Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Memesan 10 Botol Minuman


__ADS_3

Bion juga menggunakan kesempatan ini dan mengeluarkan kunci mobilnya lalu meletakkannya diatas meja, untuk menunjukkan status dirinya.


"Mungkin mobil ini mobil sewaan?" Airish berkata sambil mendengus.


Sebenarnya banyak diantara mereka yang juga berpikiran seperti itu, karena jam tangan


Bion itu palsu, maka Mercedes Benz itu bisa saja mobil sewaan, lagipula untuk menyewa mobil juga tidak mahal.


"Jaga bicaramu, mana mungkin mobil ini mobil sewaan, Kak Bion sudah lama mengendarai mobil ini, bukan baru hari ini" Gina berkata dengan marah pada


"Mobil sewaan atau bukan cukup lihat BPKB-nya saja kan?" kata Airish


Hanya dengan melihat nama yang tercantum di BPKB, mereka sudah bisa memastikan mobil itu milik Bion atau bukan.


Gina melirik Bion, dia sebenarnya ingin menyuruh Bion mengeluarkan BPKB dan memperlihatkannya kepada Airish agar bisa membuatnya di permalukan.


Bion segera menolak. "Harus turun lagi untuk mengambilnya, merepotkan sekali, kamu hanya ingin melihat kemampuanku yang sebenarnya kan? Sekarang saya akan memesan jam tangan baru di toko online, rasanya aneh kalau tidak memakai jam tangan. Sambil berkata, Bion memesan sebuah jam tangan berharga dua puluhan juta didepan semua orang.


Pembayarannya berhasil dan hanya menunggu pengiriman barang.


Seketika tatapan kagum mereka kembali muncul, mereka percaya akan kemampuan Bion, masalah jam palsu tadi pasti dia juga ditipu.


Bion diam-diam merasa lega, dia berhasil menjaga rahasia tentang identitas aslinya.


Airish melihat Bion dan tersenyum.


Memesan barang dari toko online bisa diretur, setelah malam ini Bion pasti akan mereturn jam itu dan mendapatkan kembali uangnya.


Hanya saja Airish tidak mengatakannya, dia masih ingin mempermainkan Bion.


Masalah jam palsu hanyalah satu adegan pendek yang tidak mempengaruhi status Bion didepan orang banyak.


Bion menatap Airish dengan tatapan yang memprovokasi.


Dia tahu kalau Airish ingin mempermalukannya tapi dia berhasil menangkis serangan itu dan mendapatkan kembali kepercayaan orang banyak dan martabatnya.


"Tadi kamu bilang kamu punya uang, dan tidak terbiasa minum Chateau Palmer, sekarang katakan, kamu mau minum anggur apa? Di hotel Horison, kamu mau anggur apa saja ada, tergantung kamu sanggup membayar atau tidak."

__ADS_1


Bion yang hampir dipermalukan oleh Airish sedang mencari kesempatan untuk mempermalukannya.


"Bagaimana dengan Brendi?" Airish tersenyum sinis pada Bion, tatapan matanya memprovokasi. "Kamu berani minum? Saya takut seluruh uangmu sudah habis untuk membeli jam itu, nanti kamu tidak akan " sanggup membayar.....'


Bion tercengang, dia tidak menyangka Airish akan memilih anggur yang begitu mahal, perlu diketahui harga sebotol Brendi mencapai puluhan juta.


Yang lainnya juga menatap Airish dengan keterkejutan, wajah mereka menunjukkan ketidak percayaan!


"Kak Airish....." Elsa menarik lengan baju Airish dengan pelan.


Dia pernah bekerja di bar, tentu tahu harga sebotol Brendi mencapai puluhan juta, meskipun mereka hanya membayar sebagian, tapi itu juga tidak sedikit.


Melihat ekspresi Elsa, Verhaag seketika tersenyum, dia tahu kalau Airish sedang berlagak dan sengaja menyebutkan anggur semahal itu untuk menakutinya.


"Brendi tidak masalah, saya pernah meminumnya beberapa kali, kalau kamu mau minum kita bisa pesan beberapa botol...."


Bion menyerahkan pilihan kepada Airish, dia ingin lihat apakah Airish berani mengatakan dia ingin minum.


Seketika semua orang menatap Airish dengan tatapan mengejek, mereka merasa Airish tidak akan berani, kali ini Airish seperti orang yang mencelakai diri mereka sendiri.


Airish tidak memberi Bion kesempatan untuk menolak dan langsung memesan pada pelayan.


Melihat Airish langsung memesan lima botol Brendi, semua orang terkejut.


Bion juga terkejut, awalnya dia ingin menghentikannya namun dia segera tersadar, dia mengira Airish sedang memprovokasinya dengan memesan 5 botol Brendi, kalau tidak dibuka kan tidak perlu bayar.


Berpikir sampai disitu, Bion merasa lega, dia hampir saja masuk kedalam perangkap Airish.


"5 botol terlalu sedikit, pesan 10 botol.." Bion menatap Airish dengan tatapan mempermainkan, kalau Airish bisa mempermainkannya, dia juga bisa mempermainkan Airish.


Yang penting botol-botol itu tidak dibuka, sampai waktunya bisa dikembalikan


"Astaga, saya belum pernah minum sebelumnya, Kak Bion langsung memesan 10 botol, luar biasa....


"Lihatlah ini baru namanya sultan, Airish yang hanya seorang mantan narapidana mau berlagak apa, bajunya saja tidak sampai ratusan ribu, berani mengatakan mau minum Brendi, cih....


"Berlagak dan bertemu dengan sultan, adegan seperti ini mungkin hanya ada hari ini, kita lihat saja akan berakhir seperti apa Airish nanti.

__ADS_1


Seluruh orang menatap Airish dengan tatapan meremehkan, mereka ingin melihat bagaimana Airish akan berakhir.


Pada saat itu Elsa sudah terkejut setengah mati, sepuluh botol Brendi sudah mencapai ratusan juta, walaupun dia dan Airish hanya membayar bagian mereka masing-masing, itu saja sudah mencapai puluhan juta, menghabiskan puluhan juta untuk sekali makan, kalau sampai diketahui oleh orang tua mereka pasti mereka akan dipukuli sampai mati.


"Kak Airish, sudahlah....." Elsa mulai panik dan berbisik membujuk Airish.


Melihat Elsa yang seperti itu Bion tertawa, wajahnya meremehkan Airish dan berkata. "Hei bocah, kalau kamu menyesal sekarang juga masih sempat, dengan gayamu yang seperti ini apa bisa membayar puluhan juta? Masih mau minum Brendi, tidak ada orang yang berlagak sepertimu...."


"Menyesal?" Airish menyeringai. "Kenapa menyesal? Hanya beberapa botol Brendi saja, bukannya tidak pernah minum, kenapa harus menyesal? Kalau kamu yang menyesal, kamu boleh memanggil pelayan sekarang...."


"Hahaha, bercanda ya? Kenapa saya harus menyesal, hanya beberapa ratus juta tidak ada artinya bagiku...."


Bion tertawa keras, hanya saja dia memaki Airish dalam hatinya, dia ingin lihat sampai kapan Airish bisa berlagak, setelah anggur diantarkan Airish pasti akan mencari alasan untuk mengembalikannya.


Segera, pelayan membawa 10 botol Brendi dan meletakkannya di meja, seluruh tatapan mereka melekat pada Brendi yang ada dihadapan mereka, mata mereka bersinar-sinar karena mereka belum pernah minum anggur seperti ini sebelumnya.


"Pak, apakah mau dibuka:" Seorang pelayan bertanya pada Bion.


Bion tercengang, lalu menatap kearah Airish. "Airish, mau dibuka? Kalau sudah dibuka, menyesal pun tidak ada gunanya lagi!"


Bion sedang mendesak Airish untuk berkompromi, dia tahu Airish hanya sedang berlagak, dia pasti tidak mau membuka botol-botol itu.


Bion juga tidak ingin membukanya, menghabiskan ratusan juta untuk makan, dia tidak punya uang sebanyak itu.


Airish tersenyum dingin dan berkata pada pelayan. "Tolong buka semuanya...."


"Baik Pak..." Pelayan itu segera membuka sebotol Brendi.


 Bam!


Saat itu Bion langsung tercengang, dia tidak menyangka Airish akan menyuruh pelayan untuk membuka botol itu.


Bam!


Satu botol Brendi dibuka lagi oleh pelayan.


Setiap satu botol terbuka, hati Bion seperti dihantam dengan palu oleh seseorang, membuatnya merasa sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2