
Setelah berjalan dua langkah, Elsa berbalik dan menatap Airish sesaat, setelah kejadian tadi, cinta Elsa kepada Airish bertambah dalam.
Keesokan paginya Airish membawa Elsa mencari sarapan. Jalan Perahu, adalah tempat yang paling terkenal dengan jajanannya di Kota Bandung.
Jalanan ini sangat sepi di hari biasa, namun sesampainya pada hari Minggu, jalanan ini penuh hiruk pikuk, dan di kedua sisi jalannya dipenuhi dengan warung-warung yang berjualan.
Airish dan Elsa duduk disebuah warung dan memesan beberapa makanan kesukaan mereka sambil menunggu. Karena sedang ramai, maka memasaknya juga membutuhkan waktu yang lebih lama.
"Kak Airish, Bentley tadi benar-benar sangat nyaman, apakah itu punya temanmu?" Elsa bertanya pada Airish dengan bersemangat.
"Tentu saja, untuk apa saya membohongimu, yang menyetir tadi supir temanku..." Airish juga tidak termasuk sedang berbohong, meskipun Kawamatsu adalah bawahannya, tapi juga bisa dibilang sebagai temannya.
"Temanmu ini punya bisnis apa? Kaya sekali..." Elsa penasaran bisnis apa yang dimiliki oleh temannya Airish.
"Saya juga tidak terlalu paham, sepertinya sesuatu seperti perdagangan ya, dia masih lajang, hanya saja usianya sedikit lebih tua, kalau tidak pasti sudah ku kenalkan padamu...." Kalau usia Kawamatsu sedikit lebih muda dari Airish mungkin dia akan mengenalkan Kawamatsu pada Elsa.
"Saya tidak mau, saya mau mencari yang seperti Kak Airish..." Elsa menatap Airish dengan tatapan penuh perasaan.
Airish yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya dan tidak berani menatap mata Elsa.
"Makanan kita sudah datang, kita mau memesan bir juga ya..." "
Pada saat itu, makanan yang mereka pesan diantarkan, dan menyelamatkan Airish, kalau tidak Airish benar-benar tidak tahu bagaimana harus menghadapi Elsa.
Perasaan Elsa terhadapnya terlalu terang-terangan, siapa saja tentu dapat menyadarinya.
"Baiklah, hari ini kalau tidak mabuk, akan rugi...." Elsa mengangguk dengan semangat.
Airish memesan dua kardus bir, karena dengan kemampuan minum Elsa, dia bisa menghabiskan satu kardus sendirian.
Mereka berdua mengobrol sambil minum, dan mengobrol tentang beberapa kejadian saat mereka kecil. Pada waktu itu mereka baru berusia belasan tahun, Airish dan orang tua angkatnya yang menetap sementara dari Palembang ke kota Bandung, sedangkan Elsa sudah tinggal di Kota Bandung sejak kecil.
__ADS_1
Dulu kawasan tempat tinggal mereka masih terbilang lumayan baik, hanya saja karena perkembangan sangat cepat, dalam waktu beberapa tahun, banyak gedung-gedung tinggi didirikan dan membuat kawasan tempat tinggal mereka menjadi kawasan yang tua dan bobrok.
"Kak Airish, saya ingat saat kecil ada orang yang suka menggangguku, kamu selalu membantuku dan membelaku, dan saat bersembunyi di balik tubuhmu membuatku merasa sangat aman...." Elsa bernostalgia tentang masa lalu mereka dengan penuh emosi.
Airish hanya tersenyum, tidak mengatakan apapun dan tidak menanggapi cerita Elsa.
"Kak Airish. Saya ingat kamu pernah mencuri telur puyuh untukku, dan membuat kamu dipukuli habis-habisan oleh Paman Yohanes, lalu kamu juga memberikanku permen susu yang ada di rumahmu..." Elsa semakin larut dalam kenangan masa lalu, semua kenangan tentang betapa baiknya Airish padanya.
Pada saat itu, seorang gadis berambut pirang yang mengenakan rok dan sepatu hak tinggi, tiba tiba duduk di depan meja mereka. "Elsa, kebetulan sekali, saya tidak menyangka akan bertemu denganmu di warung seperti ini...."
Gadis berambut pirang itu menepuk-nepuk pundak Elsa. Elsa mendongakkan kepalanya dan bangkit berdiri. "Tiara, bukankah kamu keluar negeri? Sejak kapan kamu pulang?"
Tiara tersenyum canggung. "Keluar negeri apanya, saya tidak pernah keluar negeri, itu hanya alasan untuk membohongi ayah dan ibuku...."
"Lalu sekarang kamu kerja apa?" Elsa melirik Tiara sejenak dan mencoba menebak.
Tiara terdiam sejenak lalu menjawab dengan canggung. "Saya bekerja di bimas!"
Airish menatap Tiara sejenak, saat pertama melihatnya dia sudah menyadari kalau Tiara pasti mempunyai profesi yang memalukan untuk diketahui orang. Elsa yang melihat gaya Tiara juga sudah bisa menebak, dia terdiam sejenak dan tidak tahu harus mengatakan apa.
"Bukan.....Ini Kak Airish....." Elsa yang mendengarnya merona merah, dan sibuk menjelaskan.
Airish bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya pada Tiara. "Halo, nama saya Airish!"
"Halo, nama saya Tiara, saya dan Elsa adalah teman sekolah, juga teman sekamar....." Tiara mengulurkan tangan dan menjabat tangan Airish.
Hanya saja saat melihat ekspresi Elsa, Tiara langsung tahu kalau dia pasti menyukai Airish, hanya saja mereka tidak memiliki hubungan resmi.
Airish mempersilahkan Tiara untuk bergabung dengan mereka dan makan bersama, Tiara pun tidak sungkan-sungkan.
"Elsa, besok ada acara reuni sekolah, apa kamu ikut?" Tiara duduk dan bertanya pada Elsa.
__ADS_1
"Acara reuni sekolah? Siapa yang mengadakannya?" Elsa sudah tamat untuk beberapa waktu, hanya saja tidak ada kontak, kali ini tiba-tiba ada yang mengadakan reuni, Elsa tentu merasa tidak pernah mengadakan reunian.
"Kenapa? Tidak ada yang memberitahumu?" Tiara tercengang.
Elsa menggelengkan kepalanya.
Tiara menghela nafasnya dan berkata. "Tidak heran kalau tidak ada yang memberitahumu,
Gina yang mengadakannya, dia dan Bion sudah berpacaran sekarang!"
Setelah mendengar nama Bion, sekujur tubuh Elsa gemetaran, wajahnya juga terlihat penuh kemarahan.
Airish melihat ekspresi Elsa dan bertanya pada Tiara. "Siapa Bion?"
Tiara tidak langsung menjawab Airish, dia menatap Elsa sesaat, kalau Elsa menyetujuinya dia baru akan menjawab.
"Bion adalah mantan pacar saya!" Elsa menjawab sendiri pertanyaan itu.
"Oh, si brengsek yang menipu uangmu itu?" Airish tahu, Elsa menjadi penari juga karena ditipu oleh mantan pacarnya, dia mengambil pinjaman dari rentenir dan menjadi seperti itu.
Elsa menganggukkan kepalanya.
"Elsa, Bion menipu uangmu?" Tiara tidak tahu tentang itu, dan dia bertanya dengan terkejut.
Setelah Tiara mendengarnya, dia menjadi marah. "Sejak awal saya sudah yakin kalau dia bukan orang baik-baik, Gina juga sama saja, saat kita masih teman sekamar dia selalu mengincar kamu saat disekolah, sekarang dia dan Bion berpacaran, jelas dia juga sedang menargetkan kamu, bagus juga, biarkan Bion pria bajingan itu yang menyadarkan Gina!"
"Itu semua sudah berlalu, saya juga tidak ingin mempunyai kaitan apapun lagi dengan Bion, saya tidak akan pergi ke reuni, kamu juga jangan bilang kamu berjumpa denganku...."
Elsa tidak ingin menghadiri acara reuni, dia juga tidak ingin kalau Bion tahu alasan Elsa tidak mau pergi adalah karena dirinya.
"Karena kamu memutuskan untuk tidak pergi, saya juga tidak mau pergi, tidak ada artinya, acara reuni sekarang hanya digunakan sebagai ajang pamer bagi mereka yang sudah sukses...."
__ADS_1
Elsa tidak pergi, Tiara juga memutuskan untuk tidak pergi.
"Elsa, kenapa tidak mau pergi? Kesempatan bagus ini tidak boleh dilewatkan, kamu harus menunjukkan kepada pria bajingan itu kalau sekarang kamu menjalani kehidupan yang jauh lebih baik...." Airish membujuk Elsa.