Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Keracunan makanan


__ADS_3

Kegelisahan menyelimuti Adrian, ia takut jika ucapan Papahnya menjadi kenyataan. Meskipun itu belum tentu benar, namun Adrian takut itu terjadi.


Bahkan saat ini, Adrian terus menatap Papahnya yang sedang sarapan. Ia terus berdoa didalam hati agar kedua orang tuanya panjang umur dan bisa menyaksikan Adrian menikah.


"Kok suasananya jadi canggung gini," ujar Mamah.


Adrian dan Papahnya menatap satu sama lain. "Kamu kenapa? tumben banget diam."


"Gak kenapa-napa kok, Pah."


Tingtong! Tingtong!


"Bi, tolong bukain pintunya!" perintah Mamah, lalu Bibi segera pergi keluar untuk menemui orang tersebut.


"Siapa sih? pagi-pagi udah kesini aja," heran Adrian.


Tak lama, orang itu datang menghampiri Adrian dan. kedua orang tuanya.


Ya, dia adalah saudaranya Adrian. Biasanya dia kesini hanya untuk menumpang makan. Sebenarnya dia bukan orang susah, namun dia bilang kalau masakan pembantu di rumah Adrian sangat enak, makanya ia kadang-kadang sarapan disini.


"Tante, Om. Aku boleh kan ikut makan?" tanya Ana.


"Ya boleh dong," ujar Mamah dan Papah Adrian. Lalu, Ana segera menikmati makanannya.


Selama makan, Ana terus mengoceh hingga membuat Adrian sedikit risih. Apalagi Ana mengejek Adrian karena sekarang Adrian sedang jomblo.


"Aku udah punya pacar kok," bohong Adrian.


"Tapi kok di instagram nya gak posting foto cewek," heran Ana. Karena biasanya saat Adrian berpacaran, ia sering mem-posting foto bersama pacarnya.


Adrian hanya diam saja, percuma juga ia meladeni saudara yang banyak omong seperti Ana.


"Btw, gimana kabar kak Alexa?" tanya Ana.


"Gak tahu lah. Lagian kita udah lama putus, jadi aku gak pernah cari tahu tentang kehidupannya sekarang," ujar Adrian, padahal waktu itu ia pernah melihat sosial media Alexa.


"Pah, Mah, Adrian berangkat kerja dulu ya," ujar Adrian, lalu ia segera pergi.


Ia sengaja berangkat karena ia risih mendengar perkataan saudara yang banyak bicara. Makanya ia memutuskan untuk pergi ke kantor.


...****************...


Suasana di kantor sangat sepi, hanya ada satpam dan juga tukang bersih-bersih. Adrian kira ada beberapa karyawan yang datang, namun ternyata hanya dirinya yang pertama datang.


"Selamat pagi, Pak Adrian," sapa Pak satpam.


"Selamat pagi juga, Pak."


Setelah menyapa, Adrian langsung saja masuk kedalam kantor.


Tiba-tiba terdengar suara yang entah dari mana asalnya. Lalu, Adrian mencoba mencari suara itu.


Tap!


Tap!

__ADS_1


"Aaaaa!"


Orang itu berteriak karena terkejut melihat Adrian. Disisi lain, Adrian heran mengapa ada karyawan yang sedang tiduran di kantor.


"Maaf, Pak," ujarnya sambil berdiri.


"Iya gak apa-apa."


Seketika suasana hening, karena mereka canggung satu sama lain.


Adrian membuka pembicaraan. "Kamu menginap disini?"


"Iya, Pak. Soalnya kemarin lembur, makanya saya ketiduran di kantor," jelasnya.


"Oh gitu. Ya sudah kalau gitu saya pergi dulu," ujar Adrian sambil buru-buru pergi.


Skip


Menjelang siang hari, Adrian merasa sangat pusing. Entah karena semalam ia kurang istirahat atau karena memang ia hanya sarapan seadanya tadi pagi.


Karena kepalanya benar-benar pusing, ia memilih untuk tidur sejenak.


30 menit kemudian...


Adrian terbangun dari tidurnya dan ia melihat tempat makan di mejanya. Diatas tempat makan tersebut ada kertas yang berisi nama seseorang.


"Dari Alin," gumam Adrian.


Spontan Adrian berdiri dan ia bertanya pada rekan kerjanya untuk memastikan bahwa makanan ini pemberian dari Alin atau bukan.


Sudah dipastikan saat ini Adrian sangat senang, karena ia sudah lama tidak dibuatkan masakan oleh Alin.


Ia buru-buru membuka tempat makan itu dan langsung menikmati makanannya. Ketika dicicipi, rasanya begitu berbeda dengan rasa nasi goreng Alin. Tetapi Adrian positif thinking saja, mungkin saja ini memang benar masakan Alin.


...****************...


Sudah berkali-kali Adrian bolak-balik toilet, ia rasa dirinya benar-benar sedang tidak sehat hari ini. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk pulang lebih awal.


Adrian berpikir bahwa sebelumnya ia hanya pusing saja, tetapi entah mengapa kali ini ia sakit perut dan mual seperti sedang keracunan makanan.


Tentang makanan yang dibawa Alin, sepertinya itulah penyebab Adrian sampai sakit seperti ini. Jujur saja, makanan tadi terasa aneh di lidah Adrian. Tapi untuk menghargainya, Adrian terpaksa memakan makanan tersebut sampai habis.


Kalau memang benar karena makanan itu, akhirnya Adrian memutuskan untuk pergi ke dokter saja. Ia takut jika tidak diobati, nanti malah tambah parah.


Skip


Sepulangnya dari rumah sakit, Adrian langsung istirahat di kamarnya. Tiba di kamar, Adrian terkejut dengan sosok yang sedang berada di ranjangnya.


Ya, sahabatnya yang bernama Arya sedang tiduran sambil menonton televisi. Dia memang sudah biasa masuk kedalam kamar Adrian, karena kedua orang tua Adrian juga sudah menganggapnya seorang anak.


"Gue nginep ya," ujar Arya.


Adrian hanya mengangguk, lalu ia segera berganti pakaian.


"Kenapa lo? lesu banget kelihatannya," ujar Arya.

__ADS_1


"Gue lagi sakit."


"Pantesan pulang jam segini."


Adrian duduk di sofa, lalu ia memakan obat yang tadi diberikan oleh dokter.


"Sakit apa sih?" tanya Arya sambil menghampiri Adrian.


"Gue keracunan makanan."


"Makanya jangan jajan dipinggir jalan."


"Gue enggak jajan dipinggir jalan kok. Tadi gue makan makanan buatan Alin."


Arya terkejut karena ia tak menyangka bahwa Alin mendekati Adrian dengan cara membuatkan makanan.


"Emang makanannya basi ya? kok lo sampai keracunan."


"Kayaknya sih gitu. Tapi karena gue pingin menghargai masakannya, akhirnya gue habisin aja."


"Dia suka lagi ya sama lo?"


"Kayaknya sih iya. Cuma ya lo tahu sendiri kalau dia gengsi banget orangnya."


...****************...


Alin POV


Dering telepon berdering hingga membuat Alin menoleh kearah ponselnya.


Jarang sekali Arya menelponya, apalagi semenjak putus dengan Adrian, dia tidak pernah berkomunikasi dengan Alin.


Karena rasa penasaran Alin sangat tinggi, ia langsung saja menjawab panggilan telepon dari Arya.


"Hallo."


"Alin, Adrian sakit gara-gara makan makanan yang kamu kasih."


Alin kebingungan, sebab ia tidak pernah memberikan makanan kepada Adrian.


"Aku gak pernah kasih Adrian makanan kok."


"Udah jujur aja."


"Serius. Bahkan hari ini aku gak ketemu sama Adrian."


Arya tak menjawab perkataan Alin lagi, sepertinya dia memang salah mengira kalau makanan tersebut dari Alin.


"Emang Adrian sakit karena makanan itu?"


"Iya, dia keracunan makanan."


"Ya ampun, kasihan banget Adrian. Tapi sumpah deh, aku gak kasih makanan ke Adrian."


"Oh gitu ya. Ya udah kalau gitu aku minta maaf ya, aku kira itu makanan dari kamu."

__ADS_1


Alin hanya memakluminya dan menerima permintaan maaf Arya, karena sepertinya orang yang memberikan makanan kepada Adrian itu mengaku-ngaku menjadi Alin agar Adrian memakan makanannya.


__ADS_2