Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Tuan Zeni


__ADS_3

Jika tidak ada, Airish juga tidak ingin untuk berada disini lebih lama lagi. Tapi ketika Airish hendak pergi, Kawamatsu tampaknya memikirkan sesuatu lalu menghentikan Airish dan berkata. "Tuan Airish, tunggu sebentar"


"Apa lagi?" Airish bertanya. "Tuan Airish, tiba-tiba terpikir olehku bahwa mungkin ada satu tempat yang sepertinya memiliki barang yang anda cari."


Setelah Kawamatsu selesai berbicara, dia memerintahkan orang untuk segera membawa mobil kemari dan meminta Airish untuk naik ke dalam mobil.


Di dalam mobil, Kawamatsu memperkenalkan sedikit kepada Airish. Ternyata tempat dimana dia membawa Airish adalah sebuah villa. Pemilik dari villa itu adalah Zeni, yang pernah menjadi pejabat pemerintah provinsi yang sekarang sudah pensiun.


Setelah pensiun, Zeni membangun sebuah villa di sebuah tempat yang indah di kota Bandung, dan kemudian menikmati hari pensiunnya disana.


Namun, Zeni mempunyai hobi untuk mengkoleksi barang antik. Di dalam villa Zeni, dapat terlihat barang antik memenuhi villanya, dan beberapa diantaranya berasal dari luar negeri. Kalau dibandingkan dengan villa Zeni, Pasar Antik Tepi Jalan tidak ada apa-apanya.


Airish tidak menyangka Kota Bandung sekecil ini, ada orang besar yang menikmati masa pensiunnya disini. Jika bukan karena mengikuti Mukhlas selama satu tahun, orang biasa seperti Airish tidak mungkin bisa mempunyai hubungan dengan orang-orang besar.


Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah villa antik. Seorang pelayan bergegas datang, dan berbisik beberapa kata dengan Kawamatsu, dan bergegas kembali ke dalam rumah.


Tak lama kemudian, seorang pria tua dengan jenggot putih dan tongkat keluar dari rumah.


Ketika dia melihat Kawamatsu, orang tua itu tertawa dan berkata. "Sangat jarang tuan besar Kawamatsu bisa datang berkunjung kesini."


"Tuan, jangan begitu. Panggil saja saya Kawamatsu. Saya tidak berani menyandang kata tuan di depanmu!" Kawamatsu bergegas maju dua langkah untuk bertemu dengannya, dan berkata dengan sopan.


Gubernur provinsi, meskipun dia sudah pensiun tetapi sepertinya kekuasaannya tidak kecil, jadi Kawamatsu juga tidak berani untuk menyinggung perasaannya. Zeni mengikuti Kawamatsu dan berbincang beberapa kata. Melihat Airish yang ada di sebelah, dia bertanya. "Tuan Kawamatsu, pemuda ini sepertinya saya tidak familiar, dia......"

__ADS_1


"Oh, ini adalah tuan Airish. Tuan Airish datang untuk mengunjungi tuan Zeni. Saya berharap tuan Zeni tidak keberatan." Kawamatsu buru-buru menjelaskan.


Mendengar Kawamatsu memperkenalkan pria berusia 20-an tahun itu dengan sebutan Tuan, tatapan mata Zeni terlihat terkejut, tetapi ini hanya sesaat.


"Kalian berdua, silahkan masuk" Zeni mengangguk kepada Airish. Mereka pun saling menyapa.


Kawamatsu dan Airish masuk ke dalam rumah Zeni. Begitu mereka memasuki rumahnya, Airish merasakan energi yang kuat dari beberapa pohon besar yang ada di halaman, yang menutupi sinar matahari.


Berjalan terus kedalam, terdapat air terjun palsu dan paviliun, yang masing-masing memancarkan energi spiritual yang kuat.


"Berapa umur pohon-pohon ini?" Melihat pohon-pohon besar itu, Airish tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya, karena energi yang kuat terpancar dari pohon-pohon besar ini.


"Tuan Airish, pohon-pohon kuno ini semuanya berusia ratusan tahun. Justru karena pohon-pohon inilah halaman kuno ini dibangun disini." Zeni mengikuti Airish dan menjelaskan.


"Tempat ini memiliki energi yang berlimpah yang benar-benar cocok untuk menikmati masa pensiun. Selain itu, jika anda tinggal di tempat ini untuk waktu yang lama dan menerima nutrisi dari energi itu, maka tubuh anda akan menjadi lebih muda dan kuat"


Setelah melewati koridor, Zeni membawa Kawamatsu dan Airish untuk masuk ke dalam ruang tamu. Di dalam ruang tamu itu berisi beragam perabot kuno, semuanya memiliki sejarah lebih dari seratus tahun, dan bahkan ada sebuah kursi yang diukir sembilan naga besar ada di tengah ruang tamu itu. Di atas kursi naga itu diletakkan sebuah alas duduk berwarna emas, sepertinya kursi ini sangat sering diduduki oleh seseorang.


Airish mengerutkan keningnya. ketika melihat kursi naga itu, dan ekspresi wajahnya terlihat berubah menjadi sedikit aneh.


"Silahkan duduk!" Zeni melambaikan tangannya dengan biasa, kemudian dia sendiri berjalan dan duduk di atas kursi naga tersebut.


Setelah Kawamatsu dan Airish duduk, Zeni memanggil bawahannya untuk menuangkan teh.

__ADS_1


"Tuan Kawamatsu, tidak mungkin anda datang tanpa menginginkan sesuatu, jika ada yang bisa saya bantu, tak usah ragu untuk mengatakannya!"


Zeni tahu kedatangan Kawamatsu, pasti ada alasan untuk mencarinya.


Kawamatsu melihat ke arah Airish, Airish berkata. "Kami tahu Tuan Zeni suka untuk mengkoleksi barang kuno, jadi kami datang ingin bertanya kepada anda apakah disini ada batu sinabar yang terbuat dari darah hewan?"


"Batu Sinabar?" Zeni mengerutkan alisnya sambil berpikir.


Airish diumur awal dua puluhan dapat dipanggil Kawamatsu dengan sebutan Tuan karena memiliki uang dan kekuasaan dari keluarganya, sehingga dia dihormati oleh Kawamatsu, bukan karena dia memiliki keadilan dan kekuatan dari dirinya "Tuan Zeni, pastinya kita tidak akan meminta barang itu dengan tangan kosong. Kalau tuan Zeni mempunyai barang itu di tempat ini. Tuan boleh membuka harga sesuka Tuan, saya, Kawamatsu pasti tidak akan menolaknya!" Kawamatsu demi tidak membuat Zeni khawatir, dengan bergegas berkata.


"Tuan Kawamatsu, apa yang sedang kamu katakan?" Zeni tertawa tipis. "Kalau saya punya barang itu, saya juga akan memberinya kepada kalian, uang bagiku apa ada artinya?"


"Benar benar benar, uang dimata tuan Zeni bagaikan pasir saja bukan?" Kawamatsu terus menerus menganggukkan kepalanya.


"Kalau batu sinabar yang dibuat dari darah hewan itu, saya tidak pernah mendengarnya." Zeni menggelengkan kepalanya, tetapi dia melanjutkan dan berkata. "Tapi, jika ingin mencari barang seperti itu, sepertinya di kuil-kuil akan lebih banyak daripada disini. Lagipula barang seperti itu digunakan untuk mengusir setan, Batu Sinabar yang mereka gunakan pasti berbau mistis!"


Ketika Zeni mengatakan hal tersebut, dengan seketika Airish terlihat gembira. Dia bahkan melupakan tentang hal itu. Batu Sinabar yang digunakan para ahli untuk mengusir setan, pasti memiliki unsur mistis. Sepertinya dia bisa pergi ke kuil untuk mencarinya, untuk apa untuk mencarinya di Pasar Antik Tepi Jalan?


"Terima kasih atas nasihat dari tuan Zeni!" Airish berdiri dan memberikan hormat kepada Zeni.


"Hahaha, tidak perlu begitu segan. Saya hanya berkata belaka." Zeni tertawa.


"Tuan Zeni, jika saya boleh bertanya, dari mana kamu mendapatkan kursi naga itu?" Airish bertanya.

__ADS_1


"Mengapa? Apakah kamu melihat kursi naga itu bukan seperti kursi biasa?" terlihat rasa bangga di wajah Zeni dan berkata.


__ADS_2