Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Yayasan Budi Suci


__ADS_3

"Tuan Zeni terlalu sungkan!" Airish mengangkat gelas anggurnya dan meminum habis dengan sekali tenggak. Ketika Airish meletakkan gelas anggurnya, mendadak Zeni terpana, karena dia melihat jas baru yang dikenakan Airish, ada bercak ludah yang di ludahkan seseorang.


"Tuan Airish, pakaianmu ini..." Zeni menunjuk ke bercak ludah di pakaian Airish.


"Ketika saya berada diluar, diludahi oleh seseorang yang tidak berpendidikan!" Airish berkata datar.


"Siapa yang bernyali besar, berani meludahi Tuan Airish? Air muka Vota memancarkan kemarahan, tatapannya menyapu ke kerumunan orang banyak.


Perlu diketahui orang-orang yang berada diluar adalah anggota keluarga dari mereka yang duduk disini, karena itu tatapan Zeni meneliti orang-orang yang sedang duduk di tempat saat ini, setiap orang langsung was-was, dalam hati berdoa, semoga pelakunya bukan anggota keluarga mereka. "Tuan, pelakunya adalah kekasih dari Faisal, putra keluarga Tanaka, wanita itu adalah mantan kekasih Tuan Airish, sekarang karena didukung oleh keluarga Tanaka, merasa hebat, sehingga meludahi Tuan Airish beberapa kali!" Wildan membuka mulut menjelaskan.


"Keluarga Tanaka, besar sekali nyali mereka, sekarang saya akan meminta penjelasan dari Vota Tanaka!"


Ucap Zeni sambil mengernyit alisnya, menggebrak meja dengan keras.


Akhirnya dia mengerti mengapa Airish mengirim pesan supaya mengusir Vota Tanaka, ternyata mengalami bentrokan seperti ini dengan keluarga Tanaka.


Dan para hadirin juga langsung mengerti, mereka tau kali ini keluarga Tanaka akan mengalami kesialan, hubungan bisnis mereka dengan keluarga Tanaka, harus segera dihentikan.


"Tuan Zeni jangan marah, hal sepele seperti ini, saya sendiri bisa menyelesaikannya." Airish tersenyum ringan, sama sekali tidak diambil hati.


Saat ini baginya, Faisal dan Delilah kerdil seperti seekor serangga.


Di luar hotel, matahari bersinar terik, membuat Faisal sedikit kesal.


"Kak Faisal, minum sedikit air!" Delilah memberikan sebotol air minum kepada Faisal. Faisal meminum air dengan tegukan besar, lalu mengelap keringat di dahi, lalu menggerutu pelan.


"Tidak diperkenankan masuk, jadi untuk apa menunggu disini? Gila!" Meskipun mengeluh, tetapi Faisal tidak berani pergi, dia takut ayahnya benar-benar akan menghentikan setengah tahun uang sakunya.


Saat Faisal sedang meminum air, terlihat ayahnya berjalan keluar dari dalam hotel.


Dalam hati Faisal berteriak girang, segera berkata. "Ayahku keluar, pasti karena kita diizinkan masuk!"

__ADS_1


Faisal segera membawa Delilah maju untuk menyambutnya.


"Ayah, mengapa kamu keluar? Apakah karena kita diizinkan masuk?" Faisal bertanya antusias.


"Masuk bokong mu!, aku diusir keluar...” Vota berkata kesal.


Faisal terpana, lalu berkata: "Ayah, apa yang terjadi. Mengapa kamu diusir keluar?"


"Mana kutahu!" Vota melotot marah melihat Faisal.


"Jangan disini mempermalukan diri, ikut aku pulang!"


Datang dengan hati gembira, sekarang terpaksa pulang dengan kecewa, bahkan Faisal dan Delilah tidak sempat melangkah masuk ke lokasi pesta.


Pesta telah dimulai, dan setelah dua jam kemudian, pesta hampir berakhir, wajah setiap orang memerah karena alkohol, berbincang dengan gembira.


"Airish, kapan kamu kenal Tuan Zeni? Dan Tuan Zeni sangat segan padamu, kamu adalah bintang utama di pesta ini, kamu tidak memberitahuku!" Akhirnya, Wildan mendapat kesempatan menarik Airish ke samping, bertanya dengan tidak puas.


"Sewaktu itu kamu terburu-buru menarik ku pergi, tidak memberitahuku kita akan datang menghadiri pesta ini? Setelah mengetahuinya, saya ingin memberimu sebuah kejutan!" Airish tertawa setelah berkata.


Saat ini Winston tersenyum sedikit lalu berjalan mendekati Airish. "Tuan Airish, apa rencanamu buat dirimu sendiri? Apakah membuka perusahaan sendiri?"


Winston bertanya pada Airish. Airish menggeleng. "Tidak ingin!"


Sekarang Airish ingin berlatih, ingin segera meningkatkan kemampuannya, tentang membuka perusahaan melakukan bisnis, dia tidak begitu suka, juga tidak bisa.


"Oh..."


Melihat Airish menggeleng kepalanya menolak tanpa basa-basi, Winston sedikit terpana, tapi dengan cepat tersenyum. Selesai berkata Winston berjalan pergi.


Airish melihat punggung Winston, tertawa tak berdaya, dia tahu apa yang dipikirkan Winston.

__ADS_1


Waktu berlalu cepat, setelah kenyang para tetamu bersiap meninggalkan pesta, saling berpamitan. Tapi disaat ini, pintu ruang pesta mendadak dibuka oleh seseorang, diikuti oleh puluhan orang yang masuk, tangan mereka menggenggam senjata. Pemimpin mereka berwajah beringas, aura samar yang terpancar dari tubuhnya, bisa diketahui dia adalah orang hebat.


Melihat orang-orang yang mendadak menyerbu masuk, para hadirin terkejut, air muka Zeni langsung mendingin, pengawal disampingnya Bento langsung mencabut parang panjang menghadang di depan Zeni untuk melindunginya.


"Penjaga! mana penjaga keamanan?" Winston melihat ada orang yang menyerbu masuk, berteriak keras, tetapi tidak ada seorang penjaga pun yang datang.


"Pak Winston, tidak usah berteriak lagi, mereka semua tidak akan bisa masuk kesini!"


Orang yang datang berkata dingin.


"Timotius, kamu mendadak menyerbu masuk, apa maumu, perlu diketahui disini sedang berlangsung pesta yang digelar Pak Zeni!" Winston berkata dengan keras.


Ternyata yang datang adalah orang-orang dari yayasan Budi Suci.


Timotius melangkah cepat berjalan kehadapan Zeni, membungkuk dan berkata. "Pak Zeni, saya tidak bermaksud mengganggu, saya datang untuk mencari Kawamatsu!" Saat ini jemari tangan Kawamatsu sudah terkepal erat, sejak Timotius memasuki ruangan, dia sudah tahu yang mereka cari adalah dia.


Yayasan Teratai dan Yayasan Budi Suci adalah musuh bebuyutan, mereka berdua juga bermusuhan, hanya belum ada kesempatan untuk berkelahi.


Biasanya jika menghadiri sebuah acara, Kawamatsu akan membawa serta banyak saudaranya, tetapi di pesta Zeni kali ini, dia sedikit lengah, tidak membawa anak buahnya, dan masih ada satu alasan, ada Airish disini, jadi membuatnya lega.


Timotius pasti telah mendapat kabar, sehingga segera membawa orang-orangnya kemari, kalau bisa membunuh Kawamatsu, Yayasan Teratai tidak memiliki pemimpin lagi, dan akan dengan cepat menelan Yayasan Budi Suci.


"Saya tidak peduli kamu mencari siapa, tetapi apakah kamu diizinkan sembarang masuk ke pestaku?" Zeni berkata dengan wajah dingin.


"Tuan Zeni, sudah kukatakan, saya datang hanya untuk mencari Kawamatsu, saya terpaksa melakukannya!" Ucap Timotius dengan nada bicara yang sopan.


"Kurang ajar!" Zeni menggebrak meja dengan keras. "Kamu ingin bermusuhan denganku?"


"Tuan Zeni, saya tidak ingin bermusuhan denganmu, tetapi saya juga tidak ingin melepaskannya, kesempatan ini sangatlah langka, lagi pula pesta sepenting ini, Anda hanya mengundang Kawamatsu, tidak mengundangku, kelihatan sekali meremehkan Yayasan Budi Suci!" Timotius berkata dengan datar, kelihatan dia tidak puas karena Zeni tidak mengundangnya.


Alasan Zeni tidak mengundangnya, karena dia dan Kawamatsu saling bermusuhan, jika dia datang takutnya memperkeruh keadaan.

__ADS_1


"Timotius, apakah kamu..." Zeni melihat Timotius tidak memberinya muka, wajahnya langsung memerah marah.


Tetapi belum selesai berkata, Kawamatsu berjalan maju. "Masalahku sendiri saya sendiri yang menanggungnya, kalau memang kamu mencari ku, ayo kita duel!"


__ADS_2