Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Permintaan Maaf


__ADS_3

"Saya tahu, pasti Tuan Kawamatsu mengenal Jacky, apa kalian tidak melihat saat Tuan Kawamatsu masuk, dia langsung memapah Jacky berdiri dengan segan?" Seketika ada seseorang yang berteriak.


"Benar, pasti dia mengenal Jacky, saya juga melihat Tuan Kawamatsu tersenyum kepada Jacky."


Karena tadi Jacky sudah kehilangan muka, sekelompok orang ini juga sudah keluar dari ancaman maut, mereka tentu saja harus menemukan cara untuk mengembalikan martabat Jacky, kalau tidak besok-besok mereka pasti akan dipersulit.


"Jacky, apa yang sebenarnya terjadi? Kamu sebenarnya kenal atau tidak dengan Kawamatsu?"


Adelia yang kebingungan mulai mendesak. Kalau Jacky mengenal Kawamatsu, itu tidak menjelaskan sikapnya diawal tadi, dia terkejut dan langsung bersujud bahkan terkencing di celana.


Kalau dia tidak mengenal Kawamatsu, lalu kenapa Kawamatsu bersedia membantunya. Dan tadi Kawamatsu memang memapah Jacky untuk berdiri dan terus meminta maaf. Apa yang sebenarnya terjadi? Tidak hanya Delilah, yang lainnya juga sebenarnya kebingungan, alasan kenapa mereka mengapresiasi Jacky tidak lebih dari untuk menyanjungnya saja.


Jacky yang melihat situasi itu langsung memutar matanya lalu berkata. "Sebenarnya, saya tidak pernah bertemu dengan Kawamatsu, hanya saja saya punya seorang teman yang mengatakan kalau dia sangat akrab dengan Kawamatsu, mereka juga pernah makan bersama, mungkin temanku pernah membahas tentang diriku dihadapan Kawamatsu, atau memperlihatkan fotoku, makanya tadi dia langsung mengenaliku saat datang."


Hanya itu satu-satunya cara Jacky untuk menjelaskan situasi yang dia tidak bisa menjelaskan kenapa dia sampai berlutut dan memohon, kalau tidak dia benar-benar malu. Setelah mendengar penjelasan Jacky, mereka semua merespon bagaikan mendapat pencerahan.


Meskipun masalah sudah selesai, tapi suasana hati mereka juga sudah tidak mendukung untuk kembali bersenang-senang, mereka sudah terkejut hingga terkencing di celana, mereka tidak mungkin bersenang-senang dengan celana mereka yang sudah basah.


Dan pada saat Jacky hendak membawa mereka pulang, tiba-tiba Haryanto membawa serta anak buahnya masuk kedalam ruangan VIP.


Melihat Haryanto kembali datang, Jacky langsung memucat dan yang lainnya juga segera melangkah mundur.


Haryanto yang melihat situasi itu segera menjelaskan. "Semuanya, maaf tadi saya sudah salah sangka, saya datang kemari untuk mengganti kerugian, disini ada 2 botol anggur Louis XIII, saya bawakan untuk kalian coba, kalau kalian memerlukan sesuatu jangan segan-segan untuk memanggilku..."


Haryanto menjadi sosok yang penuh rasa hormat dan mencuri pandang kepada Airish yang sudah menyadari Haryanto yang meliriknya, dan diam-diam melambaikan tangannya untuk menyuruh Haryanto keluar.

__ADS_1


Setelah Haryanto pergi, suasana di ruangan VIP tiba-tiba meledak. "Wah, Louis XIII, ini anggur terkenal, dengar-dengar harganya mencapai ratusan juta...."


"Saya bahkan tidak pernah bermimpi akan meminum anggur mewah seperti ini!"


"Luar biasa, ini semua berkat Jacky, kalau bukan karena Jacky kita mana bisa meminum anggur sebaik ini!"


"Saya tidak akan berani meminum anggur ini, seteguk saja sudah setara dengan gajiku selama sebulan..."


Seketika, mereka semua mengerumuni anggur Louis XIII itu dengan mata mereka yang sudah hampir terlepas dari kepala mereka, bagaimanapun mereka adalah orang biasa, kalau bukan karena kesempatan seperti saat ini, mungkin seumur hidup mereka tidak akan pernah merasakan anggur sebaik ini.


Mata Jacky juga ikut memerah, meskipun gajinya selama sebulan mencapai belasan juta tapi dia juga tidak rela mengeluarkan ratusan juta hanya untuk sebotol anggur merah, itu terlalu boros. Tapi Jacky tidak boleh menunjukkan ekspresi yang terlalu hemat kalau tidak dia akan kehilangan muka.


"Sudahlah, untuk apa kalian mengerumuni anggur itu? Jangan membuat diri kalian terlihat kampungan, hanya Louis XIII saja tidak perlu dihebohkan..." Jacky berkata dengan lagaknya. "Saya dan temanku itu juga sudah sering meminum anggur seperti ini, termasuk Remy Martin dll, sudah pernah saya cicipi..."


"Jacky, temanmu itu punya bisnis apa? Sepertinya dia sangat kaya ya? Koneksinya juga luas, sampai bisa mengenal Kawamatsu..." Ada seseorang yang bertanya kepada Jacky.


"Ah....temanku...temanku itu..." Jacky terbata-bata, ini adalah teman khayalannya, dia sedang mengarang dan tiba-tiba tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan mendadak itu.


"Temanku itu punya bisnis ekspor impor, dia sering berada diluar negeri..." Jacky yang tiba-tiba mendapat ide, segera menjelaskan.


Dengan begitu, kalau mereka ingin bertemu dengan temannya Jacky, tentu akan sulit karena orangnya selalu berada di luar negeri.


Setelah mendengarnya, mereka semua langsung mengangkat dan memuji Jacky dan membuatnya terbang ke langit sembilan.


Setelah membuka Louis XIII. Jacky menuangkannya ke dalam cangkir kecil untuk semua orang kecuali Airish, dia juga belum membuat perhitungan soal Airish yang tadi melirik tajam padanya dan mengamatinya, bagaimana mungkin dia akan mengizinkan Airish untuk minum anggur sebaik ini,

__ADS_1


satu teguknya mencapai jutaan.


Airish juga tidak mempermasalahkan hal itu, melihat sekelompok pria dewasa dengan bagian ************ celana yang basah sedang sibuk bersenang-senang bersama membuat Airish hampir tertawa terbahak-bahak.


"Elsa, sudah larut. Mari kita pulang" Airish berkata pada Elsa. Elsa melirik jam lalu mengangguk.


Jacky juga tidak peduli kalau Airish pergi bersama dengan Elsa, karena kehadiran Airish pun tidak ada artinya baginya.


"Delilah kamu juga jangan pulang terlalu malam, jangan membuat orang tuamu mengkhawatirkan kamu." Sambil berjalan pergi. Airish berpesan kepada Delilah.


Delilah seketika menunjukkan raut wajah tidak senang. "Bukan urusanmu, apa kamu ayahku atau ibuku atau tetua ku? Saya mau pulang jam berapapun tidak perlu kamu urus!"


"Airish! antarkan saja pacarmu sendiri kerumahnya, pacarku tidak perlu kamu urus, kepo sekali!" Faisal mencibir pada Airish.


Airish juga tidak mengatakan apapun lagi dia sudah mengingatkan Delilah, tapi karena Delilah tidak menghiraukannya. Airish pun tidak banyak bicara lagi.


Setelah Airish dan Elsa kembali ke rumah, Melissa sedang menunggu Elsa didepan pintu rumahnya.


Saat melihat Elsa dan Airish pulang bersama, Melissa tiba-tiba tersenyum. "Elsa, ternyata kamu pergi bersama Kak Airish ya. Kenapa tidak bilang padaku, membuatku khawatir saja!" Bibi Melissa, saya yang mengajak Elsa untuk menghadiri acara makan malam bersama teman." Airish sibuk menjelaskan kepada Melissa.


Tidak perlu dijelaskan, kalau kamu yang membawa Elsa, saya tidak akan khawatir, sekalipun kalian berdua menginap diluar dan tidak pulang semalaman, saya tidak akan mengatakan sepatah katapun."


Melissa menatap Airish dengan makna tersirat dalam matanya. Hal itu langsung membuat Airish merasa malu, Melissa terlalu terus terang.


"Ibu, bicara apa ibu ini?" wajah Elsa merona merah dan segera menarik Melissa masuk.

__ADS_1


__ADS_2