Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Keluarga Tanaka Dilarang Masuk


__ADS_3

Faisal langsung tersedak, tidak mampu berkata apapun.


"Kalian awasi dua orang ini, kalau mereka berani masuk dari pintu belakang, usir mereka!" pesan Wildan kepada beberapa penjaga keamanan.


"Siap Tuan" Beberapa Penjaga Keamanan langsung mengawasi Delilah dan Faisal.


Faisal juga menyadarinya, segera maju menghadang Airish dan Wildan. "Kalian berdua tidak memiliki undangan, mana boleh diam-diam masuk dari pintu belakang, ku laporkan kalian!"


"Rahasia!" Wildan tertawa senang. Delilah hampir mati karena kesal, tetapi ketika dia melihat Wildan dan Airish berjalan menuju pintu belakang, segera tersadar dan berkata. "Kak Faisal, mereka berencana diam-diam masuk dari belakang, mereka juga tidak memiliki undangan!"


"Faisal, kamu bodoh ya? Hotel Horison ini milik keluargaku, saya suka masuk dari mana terserah saya, melompat masuk dari jendela, apa urusanmu?" Tatapan Wildan menyapu Faisal sekilas, seperti melihat orang bodoh dan berkata.


Wildan mengajak Airish memasuki hotel dari pintu belakang. Melihat punggung mereka berdua, Faisal dan Delilah menghentak kaki kesal. Setelah Airish memasuki hotel, dia mengirim pesan kepada Kawamatsu, supaya dia mengusir Vota Tanaka, dia tidak ingin duduk makan bersama dengan keluarga Tanaka, lagi pula dia tidak ingin keluarga Tanaka mengetahui terlalu banyak tentang identitasnya, dia ingin melihat sampai kapan Faisal dan Delilah bersikap arogan terhadapnya.


Di dalam hotel, semua orang mengelilingi Zeni, wajah mereka terlihat menaruh hormat, ada yang mengetahui Zeni suka mengkoleksi barang antik, sehingga mencarinya kemana-mana, lalu menghadiahkan barang antik kepadanya.


Di samping Zeni, seorang pria paruh baya yang berperawakan tegap, air muka dingin, bersikap waspada setiap saat, dia ialah Bento, pengawal pribadi Zeni, mantan personil Pasukan Garuda. Ketika Zeni masih menjabat sebagai gubernur, dia sudah menjadi pengawalnya, sekarang Zeni sudah pensiun, Bento ikut pensiun, senantiasa menjaga keselamatan Zeni. Bento selalu berada disisi Zeni setiap kali dia muncul dihadapan orang banyak, untuk melindunginya.


"Para hadirin, hari ini saya mengundang kalian, pertama-tama tidak menerima hadiah, kedua tidak membalas tentang hal apapun, hanya ingin memperkenalkan seorang teman baru, kalian jangan terlalu waspada!" Zeni melambaikan tangannya, memberi kode supaya para hadirin tenang, dengan suara keras berkata.


Sebenarnya banyak orang yang sudah mendengar kabar, hanya saja sekarang kabar ini disampaikan langsung oleh Zeni sendiri, banyak yang terkejut, tidak tahu apakah orang yang akan dikenalkan Zeni memiliki latar yang menakutkan, kalau tidak Zeni tidak akan begitu gembar-gembor.


"Mengapa Tuan Airish belum datang?" Zeni memeriksa jam, lalu bertanya pada Kawamatsu.


"Mungkin hampir tiba!" Kawamatsu juga tidak tahu mengapa Airish belum tiba, kemarin sudah diberitahu dengan jelas.


Begitu selesai berkata, ponsel Kawamatsu berbunyi, pesan dari Airish, Kawamatsu memberikan ponselnya kepada Zeni.


Zeni membaca pesan itu, lalu mengangguk sedikit. "Wajar Tuan Airish belum muncul, ternyata begitu. Saya yang kurang cepat tanggap!"


Selesai berkata, Zeni menatap sekilas Vota yang berada tidak jauh dari sana, yang sedang menunggu kemunculan pemuda yang dibicarakan Zeni, bisa dianggap penting oleh Zeni pasti bukan orang biasa, jika bisa mendapat koneksi dari orang seperti ini, mungkin saja Keluarga Tanaka akan mengalahkan keluarga Winston.

__ADS_1


Vota sedang berpikir ketika Zeni menatapnya dan berkata: "Tuan Tanaka..."


"Tuan Zeni..." Vota melangkah maju dengan cepat begitu mendengar panggilan: "Tuan Zeni ada pesan apa?"


"Pesta hari ini, tidak cocok untukmu, pulanglah..." Zeni langsung mengusir Vota di hadapan banyak orang.


Mendengar itu, Vota terpana, menatap tidak percaya pada Zeni.


"Tuan Zeni, saya..."


Tetapi Zeni tidak mendengar dia selesai berkata, langsung melambai tangan. "Antar tamu!"


Melihat situasi seperti ini, meskipun merasa heran, tapi dia tidak mungkin bersikeras tetap berada disini, tak punya pilihan dia berbalik meninggalkan tempat itu.


Kali ini, semua orang menebak-nebak, apakah keluarga Tanaka telah menyinggung Zeni?


Saat ini Wildan diam-diam membawa Airish masuk, kedua orang itu sedang mengintip dari pojok ruangan.


"Mengapa harus sembunyi? Kalau memang sudah masuk, kita berjalan keluar saja terang-terangan!."


Selesai Airish berkata, langsung Wildan kaget, segera maju untuk menarik Airish, tapi tidak berhasil.


"Sudah datang!" Setelah melihat Airish, Kawamatsu berseru gembira.


Zeni mengangkat pandangan matanya melihat Airish, air muka langsung berubah gembira, melangkah cepat berjalan kearah Airish.


Saat ini Winston yang berada di dalam kerumunan melihat kemunculan Airish, lalu Zeni berjalan mendekatinya, langsung kaget sampai berkeringat dingin Dia yang menyuruh Wildan diam-diam membawa Airish masuk, sekarang jika ketahuan Zeni, bukankah gawat?."


Winston melangkah maju dengan cepat, berusaha sebisanya memberi sinyal kepada Airish dengan tatapan, supaya Airish segera pergi, lalu menghadang Zeni. "Tuan Zeni, orang ini adalah pelayan hotel kita, mungkin dia salah jalan, masuk sampai kesini!"


Wildan berhasil mengejar Airish, menarik tangannya dan pergi, mulutnya berkata "Bagaimana kamu"

__ADS_1


"Tunggu sebentar!" Zeni memanggil Wildan.


Wildan berhenti, lalu melepaskan tangan Airish. "Tuan Zeni, ini semua salah saya, pelayan sembarang masuk, nanti saya akan menjelaskan kepada Anda."


Keringat dingin Winston mengalir tak henti, takut Zeni marah.


Zeni terpana. "Kamu bilang Tuan Airish adalah bawahanmu?"


"Iya!" Winston mengangguk, tapi dengan segera merasa kaget. "Tuan... Tuan Airish?"


Winston tidak mengerti, mengapa Zeni mengetahui nama Airish? Mengapa memanggilnya Tuan Airish?


"Iya, pestaku kali ini, tujuannya adalah mengundang Tuan Airish, kalian hanyalah pendamping..." Zeni mengangguk.


Kali ini, Winston dan Wildan agak bingung, tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Tuan Zeni, semoga saya tidak datang terlambat?" Airish maju dua langkah, berkata sambil tersenyum.


"Tuan Airish datang tepat waktu, tidak tahu orang ini adalah..." Zeni berkata sambil menunjuk kearah Wildan yang berada dibelakang Airish.


"Tuan Zeni, orang ini adalah putraku, dia dan Airish berteman!" Winston memang seorang pebisnis yang berpengalaman, reaksinya sangat cepat.


Airish tidak segan-segan, langsung berjalan menuju kursi utama, sekumpulan orang mengerumuninya, meskipun mereka tidak mengenal Airish, tapi mereka tahu, dikemudian hari Airish pasti akan menjadi tokoh berpengaruh di kota Bandung.


"Orang yang dihormati Zeni dan Kawamatsu, orang seperti ini tidak boleh diprovokasi!" Winston dan Wildan bertatapan, lalu mengikutinya.


Setelah Airish duduk, Zeni duduk disisinya.


Kawamatsu duduk disamping Airish dengan bangga.


Semua orang duduk di tempat masing-masing, Zeni memegang segelas anggur, berkata kepada Airish. "Tuan Airish, anggur ini, mewakili rasa hormat saya padamu..."

__ADS_1


Zeni tahu, setelah dia bersulang gelas pertama, hal selanjutnya tidak perlu lagi diurusnya, orang-orang yang duduk disini bukanlah orang bodoh, tahu harus bagaimana bersikap.


__ADS_2