santoso yang menakutkan membuat sekelompok orang-orang yang tidak tahu apa-apa  itu merinding.


"Hahaha, dasar preman jalanan, apa kalian tahu siapa orang yang ada dihadapan kalian ini? Dia adalah pembunuh bayaran nomor satunya Haryanto, tangan kanan dari Tuan Kawamatsu, kalian malah membual dihadapannya dan mengaku mengenal 


Tuan Kawamatsu, sepertinya kalian bosan hidup..." Herman mulai tertawa terbahak-bahak.


Sekelompok orang ini hanyalah orang biasa yang sangat biasa, mana mungkin mengenal Kawamatsu, Santoso tahu kalau mereka pasti sedang berakting. 

__ADS_1


Tentu saja, setelah mendengar kata-kata Santoso, Jacky langsung berkeringat dingin, dia tidak menyangka bualannya akan membuat dirinya berada di posisi terpojok.


Hanya saja, bawahan Jacky benar-benar tidak banyak berpikir, mereka menganggap kalau Jacky benar-benar mengenal Kawamatsu.


Begitu juga dengan Delilah yang mempercayai kebohongan itu, Jacky pasti mengenal Kawamatsu, bahkan jika Jacky tidak mengenalnya pun, temannya Jacky pasti kenal.


"Pak Santoso, tadi kami juga sudah minum banyak dan mabuk, sekarang kami akan meminta maaf padamu, semoga Pak Santoso..." Jacky menciut, dan mulai meminta maaf kepada Santoso.


Hanya saja belum sempat menyelesaikan ucapannya, Santoso langsung menyela. "Berani menjual nama Tuan Kawamatsu, minta maaf saja tidak akan cukup, bisa tetap hidup atau tidak, itu tergantung keberuntungan mu..."


Selesai berkata, Santoso melambaikan tangannya dan berkata. "Bawa mereka semua pergi, biarkan Kak Haryanto yang mengadili..."


Semua belasan preman berwajah seram langsung menggiring mereka, mereka membuat Jacky, Adelia dan yang lainnya terkejut setengah mati.


Faisal yang ada di pojok ruangan juga ketakutan hingga sekujur tubuhnya gemetaran, selamanya basah, dan memohon pertolongan Airish.


Dia hanyalah seorang anak pengusaha, belum pernah melihat kejadian seperti ini, dan sekarang dia sudah sangat ketakutan.


Melihat Faisal ketakutan hingga seperti itu, Airish menepuk-nepuk pundaknya dan berkata. "Tenanglah, tidak akan ada masalah..."


Segera, mereka dibawa pergi menuju ruangan Haryanto. Saat ini Haryanto sedang menyipitkan matanya dan menikmati pijatan sekretarisnya, dan saat melihat Santoso kembali dengan sekelompok bocah-bocah, dia mengernyitkan keningnya dan berkata. "Santoso, untuk apa kamu membawa sekelompok bocah ini kemari?"


"Kak Haryanto, mereka adalah orang yang memukuli bawahannya Pak Herman..." Santoso berkata.


"Saya kan sudah menyuruhmu mengurusnya, kenapa malah dibawa ke ruanganku?" Wajah Haryanto terlihat tidak senang.


"Kak Haryanto, bocah ini berkata kalau dia mengenal Tuan Kawamatsu, dan sangat akrab dengan Tuan Kawamatsu, maka saya membawanya kemari untuk Kak Haryanto adili..." Santoso sibuk menjelaskan.


"Apa?" Haryanto yang mendengarnya langsung, membenarkan posisi duduknya, dan menatap Jacky dengan dingin. "Kamu mengenal Tuan Kawamatsu?"


"Saya....saya...." Jacky terbata-bata. "Teman saya mengenal...."

__ADS_1


"Siapa nama temanmu? Saya sudah lama ikut dengan Tuan Kawamatsu, orang-orang yang dikenalnya, pasti saya tahu namanya..." Haryanto meneruskan pertanyaannya.


__ADS_2