
Setelah beberapa saat, dari luar terdengar suara langkah kaki yang ramai dan keras, tatapan semua orang beralih ke luar dan langsung tercengang. Orang-orang bersetelan jas hitam terlihat membawa pedang dan mengepung Hotel Horison, di wajah mereka aura pembunuh terlihat dengan jelas. Melihat pemandangan ini Winston merasa putus asa, sepertinya Airish tidak akan bisa kabur hari ini. Suasana genting..... Pintu aula pernikahan dibuka, dua puluh orang yang memiliki tubuh yang kekar menerobos masuk terlebih dulu. Dua puluh orang itu membentuk dua barisan dan melangkah masuk dengan kepala dan dagu terangkat, lalu dua barisan itu terbagi.
"Selamat datang Tuan Kawamatsu." Dua puluh orang itu berteriak keras, sampai-sampai mengguncang lampu yang ada di langit-langit ruangan.
"Wah hebat sekali!"
"Memang Tuan Kawamatsu tidak diragukan lagi!"
"Diam kalian, hati-hati nyawa kalian melayang..." Orang-orang mulai berbisik-bisik tapi tidak butuh lama, mereka langsung terdiam.
Tatapan mereka semua tertuju pada pintu, seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan jas couple melangkah masuk dengan sepatu kulitnya! Sepatu kulitnya bersinar terang, sampai bayangan orang pun bisa terlihat dari permukaannya, orang ini adalah Ketua Mafia di Kota Bandung, Penguasa dari Yayasan Setia Hati Teratai "Tuan Kawamatsu...." Vota bergegas maju dan menyambutnya dengan penuh hormat!
"Saya sangat sibuk, siapa yang mau kamu bunuh?" Tuan Kawamatsu langsung menanyakan pertanyaannya.
Vota menunjuk kearah Airish. "Itu orangnya!"
__ADS_1
Kawamatsu melirik sekilas kearah Airish, dia terlihat biasa-biasa saja, dan tubuhnya malah terlihat sangat lemah, tidak ada yang spesial darinya, entah kenapa Vota ingin membunuhnya.
Tuan Kawamatsu berjalan kearah Airish, Winston dan Wildan menghalangi didepan Airish, mereka melihat Kawamatsu yang berjalan kearah mereka dan gemetaran. "Enyah...." Kawamatsu merasa aneh melihat Winston dan Wildan menghalangi didepannya.
Hanya satu kata dari Kawamatsu berhasil membuat Winston dan Wildan yang mendengarnya gemetaran dan tidak bisa bernafas. Airish yang melihat situasi ini, langsung menarik Winston dan Wildan. "Tuan Winston, Wildan, kalian mundur saja, ini adalah urusanku, saya yang akan menyelesaikannya!" Airish mendorong Winston dan Wildan kesamping, lalu melangkah maju berhadapan dengan Kawamatsu.
"Tuan Kawamatsu, jangan langsung membunuhnya, biarkan dia merasakan siksaan sebelum mati. Melihat Kawamatsu yang sudah tiba, Faisal langsung berteriak heboh.
"Kamu sedang mengajariku melakukan sesuatu?" Kawamatsu mengerutkan keningnya dan menatap Faisal. Tatapan itu hampir membuat Faisal kaget hingga kencing di celana, dan melangkah mundur. "Tidak berani saya tidak berani..."
"Vota, saya beritahu, saya Kawamatsu memang berhutang budi pada Keluarga Tanaka, tapi tidak berarti saya ini bawahan kalian, semoga kamu bisa membedakannya!" Kawamatsu berkata dengan dingin.
"Saya mengerti, saya mengerti, Tuan Kawamatsu adalah tamu kehormatan di Keluarga Tanaka, mana mungkin dianggap bawahan!" Vota terkejut, dia bahkan berkeringat dingin, dan langsung menatap putranya dengan tajam.
Faisal yang lengannya patah sudah merasa kesakitan sejak tadi, ditambah satu tamparan dari Vota, membuatnya langsung menunduk dan tidak berani berkutik lagi.
__ADS_1
Kawamatsu melihat respon dari Vota yang lumayan, dan kembali menatap kearah Airish.
"Tuan Kawamatsu, Tuan Airish bertindak gegabah, pengantin wanita adalah pacarnya Tuan Airish yang direbut oleh Faisal, hal ini membuat Tuan Airish merasa kesal" Winston bergegas maju dan menjelaskan kepada Kawamatsu dengan senyuman di wajahnya.
"Owh!" Tuan Kawamatsu mengangguk, dia akhirnya memahami kenapa seorang yang terlihat biasa-biasa saja berani membuat onar di pernikahan putra keluarga Tanaka, ternyata karena pacarnya direbut. Tapi segera Kawamatsu menyadari dan tercengang, dia kemudian bertanya kepada Winston.
"Kamu memanggilnya apa?" Winston termasuk orang terkaya di Kota Bandung, mana mungkin dia menyebut seorang pemuda berusia dua puluhan tahun dengan sebutan Tuan tanpa alasan! Tuan Airish. Winston menjawab kebingungan, namun dia juga segera menyadari maksud Kawamatsu dan menjelaskan.
"Tuan Airish ini menyelamatkan nyawaku, karena itulah hari ini saya harus melindunginya apapun yang terjadi!" Kawamatsu akhirnya menyadari duduk perkara, sebenarnya masalahnya tidak besar, hanya saja Keluarga Tanaka mencampuri permasalahan dan membuat masalah ini menjadi besar hingga Keluarga Tanaka harus menelpon dirinya.
"Hanya masalah sepele seperti ini pun kalian ributkan, lihatlah kedua keluarga kalian, sudah seperti apa? Kalian ini termasuk orang terkemuka di Kota Bandung, harusnya kalian memperhatikan efek jangka panjangnya, hanya karena seorang bocah membuat onar di acara pernikahan dan memukul putra keluarga Tanaka, memang tidak boleh dibiarkan tapi tidak berarti dia harus mati, cukup minta dia mematahkan satu lengannya sebagai tanda permintaan maaf lalu usir saja, kan selesai" Kawamatsu menceramahi Winston dan Vota, dan mereka berdua tidak berani membantah Kawamatsu bisa menjadi Ketua Mafia di Kota Bandung tidak hanya mengandalkan tinju dan pukulannya, tapi juga mengandalkan otaknya, hanya masalah sepele seperti ini, Kawamatsu bisa saja langsung melenyapkan Airish, tapi kalau dia berbuat seperti itu akan menyinggung keluarga Winston, meskipun dia tidak takut pada mereka, tapi menimbang konsekuensinya sepertinya tidak sepadan. lagipula Keluarga Tanaka hanya dengan membuat Airish mematahkan satu lengannya juga sebenarnya sudah cukup untuk mengembalikan gengsi Keluarga Tanaka. Dengan seperti ini, Keluarga Tanaka akan tetap menjaga gengsi mereka dan tidak menyinggung Keluarga Winston.
Menurut Kawamatsu ini adalah solusi paling sempurna. "Bagaimana menurut kalian berdua tentang perkataanku tadi?" Kawamatsu melihat Winston dan Vota tidak bersuara, menanyakan sekali lagi pada mereka. Dia tidak menanyakan pada Airish, dan tidak menganggap Airish ada. Airish hanyalah seorang biasa. Diperintahkan apapun, maka dia harus melakukannya. "Kami akan menuruti perkataan Tuan Kawamatsu!" Winston dan Vota mana berani membantah. "Kalau begitu sudah selesai, bisa bisanya membuat masalah sepele menjadi seheboh ini, saya kira sepenting apa!" Kawamatsu terkekeh, lalu menatap Airish dan berkata. "Bocah, kamu membuat onar di pernikahan orang lain, dan memukul orang. Sekarang patahkan satu lenganmu sebagai tanda permintaan maaf lalu kamu boleh pergi, kalau tidak, mungkin kamu tidak akan bisa keluar dari sini dengan selamat!" Faisal menatap Airish yang menunjukkan ekspresi puas, dia sedang menunggu Airish mematahkan lengannya lalu meminta maaf kepadanya. "Mereka tidak pantas..." Airish mengeluarkan 3 kata itu dengan santai.
Seketika suasana menjadi hening, semua orang terdiam, sejak dulu tidak ada yang berani membantah perintah Kawamatsu di Kota Bandung ini, tapi hari ini Airish yang terlihat biasa-biasa saja berani membantahnya.
__ADS_1
Wajah Kawamatsu menjadi serius, kedua matanya menatap Airish dengan aura pembunuh.