Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Kawamatsu Turun Tangan


__ADS_3

Bos itu menganggukkan kepala mengeluarkan ponselnya hendak menelepon tuan Kawamatsu, tiba tiba ponselnya berbunyi, kebetulan adalah telepon dari tuan Kawamatsu.


Melihat yang menelepon adalah tuan Kawamatsu, Bos pemilik bar segera menerima telepon. "Tuan Kawamatsu..."


"Si botak Eddy, kamu keparat bagaimana bisa kamu menyinggung tuan Airish? Tunggu kau, saya akan ke sana sekarang, apa Bar Darma Agung mu tidak mau buka lagi, coba saja kalau kamu berani melarikan diri, coba lihat apakah saya dapat menemukanmu........"


Bos pemilik bar barusan menerima telepon dan memanggil tuan Kawamatsu, sudah terdengar suara marah marah, membuat Bos itu terkejut seperti orang bodoh.


Sekarang bagaimanapun dia menolak untuk percaya, kenyataan sudah terpapar di depan mata, barusan yang berhubungan telepon dengan Airish adalah tuan Kawamatsu, bahkan tuan Kawamatsu sangat hormat kepada Airish dengan memanggilnya tuan Airish.


Plak..


Ponsel di tangan Bos itu jatuh ke lantai seketika hancur lebur, dia terpaku seperti orang bodoh sambil melihat kearah Airish, kemudian terdengar suara dia berlutut.


Kak Tamara juga kelihatan sangat terkejut, diapun ikut-ikutan berlutut.


"Tuan Airish, tuan Airish, saya bersalah, saya bersalah, mohon tuan Airish mengampuni saya......" Bos pemilik bar terus menerus menyembah.


Airish tidak menggubrisnya bahkan tidak memandangnya sama sekali, Airish saat ini sedang mengalirkan tenaga dalam ke tubuh Elsa, agar dia cepat tersadar kembali.


Tidak tahu obat bius apa yang diberikan Bos ini kepada Elsa, khasiat obatnya sangat kuat sekali, walaupun Airish sudah menggunakan tenaga dalamnya masih butuh beberapa waktu baru bisa membuat Elsa membuka matanya.


"Kak Airish......" Elsa memandang Airish, dengan agak malu dia menyebut namanya. Karena dirinya bekerja di bar sebagai wanita pendamping bukanlah suatu pekerjaan yang cemerlang.


"Elsa, kamu sudah agak baikkan? Ayo kita pergi....." Sambil berkata Airish memapahnya dari atas sofa.


"Iya...." Elsa menganggukkan kepalanya, tetapi ketika dia melihat pemilik bar dan Kak Tamara yang sedang berlutut seketika dia termangu.

__ADS_1


Dia tidak mengerti mengapa kedua orang ini bisa berlutut di lantai, apakah karena Airish.


Elsa tidak mengerti sambil memandang Airish, bagaimanapun dalam pandangan Elsa, Airish hanyalah orang awam, bahkan merupakan orang awam yang pernah masuk penjara.


"Ayo kita pergi......"


Airish tidak menjelaskan apa apa,tetapi menarik Elsa dan berjalan keluar ruangan besar di dalam bar, pada saat ini Kawamatsu telah datang bersama orangnya dan mengusir semua tamu sedangkan para pegawai di dalam bar semuanya dikepung dan dikumpulkan di sudut ruangan, berjongkok di lantai.


Elsa melihat banyak orang yang memegang senjata seketika terkejut sampai mukanya pucat, sebelah tangannya memegang erat lengan Airish, sedikit gemetar.


"Tidak perlu takut......" Airish menenangkan Elsa dengan suara pelan.


Melihat Airish keluar Kawamatsu ingin menghampiri untuk berbicara, tetapi terhenti oleh pandangan mata Airish.


Airish tidak ingin Elsa mengetahui dirinya mengenal Kawamatsu.


Karena dalam pandangan orang awam Kawamatsu bukanlah orang baik jika sampai orang tuanya mengetahui dia bergaul dengan Kawamatsu pasti mereka akan kesal setengah mati.


Di bawah pandangan mata puluhan orang Airish membawa Elsa keluar dari sana.


Kedua orang ini baru berjalan sampai depan pintu keluar, sudah terdengar suara jeritan kemudian suara barang yang dibanting.


Setelah menyetop sebuah taksi, Airish membawa Elsa pulang ke rumah.


Dalam perjalanan pulang Elsa menatap Airish seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan, tetapi setiap kali selalu gagal membuka mulut.


"Mengapa kamu kembali bekerja di tempat seperti ini?" Airish malah duluan bertanya.

__ADS_1


Elsa menundukkan kepalanya, menggosok gosok kedua tangannya dan menggigit bibirnya dengan gelisah, setelah beberapa saat dia berkata. " Kak Airish, janganlah memberitahu Ibu saya jika dia sampai tahu, pasti akan kesal setengah mati....."


Airish menganggukkan kepalanya.


Setelah menata perasaannya dia lanjut berkata. "Saya sekarang berutang 1 miliar kepada lintah darat jika tidak bekerja di tempat seperti ini, uang sebanyak itu pasti tidak akan lunas jika tidak bisa melunasi, mereka akan meminta kepada Ibu saya.........."


Sambil berkata air mata Elsa jatuh bercucuran.


"Mengapa kamu bisa berhutang begitu banyak uang?" Airish sedikit mengerutkan alis matanya.


"Keadaan ekonomi"


keluarga Elsa memang tidak begitu baik sehingga sejak kecil dia sudah terbiasa hidup hemat, juga tidak sembarangan menghabiskan uang, mengapa tiba tiba berhutang begitu banyak uang.


Mendengar pertanyaan Airish, Elsa menangis makin hebat, sambil menangis dia berkata. " Waktu kuliah saya mengenal seorang teman pria, dia lebih tua dua tahun merupakan kakak kelas saya, kemudian setelah dia tamat, karena ingin meniti karier jadi butuh uang sehingga menggunakan identitas saya untuk meminjam pada lintah darat, siapa sangka setelah mendapatkan uangnya, saya tidak dapat menghubunginya lagi....." Setelah mendengar cerita Elsa, Airish seketika mengerti, dia sudah dibohongi oleh lelaki yang mengaku sebagai teman prianya.


Pada saat ini, supir taksi sewaan menghela nafas. " Aihh, nona kamu sungguh polos, terlalu mudah percaya sama orang, satu miliar bukanlah uang yang sedikit, dua hari yang lalu saya juga mendengar ada seorang gadis muda karena berhutang pada lintah darat akhirnya bunuh diri dengan lompat ke sungai......"


Elsa jangan menangis lagi, hutang 1 miliar saya akan bantu kamu melunasinya.....” Airish menepuk ringan bahu Elsa.


Elsa menengadahkan kepalanya melihat Airish dengan pandangan berterima kasih. " Kak Airish, saya tahu kamu baru keluar dari penjara bahkan tidak punya pekerjaan dari mana datangnya begitu banyak uang, sudah cukup asal kamu jangan memberitahu Ibuku, saya akan berusaha sendiri mencari jalan, tenanglah saya tidak akan melakukan hal yang bodoh, jika saya mati, Ibu saya pasti tidak bisa hidup lagi..."


Airish tertawa sedikit, tidak berkata apa apa lagi, tetapi masalah hutang lintah darat I miliar ini dia pasti akan membantu mengatasinya.


Sekarang dia masih memiliki kartu yang diberikan Winston, di dalamnya ada 10 miliar. Jika butuh lebih banyak lagi dia bisa memintanya dari Winston, karena sekarang seluruh Yayasan Teratai adalah miliknya.


Setelah sampai di kompleks, supir taksi tidak menerima pembayaran mereka, tetapi sambil tertawa dia berkata kepada Elsa.

__ADS_1


"Nona, optimis sedikit, seberapa besarpun masalah pasti akan dilewati....." Selesai mengatakan ini, supir itu tancap gas dan meninggalkan tempat tersebut, melihat bayangan mobil itu Airish merasa sangat berterima kasih, di dunia ini masih banyak orang yang baik hati.


Airish membawa Elsa sampai ke rumahnya lalu menyadari Melissa berada di rumahnya sedang bercengkrama dengan orang tuanya, semula Airish bermaksud agar Elsa menenangkan diri dulu sebelum pulang, sekarang jadi ketahuan.


__ADS_2